Konten dari Pengguna

Memahami Istilah Tester dan Pentingnya Melakukan Testing Software

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tester. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tester. Sumber: Unsplash

Dari namanya, tester adalah istilah yang berhubungan dengan tes atau uji coba. Dalam proses memprogram software, pada tahap akhir perlu dilakukan suatu pengetesan.

Pada tahap tersebut biasanya dilakukan oleh tester. Hal ini guna melihat apakah pada software tersebut terdapat hal yang perlu ditinjau kembali atau sudah cukup layak untuk digunakan.

Apabila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tester berarti pengetes atau orang yang mengetes. Arti lainnya adalah alat untuk mengetes. Maka dari itu, software tester bisa diartikan sebagai orang yang melakukan tes terhadap suatu software, atau sebuah alat yang dapat mengetes suatu perangkat lunak.

Untuk penjelasan lebih lanjut, simak uraian berikut ini.

Apa Itu Tester?

Dalam buku berjudul Testing dan Implementasi Sistem yang ditulis Romeo, S. T., disampaikan bahwa tester adalah individu yang memberikan hasil pengukuran dari kualitas produk.

Tester mencari masalah dari produk, masalah yang potensial, dan kehadiran dari masalah. Mereka mengeksplorasi, mengevaluasi, melacak, dan melaporkan kualitas produk. Sehingga, tim lain dari suatu proyek dapat membuat keputusan untuk pengembangan produk. Seorang tester software tidak melakukan pembenahan atau pembedahan kode, tetapi hanya menginformasikan.

Seputar Software Testing

Mengutip dari Jurnal KURAWAL Volume 2 Nomor 2 yang ditulis Mochamad Adam Harris Anwar dan Yudhi Kurniawan, apa yang dimaksud dengan software testing adalah suatu tahapan berupa pengujian yang dilakukan pada beberapa aspek dalam suatu aplikasi.

Ilustrasi tester. Sumber: Unsplash

Aspek yang ditinjau, misalnya, kualitas, fitur atau fungsi, keamanan, sampai kinerja dari suatu aplikasi agar memenuhi syarat dan kebutuhan pengguna.

Tujuan Testing

Mengutip dari buku yang ditulis Romeo, S. T., secara umum objektifitas dari testing adalah untuk melakukan verifikasi, validasi, dan deteksi eror untuk menemukan masalah.

Namun, ada juga pendapat dari praktisi yang dapat dipandang sebagai bagian dari objektifitas testing, antara lain:

  • Meningkatkan kepercayaan bahwa sistem dapat digunakan dengan tingkat risiko yang dapat diterima.

  • Menyediakan informasi yang dapat mencegah terulangnya galat yang pernah terjadi.

  • Menyediakan informasi yang membantu untuk deteksi eror secara dini.

  • Mencari galat dan kelemahan atau keterbatasan sistem.

  • Mencari sejauh apa kemampuan dari sistem.

  • Menyediakan informasi untuk kualitas dari produk software.

Prinsip Melakukan Testing

Mengutip kembali buku yang ditulis Romeo, S. T., secara keseluruhan terdapat enam prinsip dari testing, antara lain:

  1. Pengujian secara komplit adalah hal yang tak mungkin.

  2. Testing merupakan pekerjaan yang kreatif dan sulit.

  3. Alasan penting diadakannya pengujian adalah untuk mencegah terjadinya eror.

  4. Pengujian berbasis pada risiko.

  5. Pengujian harus direncanakan.

  6. Pengujian membutuhkan kebebasan atau independensi.

(AMP)