Konten dari Pengguna

Memahami Konsep Stoikiometri Senyawa dalam Ilmu Kimia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stoikiometri dalam ilmu kimia terdiri dari dua jenis, yaitu stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi. Foto: Wikipedia.com
zoom-in-whitePerbesar
Stoikiometri dalam ilmu kimia terdiri dari dua jenis, yaitu stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi. Foto: Wikipedia.com

Ada dua jenis stoikiometri dalam ilmu kimia. Kedua jenis stoikiometri tersebut adalah stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi.

Stoikiometri senyawa adalah suatu hubungan massa antar unsur dalam suatu senyawa, sedangkan stoikiometri reaksi adalah hubungan antar zat dalam suatu reaksi.

Pembahasan kali ini akan berfokus pada jenis stoikiometri senyawa, yakni hubungan kuantitatif yang terdapat di dalam suatu senyawa. Simak penjelasan di bawah ini.

Stoikiometri dalam Ilmu Kimia

Sebelum memahami konsep stoikiometri senyawa, pahami terlebih dahulu apa itu konsep stoikiometri.

Dikutip dari Teori Belajar dan Implementasinya dalam Pembelajaran IPA karya Dr. Indrawati, M.Pd, kata stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu stoicheon yang artinya unsur dan metron yang berarti mengukur.

Dengan kata lain stoikiometri adalah perhitungan kimia yang menyangkut hubungan kuantitatif zat yang terlibat dalam proses rekasi.

Prinsip stoikiometri sendiri pertama kali disampaikan oleh seorang ahli kimia yang berasal dari Perancis bernama Jeremias Benjamin Richter (1762-1807).

Menurut Richter, stoikiometri adalah ilmu tentang pengukuran perbandingan kuantitatif atau pengukuran perbandingan antar unsur kimia yang satu dengan yang lain dinyatakan dalam hukum-hukum dasar kimia.

Stoikiometri sendiri didasari oleh hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan berganda, hukum Boyle, dan hukum Boyle-Gay Lussac.

Stoikiometri Senyawa

Stoikiometri senyawa adalah hubungan antara unsur-unsur di dalam suatu senyawa. Foto: Univerisity of Toroto

Dikutip dari buku Ringkasan Materi Sukses Ujian Sekolah : Kimia SMA/MA karya Saptono Nugrohadi, stoikiometri senyawa adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan komposisi suatu senyawa (hubungan unsur-unsur di dalamnya).

Kadar unsur di dalam suatu senyawa dapat ditentukan menggunakan rumus kimia senyawa, begitu pula sebaliknya, rumus kimia senyawa dapat diperoleh apabila unsur-unsur dalam senyawa dapat diketahui.

Rumus senyawa dapat dihitung menggunakan dua rumus, yakni rumus molekul dan rumus empiris. Rumus molekul adalah rumus sebenarnya dari senyawa, sedangkan rumus empiris adalah rumus paling sederhana dari senyawa.

Dalam memahami stoikiometri senyawa, ada beberapa hal yang perlu dipahami. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

Hal-hal yang perlu dipahami dalam konsep stoikiometri senyawa adalah massa atom relatif, massa molekul relatif, dan konsep mol. Foto: Shutterstock.com

1. Massa Atom Relatif (Ar)

Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa suatu atom dengan 1/12× massa suatu atom isotop karbon-12 atau C-12 (massa atom standar).

Massa atom relatif suatu unsur diperlukan untuk menentukan massa molekul relatif suatu senyawa baik yang berupa molekul unsur, molekul senyawa, dan senyawa ion.

2. Massa Molekul Relatif (Mr)

Massa molekul relatif suatu senyawa adalah perbandingan massa satu molekul senyawa dengan 1/12× massa satu atom isotop karbon-12 atau C-12 (massa standar).

Massa molekul relatif (Mr) dapat dinyatakan dengan menjumlahkan massa atom relatif (Ar) atom-atom unsur pembentuk senyawa.

3. Konsep Mol

Mol adalah satuan pengukuran dalam Sistem Satuan Internasional untuk jumlah zat dalam ilmu kimia. Satu mol suatu zat adalah banyaknya zat tersebut yang mengandung 6,02×1023 buah partikel.

Massa satu mol suatu zat sama dengan Ar atau Mr zat tersebut yang dinyatakan dalam gram.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa asal-usul kata stoikiometri?

chevron-down

Kata stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu stoicheon yang artinya unsur dan metron yang berarti mengukur.

Siapa orang pertama yang menyampaikan prinsip stoikiometri?

chevron-down

Prinsip stoikiometri sendiri pertama kali disampaikan oleh seorang ahli kimia yang berasal dari Perancis bernama Jeremias Benjamin Richter (1762-1807).

Apa yang dimaksud dengan massa atom relatif?

chevron-down

Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa suatu atom dengan 1/12× massa suatu atom isotop karbon-12 atau C-12 (massa atom standar).