Memahami Istilah Diagnosa dalam Pemeriksaan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak sedikit orang yang belum memahami istilah diagnosa atau diagnosis. Istilah tersebut kerap dikenal di berbagai bidang, misalnya, dalam ilmu kesehatan hingga bidang organisasi.
Apabila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diagnosis secara umum berarti penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya. Atau diartikan sebagai pemeriksaan terhadap suatu hal.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pengertian lengkap istilah diagnosa.
Diagnosa adalah Identifikasi Berdasarkan Gejala
Menurut R. L. Thorndike dan Hagen dalam buku Measurement and Evaluation in Psychology and Education, diagnosis merupakan istilah teknis yang diadopsi dari bidang medis. Terminologi diagnosis juga dapat ditelaah sebagai:
Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease) yang dialami seseorang melalui pengujian dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya (symptoms).
Studi yang saksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial.
Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.
Pengertian Diagnosa dalam Bidang Organisasi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, istilah diagnosa tak hanya digunakan dalam bidang kesehatan. Namun juga dalam bidang organisasi.
Menurut bahan ajar Diagnosa Organisasi dalam pusdiklat.bps.go.id, diagnosa adalah proses memahami bagaimana organisasi saat ini berfungsi dan menyediakan informasi yang diperlukan untuk merancang perubahan.
Diagnosa organisasi (DO) adalah proses kolaborasi antara anggota organisasi dan stakeholder. Tujuannya, mengumpulkan informasi terkait, menganalisis, dan menarik kesimpulan untuk perencanaan aksi dan intervensi penyelesaian masalah kegiatan pelayanan instansi.
Pengertian Diagnosa dalam Bidang Keperawatan
Dalam Dokumen Keperawatan yang terdapat pada laman pusdiklat.bps.go.id, Dinar Yuli Mulyanti mendefinisikan diagnosa keperawatan sebagai keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga, atau masyarakat sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan aktual atau potensial. Diagnosa perawat merupakan dasar dalam penyusunan rencana tindakan asuhan keperawatan.
Diagnosis keperawatan sejalan dengan diagnosis medis. Sebab, kumpulan data-data saat melakukan pengkajian keperawatan berguna untuk menegakkan diagnosa keperawatan. Hal itu juga ditinjau dari keadaan penyakit saat kegiatan diagnosa medis.
Namun, ada sedikit perbedaan antara diagnosa perawat dan diagnosa dokter. Perawat menegakkan diagnosa keperawatan, sedangkan dokter menegakan diagnosa medis. Berikut beberapa perbedaan antara diagnosa medis dan diagnosa keperawatan.
Berdasarkan fokus
Diagnosa medis cenderung fokus pada faktor-faktor pengobatan penyakit, sedangkan diagnosa keperawatan lebih berfokus pada reaksi/respons klien terhadap tindakan keperawatan dan tindakan medis lainnya.
Berdasarkan orientasi
Orientasi diagnosa medis adalah keadaan patologis, sedangkan diagnosa keperawatan berorientasi pada kebutuhan dasar individu.
Berdasarkan perubahan
Diagnosa medis cenderung tetap, mulai dari sakit hingga sembuh, sedangkan diagnosa keperawatan cenderung berubah sesuai dengan perubahan respons klien.
Berdasarkan hal lainnya
Diagnosis medis lebih mengarah pada tindakan medis yang sebagian dilimpahkan kepada perawat, sedangkan diagnosa keperawatan mengarah pada fungsi mandiri perawat dalam melaksanakan tindakan dan evaluasinya.
(AMP)
