Konten dari Pengguna

Makna Nilai 2 pada Elastisitas Penawaran

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi elastisitas penawaran. Foto: Shutterstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi elastisitas penawaran. Foto: Shutterstock.com

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas tidak hanya berlaku untuk permintaan, tetapi juga pada penawaran. Menurut Akhmad Pide dalam buku Ekonomi Mikro (Teori dan Aplikasi di Dunia Usaha), konsep elastisitas bertujuan untuk mengukur respons atau kepekaan sebuah variabel sebagai akibat adanya perubahan variabel lainnya.

Elastisitas erat kaitannya dengan teori permintaan dan penawaran, khususnya dalam aspek pengambilan keputusan. Pide menambahkan bahwa dalam pengambilan keputusan, hal yang perlu diketahui adalah jumlah peningkatan dan penurunan dalam permintaan serta penawaran sebagai akibat dari perubahan harga.

Lantas bagaimana cara mengetahui elastisitas penawaran? Simak ulasannya berikut ini.

Elastisitas Penawaran

Menyadur dari buku Pengantar Ekonomi Mikro oleh Ida Nuraini, elastisitas penawaran digunakan untuk mengukur besarnya persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan, akibat adanya perubahan harga barang tersebut.

Menurut Nuraini, rumus untuk menghitung elastisitas penawaran memiliki persamaan dengan rumus elastisitas permintaan. Hanya saja, pada elastisitas penawaran terdapat perbedaan pada kuantitas barang. Adapun rumus untuk menghitung elastisitas penawaran adalah sebagai berikut:

Elastisitas penawaran = Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan : Persentase perubahan harga.

Atau dapat pula ditulis menggunakan rumus:

Elastisitas penawaran = (ΔQ : ΔP) x (P : Q)

Keterangan:

ΔQ : Perubahan jumlah barang yang ditawarkan.

ΔP : Perubahan harga barang.

P : Harga awal barang.

Q : Jumlah awal barang

Dalam buku Pengantar Ilmu Ekonomi untuk Kesehatan Masyarakat oleh Putu Ayu Indrayathi, koefisien elastisitas yang diperoleh bernilai positif. Hal tersebut karena terdapat korelasi positif antara perubahan harga dengan perubahan jumlah barang yang diminta.

Kurva Elastisitas Penawaran. Sumber: web-suplemen.ut.ac.id

Jenis-jenis Elastisitas Penawaran

Merujuk pada sumber yang sama di atas, jenis-jenis elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi lima jenis, di antaranya:

1. Penawaran tidak elastis sempurna

Jenis ini memiliki elastisitas 0. Artinya, penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapa pun. Dengan demikian, kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.

2. Penawaran tidak elastis

Jenis ini memiliki nilai elastisitas <1. Maksudnya perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga. Dengan demikian, perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.

3. Penawaran uniter elastis

Jenis ini memiliki nilai elastisitas = 1. Maksudnya, perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.

4. Penawaran elastis

Jenis ini memiliki nilai elastisitas >1. Artinya, perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga. Dengan demikian, perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.

5. Penawaran elastis sempurna

Jenis ini memiliki nilai elastisitas tak terhingga. Artinya, perusahaan dapat menyuplai berapa pun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai dalam biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

Lantas, bagaimana jika elastisitas penawaran bernilai 2? Berdasarkan uraian di atas, elastisitas penawaran = 2 artinya perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga dan termasuk ke dalam jenis penawaran elastis.

(ANM)