Konten dari Pengguna

Memahami Fungsi Organ Peredaran Darah Manusia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sistem peredaran darah manusia. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sistem peredaran darah manusia. Foto: iStock

Pada manusia, ada sebuah sistem organ yang berfungsi mengangkut makanan dan zat sisa hasil metabolisme ke seluruh tubuh. Sistem tersebut disebut dengan sistem peredaran darah.

Selain berfungsi mengangkut zat-zat penting dari dan ke sel-sel tubuh, mengutip buku Praktis Belajar Biologi oleh Fictor Ferdinand P. dan Moekti Ariebowo, sistem peredaran darah juga berfungsi sebagai berikut:

  • Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju hati untuk didetoksifikasi (dinetralkan) atau ke ginjal untuk dibuang.

  • Mendistribusikan hormon dari kelenjar dan organ yang memproduksinya ke sel-sel tubuh.

  • Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah.

  • Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah.

  • Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan memungkinkan adanya sirkulasi antibodi dan sel darah putih.

Ilustrasi organ peredaran darah manusia. Foto: iStock

Sistem peredaran darah manusia adalah sistem peredaran darah tertutup. Maksudnya, peredaran darah selalu berada di dalam pembuluh, berbeda dengan peredaran darah terbuka di mana darah memasuki jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh darah.

Peredaran yang terjadi pada manusia adalah peredaran darah ganda atau peredaran darah rangkap. Artinya, darah ke jantung sebanyak dua kali dalam satu kali peredaran darah.

Peredaran darah ganda ini terdiri dari peredaran darah kecil dan peredaran darah besar. Pada peredaran darah kecil darah dari jantung dipompa ke paru-paru dan kembali ke jantung. Sementara itu, pada peredaran darah besar, darah mengalir ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung.

Organ peredaran darah manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Lantas, apa fungsi kedua organ tersebut? Simak penjelasannya berikut.

Fungsi Organ Peredaran Darah Manusia

Ilustrasi organ peredaran darah manusia. Foto: iStock

1. Jantung

Jantung manusia terletak di dalam rongga dada sebelah kiri, di atas diafragma. Jantung merupakan organ vital yang sangat penting bagi tubuh, yaitu sebagai alat pemompa darah ke seluruh tubuh.

Mengutip buku IPA Terpadu SMP dan MTs oleh Drs. Lutfi dkk, jantung memiliki empat ruangan, yaitu serambi kiri (atrium kiri), serambi kanan (atrium kanan), bilik kiri (ventrikel kiri), dan bilik kanan (ventrikel kiri).

Bilik jantung memiliki fungsi untuk memompa darah, baik ke seluruh tubuh maupun ke paru-paru. Bilik kiri berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, sementara yang bertugas memompa darah ke paru-paru adalah bilik kanan.

Sebaliknya, serambi kiri berfungsi menerima darah bersih dari paru-paru, sedangkan serambi kanan menerima darah kotor dari tubuh yang dibawa oleh pembuluh darah.

Di antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat katup berdaun (valvular bikuspidalis) dan di antara serambi kanan dan bilik kanan terdapat katup berdaun tiga (valvular trikuspidalis), yang fungsinya menjaga agar darah tidak kembali ke serambi ketika bilik jantung memompa darah.

2. Pembuluh Darah

Fungsi utama pembuluh darah adalah untuk mengalirkan darah. Pembuluh darah manusia terdiri dari:

  • Pembuluh nadi (arteri), yaitu pembuluh darah yang arahnya meninggalkan jantung yang bertugas membawa darah keluar dari jantung. Pembuluh nadi juga berperan membantu pemompaan jantung dalam peredaran darah.

  • Pembuluh balik (vena), merupakan pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Dari luar tubuh, pembuluh balik mudah dikenali sebagai pembuluh darah yang tampak kebiruan di bawah kulit.

  • Pembuluh kapiler, merupakan pembuluh darah yang langsung berhubungan dengan sel-sel jaringan tubuh. Pada pembuluh kapiler inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

(ADS)