Memahami Istilah E-Learning dalam Sistem Pembelajaran

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semakin berkembangnya teknologi, aktivitas manusia pun menjadi lebih praktis dan efektif dikerjakan. E-Learning adalah salah satu kemajuan teknologi yang diterapkan di bidang pendidikan.
Mengutip dari Jurnal Edunomic Volume 1 Nomor 2 yang ditulis Ratna Tiharita Setiawardhani, e-Learning adalah proses instruksi atau pembelajaran yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan, membantu perkembangan, menyampaikan, menilai, dan memudahkan suatu proses belajar-mengajar.
Pada pembelajaran e-Learning, pelajar adalah pusatnya. Proses belajar secara daring tersebut dilakukan dengan sistem interaktif, kapan pun dan di mana pun.
Kriteria Dasar E-Learning
Menurut Rosenberg dalam artikel jurnal yang ditulis Ratna Tiharita Setiawardhani, e-Learning dikategorikan ke dalam tiga kriteria dasar, di antaraya:
Bersifat jaringan yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyebarkan, menyimpan atau memunculkan kembali, dan berbagi pembelajaran maupun informasi. Kriteria ini sangat penting, sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut.
E-Learning dikirimkan kepada pengguna melalui teknologi komputer menggunakan standar teknologi Internet.
Prose belajar ini terfokus pada pandangan yang paling luas, yaitu solusi pembelajaran yang mengungguli paradigma tradisional dalam pembelajaran.
Lebih lanjut lagi, berdasarkan Jurnal Pendidikan Vokasi Volume 3 Nomor 1 yang ditulis Numiek Sulistyo Hanum, objek yang menjadi salah satu parameter keberhasilan e-Learning adalah konten, baik melalui jenis, isi, dan bobotnya.
Sebuah sistem e-Learning harus dapat memenuhi hal-hal berikut.
Menyediakan konten yang bersifat teacher-centered, yaitu konten instruksional yang bersifat prosedural, deklaratif, dan terdefinisi dengan baik serta jelas.
Menyediakan konten yang bersifat learner-centered. Maksudnya, konten yang menyajikan hasil dari instruksi yang terfokus pada pengembangan kreativitas dan memaksimalkan kemandirian.
Menyediakan contoh kerja (work example) pada material konten untuk mempermudah pemahaman dan memberikan kesempatan untuk berlatih.
Menambahkan konten berupa gim edukatif sebagai media berlatih dan alat bantu pembuatan pertanyaan.
Prinsip Membuat Pembelajaran E-Learning
Ada sembilan prinsip dalam membuat pembelajaran atau media e-Learning. Berdasarkan buku berjudul Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi karya Munir, berikut di antaranya.
Merumuskan tujuan pembelajaran.
Mengenalkan materi pembelajaran.
Memberikan bantuan dan kemudahan bagi pembelajar untuk mempelajari materi pembelajaran.
Memberikan bantuan dan kemudahan bagi pembelajar untuk mengerjakan tugas-tugas dengan perintah dan arahan yang jelas.
Materi pembelajaran yang disampaikan berdasarkan standar yang berlaku secara umum, dan sesuai dengan tingkat perkembangan pembelajar.
Materi pembelajaran disampaikan dengan sistematis dan mampu memberikan motivasi belajar. Selain itu, pada bagian akhir setiap materi pembelajaran dibuat rangkumannya.
Materi pembelajaran disampaikan sesuai kenyataan, sehingga mudah dipahami, diserap, dan dipraktikkan langsung oleh pembelajar.
Metode penjelasannya efektif, jelas, dan mudah dipahami oleh pembelajar dengan disertai ilustrasi, contoh, dan demonstrasi.
Sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran, maka dapat dilakukan evaluasi dan menerima umpan balik dari pembelajar.
(AMP)
