Manusia Wajak: Pengertian, Sejarah, hingga Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia Wajak atau yang lebih dikenal dengan Homo wajakensis. Manusia Wajak adalah salah satu manusia purba yang hidup di Indonesia.
Manusia Wajak dipercaya hidup sejak zaman glasial dimulai. Manusia purba jenis ini disebut memiliki ciri-ciri yang mirip dengan ciri yang dimiliki manusia dengan ras Mongolid dan Australomelanesid.
Fosil manusia dari jenis homo dari zaman pleistosen di Indonesia hanyalah kerangka Wajak. Untuk mengetahui informasi lebih banyak mengenai Manusia Wajak, simak penjelasan di bawah ini.
Pengertian dan Sejarah Penemuan Manusia Wajak
Dikutip dari buku Prasejarah Indonesia yang ditulis oleh Arfan Diansyah, Flores Tanjung, dan Abdul Haris Nasution, manusia Wajak atau Homo wajakensis adalah manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Tengkorak manusia Wajak sendiri pertama kali ditemukan oleh B. Dvan Rietschote pada tahun 1889.
Rietschote menemukan tengkorak Wajak tersebut dari sebuah ceruk di lereng pegunungan Karst di barat laut Campurdarat, dekat Tulungagung, Jawa Timur. Penemuan tengkorak kemudian membuat Eugene Dubois tertarik untuk menelusuri lebih lanjut terkait manusia Wajak.
Akhirnya, dalam proses eksavasinya di lokasi penemuan tengkorak Wajak, Dubois berhasil menemukan tengkorak lainnya yang kemudian disebut Wajak II. Tengkorang manusia Wajak II ditemukan dengan kondisi beberapa gigi lepas, dan sebagainya.
Ciri-Ciri Fisik Manusia Wajak
Ciri-ciri fisik manusia Wajak dikatakan hampir mirip dengan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu memiliki postur tubuh yang tegak. Berikut ciri-ciri lengkap manusia Wajak, yaitu:
Memiliki tengkorak yang panjang dengan atap tengokorak yang tebal.
Terdapat tonjolan di atas Linea nuchalis di bagian occipital.
Kapasitas atau volume otak 1600 cc.
Memiliki luas wajah yang cukup lebar.
Hidung lebar dan rata.
Orbit mata berbentuk persegi.
Rahang bawah dan gigi memiliki ukuran yang besar.
Berat badan sekitar 30-150 kg.
Tinggi badan sekitar 130-210 cm.
Para ahli paleoantropologi akhirnya menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri fisik yang dimiliki manusia Wajak memiliki ciri-ciri seperti yang dimiliki manusia dengan ras Australomelanesid.
Ras Australomelanesid sekarang dikenali menjadi penduduk Australia (suku Aborigin) dan disejajarkan dengan manusia-manusia penghuni gua di Niah, Serawak, Malaysia Timur dan Tabon, Pallawan, Filipina.
Ciri-ciri fisik manusia Wajak juga membuat para ahli percaya bahwa jenis manusia purba ini hidup di antara zaman pleistosen dan awal zaman holosen.
Kebudayaan Manusia Wajak
Menurut Hasnawati, S.Pd dalam bukunya yang berjudul Persamaan dan Perbedaan Manusia Purba dengan Manusia Modern, hasil kebudayaan manusia Wajak ialah berupa alat-alat yang terbuat dari batu dan diolah dengan sangat kasar.
Pada masa akhir pleistosen dan akhir holosen, jenis kapak perimbas dan penetak (chopper–chopping tools) mulai digunakan. Manusia Wajak juga disebut telah menguasai teknik memasak atau mengolah makanan dengan sederhana.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Kapan tengkorak manusia Wajak pertama kali ditemukan?

Kapan tengkorak manusia Wajak pertama kali ditemukan?
Tengkorak manusia Wajak sendiri pertama kali ditemukan oleh B. Dvan Rietschote pada tahun 1889.
Di mana tengkorak manusia Wajak ditemukan?

Di mana tengkorak manusia Wajak ditemukan?
Rietschote menemukan tengkorak Wajak tersebut dari sebuah ceruk di lereng pegunungan Karst di barat laut Campurdarat, dekat Tulungagung, Jawa Timur.
Apa ras manusia yang memiliki ciri mirip dengan manusia Wajak?

Apa ras manusia yang memiliki ciri mirip dengan manusia Wajak?
Manusia Wajak dipercaya hidup sejak zaman glasial dimulai. Manusia purba jenis ini disebut memiliki ciri-ciri yang mirip dengan ciri yang dimiliki manusia dengan ras Mongolid dan Australomelanesid.
