Manusia Liang Bua: Sejarah Penemuan, Ciri-Ciri, dan Kebudayaannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia Liang Bua adalah salah satu manusia purba yang hidup di daratan Indonesia. Disebut sebagai manusia Liang Bua karena fosil manusia purba ini ditemukan di salah satu penggalian di kawasan Liang Bua, Pulau Flores.
Manusia Liang Bua juga biasa dikenali dengan sebutan Homo florensis. Jenis manusia purba ini ditemukan pada tahun 2003.
Manusia Liang Bua memiliki ciri yang unik jika dibandingkan dengan manusia purba lainnya. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manusia Liang Bua, simak penjelasan di bawah ini.
Sejarah Penemuan Manusia Liang Bua
Menurut Arfan Diansyah, Flores Tanjung, dan Abdul Haris Nasution dalam buku yang berjudul Prasejarah Indonesia, manusia Liang Bua atau Homo florensis adalah jenis manusia purba yang fosilnya pertama kali ditemukan di Pulau Flores oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood pada bulan September 2003.
Pada penemuan ini, fosil atau rangka manusia Liang Bua yang ditemukan ialah berupa lengan bawah, tulang paha, tulang pinggul, tulang-tulang tangan dan kaki, dan sebagainya.
Pada saat ditemukan, kerangka manusia purba ini belum menjadi fosil. Penemuan berupa kerangka manusia purba berjenis kelamin wanita dan beberapa kerangka lainnya.
Ciri-Ciri Manusia Wajak
Dikutip dari buku Sejarah Kelas X yang disusun oleh Hasnawati T. S.Pd, berikut ini ciri-ciri fisik manusia purba Homo floresiensis:
Kepala dan badan memliki ukuran yang kecil.
Ukuran bentuk otak yang sangat kecil.
Volume otak 380 cc.
Mempunyai rahang yang menonjol atau berdahi sempit.
Berat badan sekitar 25 kg.
Tinggi badan diperkirakan sekitar 1,06 m.
Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, manusia Liang Bua dipercaya sebagai Homo sapiens yang hidup 18.000 tahun lalu di daerah Pulau Flores. Akan tetapi, hingga saat ini, para ahli masih memperdebatkan apakah manusia Liang Bua tergolong manusia modern atau tidak.
Sebagian ahli menyimpulkan bahwa Homo floresensis adalah hasil evolusi dari Pithecantropus, dan sebagian ahli juga menyatakan dugaannya bahwa Homo floresiensis ini hidup berdampingan, atau bahkan hidup dengan manusia Homo sapiens yang merupakan keturunan manusia modern sekarang.
Kebudayaan Manusia Liang Bua
Adapun kebudayaan dan ciri-ciri nonfisik yang dimiliki oleh manusia Liang Buaya ialah sebagai berikut:
Bertahan hidup dengan cara berburu, beternak dan bercocok tanam.
Berburu memakai peralatan dari batu, tulang dan kayu yang sudah diruncingkan.
Manusia Liang Bua mulai mengasah batu jadi semakin halus dan sudah mengenal teknik membuat gerabah memakai meja bundar
Hidup mulai menetap dan tidak berpindah-pindah tempat.
Jika manusia Liang Bua mengembara, mereka tergolong manusia yang mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan yang dijumpai.
Mengonsumsi makan makanan yang sudah dimasak.
Mulai menggunakan bahan-bahan untuk melindungi tubuh atau baju yang terbuat dari kulit hewan buruan.
Diperkirakan telah mengenal kepercayaan dan penguburan.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Kapan fosil manusia Liang Bua pertama kali ditemukan?

Kapan fosil manusia Liang Bua pertama kali ditemukan?
Homo florensis adalah jenis manusia purba yang fosilnya pertama kali pada bulan September 2003.
Siapa yang pertama kali menemukan fosil manusia Liang Bua?

Siapa yang pertama kali menemukan fosil manusia Liang Bua?
Homo florensis ditemukan di Pulau Flores oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood.
Apa saja jenis rangka manusia Liang Bua yang pertama kali ditemukan?

Apa saja jenis rangka manusia Liang Bua yang pertama kali ditemukan?
Fosil atau rangka manusia Liang Bua yang ditemukan ialah berupa lengan bawah, tulang paha, tulang pinggul, tulang-tulang tangan dan kaki, dan sebagainya.
