Makanan Khas Sunda yang Wajib Dicoba

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
13 Januari 2022 15:43
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Makanan Khas Sunda yang Wajib Dicoba (490764)
zoom-in-whitePerbesar
Ilutrasi lotek sebagai makanan khas Sunda. Foto: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta
Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki makanan khas masing-masing, termasuk makanan khas Sunda. Santapan dari etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa ini memiliki cita rasa yang cocok dengan lidah masyarakat di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Masakan sunda terkenal dengan lalapan mentah yang segar dan aneka ragam sambal. Kamu juga bisa mendapatkan makanan khas Sunda dengan beberapa metode. Misalnya digoreng, direbus, dibakar, dan sebagainya. Untuk mengetahui makanan khas sunda lainnya mari simak uraian berikut ini.

Makanan Khas Sunda

Makanan khas Sunda berikut ini wajib kamu coba saat berkunjung ke daerah Jawa Barat. Selain rasanya yang enak, terdapat juga kekhasan yang tidak bisa kamu temui di daerah lain.
Berikut enam makanan khas Sunda yang dikutip dari buku Makanan Khas Sunda karya TimDapur DeMedia.
1. Besengek
Besengek atau semur cabai sering dimasak oleh orang Sunda ketika ada hajatan. Bahan utamanya adalah cabai hijau dengan ukuran besar. Bumbu-bumbu pendukung lain yang membuat besengek menjadi rebutan orang saat hajatan antara lain bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merang keriting, daun salam, dan lengkuas.
ADVERTISEMENT
2. Tumis Picung
Tumis Picung adalah makanan khas Sunda tepatnya dari Bandung, Jawa Barat. Bahan utamanya adalah kluwek yang didapat dari pohon yang tumbuh liar. Masakan ini memiliki tekstur lembut dan empuk yang terlihat seperti jamur.
3. Ulen Bakar
Makanan khas Sunda selanjutnya adalah ulen bakar. Makanan ini biasanya disajikan dengan sambal oncom yang begitu pedas. Ulen sendiri terbuat dari beras ketan putih, santan, dan kelapa parut dengan cara dikukus. Ulen bakar identik sebagai sajian khas Idul Fitri.
4. Nasi Tutug Oncom
Pernah mendengar makanan dengan nama Nasi Tutug Oncom? Mengutip dari Kuliner Indonesia Barat karya Rumaysha Milhania, nasi tutug oncom adalah makanan yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Isi dari makanan khas Sunda ini berupa campuran nasi dan olahan kedelai alias oncom. Beberapa rumah makan juga sering menyajikan nasi tutug oncom dengan tambahan ikan asin, daun pisang, jeruk nipis, hingga tempe.
5. Pencok Kacang Panjang
Pencok kacang panjang merupakan makanan khas Sunda yang berupa sayur kacang panjang mentah. Seperti namanya, bahan utama ini memakai kacang panjang.
Adapun bumbu pendukungnya meliputi bawang putih, rawit keriting, cabai rawit merah, kencur, gula merah, dan terasi. Cita rasa dari bumbu-bumbu tersebut membuat pencok kacang panjang banyak disukai orang.
6. Lotek
Lotek merupakan makanan utama yang terbuat dari bahan baku kacang tanah dan sayuran, baik yang matang dengan cara direbus maupun mentah.
Di tanah Sunda, lotek terbagi menjadi dua jenis, yaitu lotek asak atau matang dan lotek atah atau mentah. Beberapa sayuran yang biasa digunakan pada lotek antara lain, kacang panjang, kol, kangkung, waluh atau labu siam, dan tauge.
ADVERTISEMENT
7. Surabi
Makanan Khas Sunda yang Wajib Dicoba (490765)
zoom-in-whitePerbesar
Surabi Bandung sebagai salah satu makanan khas daerah Sunda. Foto: Prokopim Kota Bandung
Makanan khas Sunda yang satu ini juga pasti sudah banyak diketahui. Surabi adalah kue yang terbuat dari tepung beras dan santan. Kue tradisional Sunda ini populer di beberapa kota di Indonesia.
Surabi bisa disajikan dengan oncom ataupun kelapa. Namun sekarang telah muncul varian rasa yang semakin beragam, salah satunya surabi cokelat.
(ZHR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020