Konten dari Pengguna

Memahami Kalimat Efektif dan Tidak Efektif, serta Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami Kalimat Efektif dan Tidak Efektif. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Memahami Kalimat Efektif dan Tidak Efektif. Foto: Pexels

Daftar isi

Dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia, sebaiknya gunakanlah kalimat efektif dibandingkan kalimat tidak efektif. Sebab, kalimat efektif lebih membantu pembaca atau pendengar jadi memahami pesan yang disampaikan secara tepat dan cepat.

Untuk itu, kamu harus memahami konsep kalimat efektif dan tidak efektif terlebih dahulu. Di bawah ini akan dijelaskan selengkapnya mengenai konsep tersebut.

Pengertian Kalimat Secara Umum

Pengertian Kalimat Secara Umum. Foto: Pexels

Dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia edisi ketiga (1998), dijelaskan bahwa kalimat adalah satuan bahasa dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.

Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut disela jeda, kemudian diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti kesenyapan untuk mencegah terjadinya asimilasi bunyi ataupun proses fonologi lainnya.

Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Dalam tulisan disertakan juga berbagai tanda seperti koma (,), titik dua (:), dan pisah (-), dan spasi.

Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru sepadan dengan intonasi akhir, sedangkan tanda-tanda baca lainnya sepadan dengan jeda. Spasi yang mengikuti tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru melambangkan kesenyapan.

Ahli bahasa yang lain, Parera, memberi batasan atas pengertian kalimat, yaitu kalimat adalah sebuah bentuk ketatabahasaan yang maksimal dan bukan merupakan bagian dari bentuk ketatabahasaan lain yang lebih besar serta mempunyai ciri kesenyapan final.

Contohnya:

  • Tadi pagi.

  • Anak itu cerdas.

  • Apa yang dirasakan?

  • Ketika hujan turun, ia belajar.

Memahami Kalimat Efektif

Memahami Kalimat Efektif. Foto: Pexels

Untuk memahami kalimat efektif, simak pengertian dan syaratnya berikut ini.

1. Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti gagasan yang ada pada pikiran pembicara atau penulis.

Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis.

Kalimat efektif juga bisa diartikan sebagai kalimat yang terdiri atas kata-kata yang mempunyai unsur SPOK atau kalimat yang mempunyai ide atau gagasan pembicara/penulis.

2. Syarat Kalimat Efektif

Berikut sejumlah syarat kalimat efektif.

a. Kelogisan

Untuk membuat kalimat yang logis atau masuk akal, perhatikan hal-hal berikut.

  • Kalimat pasif dan aktif harus jelas.

  • Subjek dan keterangan harus jelas.

  • Pengantar kalimat dan predikat harus jelas.

  • Induk kalimat dan anak kalimat harus jelas.

  • Subjek tidak ganda.

  • Predikat tidak didahului kata 'yang'.

b. Kepararelan

Predikat kalimat majemuk setara rapatan (dua kalimat yang digabungkan menjadi satu kalimat) harus pararel. Artinya, jika kata kerja, harus kata kerja semuanya. Sementara jika kata benda, harus kata benda semuanya.

Contohnya:

  • Harga minyak disesuaikan atau kenaikan itu secara wajar. (Tidak efektif)

  • Harga minyak disesuaikan atau dinaikan secara wajar. (Efektif)

c. Ketegasan

Unsur-unsur yang ditonjolkan diletakkan di awal kalimat. Contohnya, "Presiden menegaskan agar kita selalu hidup disiplin."

Kemudian membuat urutan yang logis. Misalnya 1, 2, dan 3; kecil, sedang, dan besar; anak-anak, remaja dan orang tua, dsb.

Contohnya, "Penggemarnya tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja, orang tua bahkan kakek-kakek."

d. Kehematan

Kehematan adalah penggunaan kata-kata secara hemat, tetapi tidak mengurangi makna atau mengubah informasi. Cara membuat kalimat yang hemat adalah sebagai berikut.

  • Menghilangkan pengulangan subjek yang sama pada anak kalimat.

  • Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

  • Menghindarkan kesinoniman kata dalam kalimat.

e. Ketepatan

Ketepatan ialah pemakaian diksi atau pilihan kata harus tepat. Kata berpasangannya harus sesuai dan menghindari peniadaan preposisi.

f. Kecermatan

Cermat ialah kalimat yang dihasilkan tidak menimbulkan tafsir ganda dan harus tepat diksinya. Prinsip kecermatan berarti cermat dan tepat menggunakan diksi.

Agar tercapai kecermatan dan ketepatan diksi, harus memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini.

  • Hindari penanggalan awalan.

  • Hindari peluluhan bunyi / c /

  • Hindari bunyi / s /, / p /, / t /, dan / k / yang tidak luluh.

  • Hindari pemakaian kata ambigu.

g. Kepaduan

Kepaduan maksudnya adalah informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah. Berikut cara membuat kalimat yang padu:

  • Kallimat tidak bertele-tele dan harus sistematis.

  • Kalimat yang padu menggunakan pola aspek-agen-verbal atau aspek-verbal-pasien.

  • Di antara predikat kata kerja dan objek penderita tidak disisipkan kata daripada/tentang.

h. Kesejajaran

Kesejajaran adalah penggunaan bentuk-bentuk yang sama pada kata-kata yang paralel. Tujuannya agar kalimat terlihat rapi dan bermakna sama, kesejajaran dalam kalimat diperlukan.

Contohnya:

  • Maskapai tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan dokumen, kerusakan barang, busuknya makanan, dan jika hewan yang diletakkan di dalam bagasi tiba-tiba mati. (Salah)

  • Maskapai tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan dokumen, kerusakan barang, kebusukan makanan, dan kematian hewan.

Pada kalimat tersebut kata busuknya dan mati tidak paralel dengan kata kehilangan dan kerusakan, maka dua kata tersebut disejajarkan menjadi kebusukan dan kematian.

i. Keharmonisan

Keharmonisan kalimat artinya setiap kalimat yang kita buat harus harmonis antara pola berpikir dan struktur bahasa. Adapun struktur bahasa adalah sebagai berikut.

  • Subjek (S), adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok, benda, sesuatu hal.

  • Predikat (P), adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan apa atau dalam keadaan bagaimana subjek. Predikat dapat juga berupa sifat, situasi, status, cirri, atau jatidiri subjek.

  • Objek dan Pelengkap (O), adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat.

  • Keterangan (Ket), adalah bagian kaliamat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian yang lainnya.

Baca Juga: 10 Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif dan Pembahasannya

Memahami Kalimat Tidak Efektif

Memahami Kalimat Tidak Efektif. Foto: Pexels

Kalimat termasuk kalimat tidak efektif jika tidak memenuhi syarat-syarat kalimat efektif yang sudah dijelaskan di atas.

Agar lebih mudah memahami kalimat yang tidak efektif, simak contoh-contohnya yang dirangkum dari jurnal Ketidakefektifan Kalimat dalam Buku Ajar Tematik Kelas Satu Sekolah Dasar oleh Lismelinda.

Contoh Kalimat Tidak Efektif 1

Mereka bermain "Cerita Teman".

Mereka ikuti aba-aba Siti.

Kalimat di atas tidak efektif karena kalimat tersebut tidak gramatikal secara morfologis. Kata ikuti termasuk kata yang tidak baku. Kata yang baku adalah mengikuti.

Hilangnya afiks meN- menyebabkan kalimat tersebut tidak gramatikal. Kalimat yang efektif adalah seperti berikut.

Mereka bermain "Cerita Teman".

Mereka mengikuti aba-aba Siti.

Contoh Kalimat Tidak Efektif 2

Memindah saputangan berkeliling.

Kalimat di atas juga tidak efektif karena tidak gramatikal secara morfologis. Ketidak-gramatikalan kalimat tersebut terdapat pada kata memindah.

Kata memindah merupakan kata yang tidak baku. Hilangnya sufiks –kan pada kata tersebut menyebabkan kalimat tersebut tidak enak dibaca karena tidak gramatikal.

Berikut kalimat perbaikan untuk kalimat tidak efektif di atas.

Memindahkan saputangan berkeliling.

Contoh Kalimat Tidak Efektif 3

Saat kita pulang sekolah.

Ucapkan salam kepada guru dan teman-teman.

Besok bertemu lagi dengan mereka.

Sampai di rumah, mengetuk pintu.

Memberi salam kepada orang tua.

Kalimat di atas termasuk kalimat yang tidak efektif karena tidak gramatikal secara sintaksis. Sebuah kalimat terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan.

Kalimat tunggal bukan berarti kalimat yang pendek. Akan tetapi, sebuah kalimat tunggal setidaknya mengandung unsur subjek dan predikat.

Kalimat yang pertama pada petikan di atas, "Saat kita pulang sekolah." hanya berupa unsur keterangan saja. Jadi, bagian ini bukanlah sebuah kalimat yang dapat berdiri sendiri.

Sebaiknya, bagian kalimat itu digabungkan dengan kalimat berikutnya. Selain itu, pada kutipan di atas juga terdapat kalimat-kalimat yang tidak ada subjeknya.

Subjek merupakan unsur penting dalam sebuah kalimat. Kalimat itu adalah "Besok bertemu lagi dengan mereka. Sampai di rumah, mengetuk pintu. Memberi salam kepada orang tua."

Kalau dipahami lebih saksama, akan terasa ada bagian yang hilang dalam kalimat-kalimat itu. Bagian yang hilang itu adalah subjek.

Hal inilah yang menyebabkan kalimat itu tidak gramatikal secara sintaksis. Perhatikan kalimat perbaikan untuk kutipan di atas.

Saat kita pulang sekolah, ucapkan salam kepada guru dan teman-temanmu.

Besok, kamu akan bertemu lagi dengan mereka.

Sampai di rumah, kamu mengetuk pintu.

Kemudian, kamu memberi salam kepada orang tua.

Contoh Kalimat Tidak Efektif 4

Siti mandi pakai sabun.

Mencuci rambut pakai sampo

Menggosok gigi pakai sikat gigi dan pasta gigi.

Pada kutipan di atas terdapat bagian kalimat yang hilang sehingga kalimat tersebut tidak efektif. Kalimat itu tidak gramatikal secara sintaksis karena hilangnya unsur subjek.

Pada kalimat kedua dan ketiga, tidak jelas siapa yang mencuci rambut dan siapa yang menggosok gigi. Walaupun sebenarnya kalimat itu mengacu pada kalimat sebelumnya. Namun, kalimat tersebut sudah terpisah dari kalimat sebelumnya atau berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat.

Seharusnya, kalimat itu tetap menggunakan subjek untuk menandakan bahwa kalimat itu adalah kalimat utuh atau lengkap. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi salah pemahaman pada pembaca.

Unsur subjek pada kalimat yang mengacu pada kalimat sebelumnya dapat juga menggunakan kata ganti, seperti ia, dia, mereka, kita.

Berikut contoh perbaikannya agar menjadi kalimat yang efektif.

Siti mandi pakai sabun.

Siti mencuci rambut pakai sampo.

Ia menggosok gigi pakai sikat gigi dan pasta gigi.

Demikianlah penjelasan tentang kalimat efektif dan tidak efektif. Kamu dapat menyusun kalimat efektif dengan mengikuti syarat-syarat yang sudah dijelaskan di atas.

(DEL)