Marketing Plan: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menyusunnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rencana pemasaran atau marketing plan adalah salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan oleh suatu usaha bisnis. Mengingat, pemasaran merupakan alat yang dijadikan suatu bisnis untuk mendapatkan keuntungan.
Karena memiliki peran yang sangat penting, rencana pemasaran harus dibuat dengan matang agar suatu bisnis tidak mengalami berbagai hambatan di kemudian harinya.
Agar dapat membuat sebuah rencana pemasaran yang baik, alangkah baiknya seorang wirausaha perlu mengerti dengan konsep marketing plan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai konsep marketing plan, simak penjelasan di bawah ini.
Pengertian Marketing Plan
Dikutip dari buku Pemasaran Dasar 1 yang ditulis oleh Perreault dan McCharty, pengertian dari rencana pemasaran atau marketing plan adalah pernyataan tertulis tentang suatu strategi pemasaran dan detail-detail waktu untuk melaksanakan strategi tersebut.
Rencana pemasaran juga dapat diartikan sebagai suatu dokumen tertulis yang meringkas apa yang telah dipelajari yang berdasarkan pembacaan situasi-situasi atau kondisi terkait dengan bisnis yang dijalankan.
Menurut Glen Urban dan Steven Star dalam buku Advanced Marketing Strategy, Phenomena, Analysis, and Decision, rencana pemasaran harus memuat gambaran tentang berapa hal, yaitu:
Kondisi bisnis perusahaan saat itu beserta situasi keseluruhan pasar.
Misi dari suatu bisnis serta dan tujuan dan kondisi keuangan.
Peluang dan ancaman yang dimiliki dan dihadapi oleh perusahaan.
Kondisi produk di pasar (proses informasi konsumen, daur hidup produk, segmentasi, persaingan dalam posisi produk, dan perilaku persaingan).
Reaksi pasar terhadap aktivitas pemasaran yang telah dilakukan (tingkat harga, promosi, periklanan, dan personal selling).
Tujuan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan.
Mengidentifikasi hubungan kritis antar fungsi dan strategi pemasaran global dan implikasinya.
Menetapkan tujuan penjualan dalam unit atau rupiah, market share, dan alat pengukuran pengembalian keuangan.
Rencana kegiatan spesifik untuk tahun yang akan datang.
Proses memonitor kinerja dari rencana dan merespon perubahan kondisi.
Manfaat Marketing Plan
Marketing plan tentunya memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan. Manfaat pertama ialah sebagai navigator yang menunjukkan arah ke mana perusahaan harus bergerak.
Marketing plan juga berfungsi untuk mengontrol sistem manajemen startegi suatu perusahaan dan memberikan informasi terkait gambaran pembagian tanggung jawab, tugas, dan pengaturan jadwal kegiatan.
Perencanaan pemasaran juga dapat membuat suatu perusahaan dapat meminimalisasi masalah yang akan ditimbulkan, memaksimalkan kesempatan atau peluang yang dimiliki, dan menghindari ancaman.
Langkah-Langkah Menyusun Marketing Plan
Dikutip dari Konsep Dasar Perencanaan Pemasaran dan Proses Penyusunannya oleh Daniel Tumpal, M.E, berikut beberapa langkah dalam menyusun marketing plan yang baik:
Mulai dengan menjelaskan visi, misi, atau target yang ingin dicapai dari aktivitas pemasaran.
Sertakan kondisi keuangan atau finansial yang menggambarkan revenue dan profit secara grafik untuk seluruh periode perencanaan.
Mengkaji apa dan siapa target pasar yang telah ditentukan.
Identifikasi segmen kunci dan lakukan analisis SWOT untuk masing-masing elemen atau unsur.
Menyusun hasil kajian terkait kekuatan dan kelemahan yang dimiliki suatu bisnis jika dibandingkan dengan pesaing.
Membuat beberapa pernyataan singkat tentang isu kunci yang harus diperhatikan selama periode perencanaan.
Membuat rangkuman terkait hasil analisis SWOT dengan matriks portofolio untuk menggambarkan hubungan-hubungan penting antarunsur dalam suatu bisnis.
Menyusun daftar asumsi-asumsi terkait perusahaan
Menciptakan sasaran dan strategi.
Menyusun ringkasan persyaratan sumber daya selama periode perencanaan dalam bentuk anggaran.
(SAI)
