Konten dari Pengguna

Manfaat dan Tujuan Kedisiplinan di Sekolah bagi Siswa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tujuan kedisiplinan di sekolah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tujuan kedisiplinan di sekolah. Foto: Unsplash

Salah satu nilai yang diajarkan di sekolah adalah disiplin. Tujuan kedisiplinan di sekolah untuk melatih tanggung jawab siswa terhadap waktu, aturan, dan sebagai bentuk pengembangan karakter.

Kata disiplin berasal dari bahasa Latin “discipline”, yang artinya “latihan, pendidikan kesopanan, dan tabiat”. Dikutip dari buku Kiat Sukses Meningkatkan Disiplin Siswa oleh Agustin Sukses Dakhi (2020), disiplin artinya suatu sikap konsisten dalam melakukan sesuatu, serta kesediaan seseorang untuk mengikuti aturan yang berlaku dalam suatu institusi sosial.

Bentuk-bentuk kedisiplinan di sekolah pun beragam. Misalnya, disiplin untuk datang ke sekolah tepat waktu sesuai aturan, disiplin menggunakan seragam sesuai jadwal, dan disiplin mengerjakan tugas.

Makna kedisiplinan telah dibahas oleh banyak ahli. Begitu pula dengan tujuan dan manfaatnya. Di bawah ini akan dijelaskan arti dan tujuan kedisiplinan di sekolah serta manfaatnya bagi siswa.

Teori tentang Kedisiplinan

Ilustrasi tujuan kedisiplinan di sekolah. Foto: Unsplash

Salah satu tokoh yang membicarakan tentang kedisiplinan adalah filsuf asal Swiss, Jean-Jacques Rousseau, pada tahun 1700-an. Melalui buku A Discourse on the Sciences and Arts (1750), Rousseau menjelaskan makna dan tujuan kedisiplinan, terutama di dunia pendidikan atau sekolah. Teori ini masih banyak digunakan oleh kalangan profesional di bidang pendidikan.

Dalam buku tersebut, Rousseau menyebut bahwa kedisiplinan di sekolah dipelajari oleh siswa sebagai konsekuensi dari tindakannya. Rousseau meyakini bahwa disiplin bukanlah hal yang dapat dipaksakan oleh guru terhadap siswa tersebut.

Kedisiplinan sering dikaitkan dengan hukuman. Jika tidak disiplin, siswa dapat dihukum sebagai bentuk konsekuensi yang harus diterima. Namun, Rousseau tidak sepakat dengan gagasan ini.

Menurutnya, hukuman tidak dapat menjamin siswa untuk menjadi lebih disiplin. Konsekuensi dari tindakan seorang anak sudah cukup sebagai bentuk pelajaran.

Misalnya, ketika siswa terlambat datang ke sekolah dan tidak mematuhi peraturan, konsekuensi yang ia terima adalah tertinggal beberapa materi yang telah disampaikan guru. Atau, jika siswa tidak mengerjakan tugas, konsekuensinya adalah nilai yang kurang baik.

Ketimbang mengajarkan kedisiplinan melalui ceramah dan hukuman, menurutnya, membiarkan siswa belajar disiplin sendiri akan lebih efektif. Guru dapat menyesuaikan bentuk pengajaran disiplin sesuai karakteristik siswa.

Baca juga: Pengertian Norma Kesopanan dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tujuan Kedisiplinan di Sekolah

Ilustrasi tujuan kedisiplinan di sekolah. Foto: Unsplash

Dalam mengajarkan kedisiplinan, guru dan orang tua harus memahami terlebih dahulu tujuan penerapannya di sekolah. Dirangkum dari buku Kiat Sukses Meningkatkan Disiplin Siswa oleh Agustin Sukses Dakhi (2020), berikut beberapa tujuan kedisiplinan di sekolah:

  1. Meningkatkan kualitas siswa sebagai manusia yang beriman, bertakwa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, dan mandiri.

  2. Mendorong siswa untuk memiliki karakter tangguh, cerdas, kreatif, terampil, dan memiliki etos kerja yang baik.

  3. Secara spesifik, disiplin dapat menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman bagi warga sekolah dalam proses belajar mengajar.

  4. Membantu siswa untuk membangun hubungan dengan orang lain di lingkungan sosialnya

(TAR)

Baca juga: Cara Mendapatkan Teman Di Sekolah Baru yang Mudah dan Tepat