Manfaat Matahari: Pembangkit Listrik hingga Penyedia Vitamin D Alami

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matahari merupakan sumber energi paling besar yang ada di muka bumi. Matahari memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, mulai dari manusia, tumbuhan, hewan, dan jenis organisme lainnya.
Dalam kajian ilmu pengetahuan alam semesta, matahari termasuk ke dalam jenis bintang yang ada di jagat raya. Dengan ukuran yang besar dan suhu yang sangat tinggi, sebagian besar penyusun matahari berupa gas, yang kerapatannya sangat padat.
Mengutip dalam buku Menyelidiki Matahari yang ditulis oleh Hs.Mardiyah, komponen penyusun matahari, meliputi nama unsur dan persentasenya adalah sebagai berikut.
Hidrogen (H): 76,4
Helium (He): 21,8
Oksigen (O2): 0.8
Karbon (C): 0,4
Neon (Ne): 0,2
Besi (Fe): 0,1
Nitrogen (N): 0,1
Silikon (Si): 0,08
Magnesium (Mg): 0,07
Sulfur (S): 0,05
Nikel (Ni): 0,01.
Selain itu, matahari juga disebut sebagai bola pijar raksasa karena memiliki ukuran yang sangat besar, yaitu berdimensi sekitar kurang lebih 1.400.000 km, volume 1,44 x 10(18) km3, massa sebesar 1.997 x 10³ kg.
Matahari dikenal sebagai benda langit yang memiliki suhu sangat panas. Hal ini disebabkan oleh adanya reaksi pembakaran inti hidrogen di matahari. Reaksi tersebut mengakibatkan terjadinya letupan-letupan bola api.
Letupan bola api menghasilkan radiasi cahaya matahari yang tersebar luas ke luar angkasa. Radiasi cahaya matahari yang begitu kuat, menyebabkan pancaran cahaya dan panas matahari dapat dirasakan oleh makhluk hidup yang ada di bumi.
Lapisan Penyusun Matahari
Seperti halnya benda langit lainnya, matahari juga tersusun dari berbagai jenis lapisan, yang setiap lapisannya memiliki kriterianya sendiri. Dikutip dalam sumber yang sama, lapisan penyusun matahari, yaitu:
1. Inti matahari
Suhu inti kurang lebih 15 juta °C
Tekanan 200 miliar kali lebih besar dari tekanan permukaan bumi.
2. Kromosfer
Tebal lapisan sebesar 2.400 km
Suhu bagian atas berkisar 10.000 °C.
3. Korona
Suhu kurang lebih 2 juta °C
Disebut sebagai mahkota dari matahari.
4. Fotosfer
Memiliki tebal lapisan kurang lebih 500 km
Tersusun dari 94% hidrogen, 5,9% helium, dan sisanya unsur lain
Cahaya fotosfer berwarna kuning dapat terlihat dari bumi.
Manfaat Matahari
Matahari memancarkan sumber energi panas dan energi cahaya, yang keduanya langsung dapat dimanfaatkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Tanpa energi tersebut, kehidupan di bumi tidak akan pernah ada.
Lalu apa manfaat matahari bagi kehidupan makhluk hidup? Menurut buku Gembira Belajar Sains SD Kelas 4, yang diterbitkan oleh Grasindo, manfaat matahari berkaitan dengan energi panas dan cahayanya, yaitu:
Sebagai pembangkit listrik yang didapatkan melalui sel matahari (solar cell)
Digunakan oleh tumbuhan hijau untuk melakukan proses fotosintesis
Digunakan untuk mengeringkan pakaian yang telah dicuci.
Selain ketiga manfaat tersebut, kehadiran matahari di bumi juga dibutuhkan oleh tubuh manusia. Panas matahari di waktu pagi diyakini memiliki kandungan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang manusia.
Tak hanya itu, energi matahari juga masuk ke dalam jenis energi alternatif, yang dapat digunakan untuk menggantikan energi yang tidak dapat diperbarui.
(HDP)
