Memahami Pembagian Kelompok Wilayah Persebaran Fauna di Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana pembagian kelompok wilayah persebaran fauna di Indonesia? Seperti halnya persebaran flora, fauna Indonesia secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga wilayah, yaitu fauna Indonesia bagian barat, bagian tengah, dan bagian timur.
Batas-batasan persebaran fauna di Indonesia tidak setegas persebaran flora. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan fauna merupakan makhluk hidup yang memiliki kecenderungan melakukan perpindahan (migrasi) lebih tinggi, jika dibandingkan flora.
Berdasarkan buku IPS Terpadu untuk SMP Kelas VIII karya Y. Sri Pujiastuti (2017: 47), secara umum, faktor yang memengaruhi persebaran fauna di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu penyebab persebaran, sarana persebaran, dan hambatan persebaran.
Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambatnya, yaitu faktor hambatan geografis, hambatan biologis, hambatan iklim, hingga hambatan tanah.
Langsung saja dirangkum dari buku IPS Terpadu (Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi) untuk Kelas VII SMP karya Nana Supriatna (2016: 27).
1. Fauna Indonesia bagian Barat
Wilayah fauna Indonesia bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Fauna Indonesia bagian barat disebut juga fauna Asiatis. Region fauna bagian ini disebut wilayah Tanah Sunda.
Persebaran antara fauna Indonesia bagian barat dan fauna Indonesia bagian tengah dibatasi oleh garis Wallace, yang melewati Selat Lombok dan lurus sampai ke Selat Makassar. Adapun garis Weber merupakan garis batas paling timur dari hewan bercorak Asia.
Jenis-jenis fauna Indonesia bagian barat, antara lain sebagai berikut:
Mamalia, misalnya gajah, harimau sumatera, badak bercula satu, tapir, rusa, beruang madu, banteng, kerbaru, monyet, orangutan, macan, tikus, bajing, kijang, kelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.
Reptil, misalnya buaya, kura-kura, ular, tokek, biawak, dan trenggiling.
Burung, misalnya burung hantu, elang, jalak, merak, dan kutilang.
Berbagai macam jenis unggas.
Berbagai macam jenis serangga.
Berbagai macam jenis ikan tawar dan pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam).
2. Fauna Indonesia bagian Tengah
Wilayah fauna Indonesia bagian tengah sering disebut wilayah fauna kawasan Wallacea. Wilayah ini merupakan wilayah peralihan antara fauna Asiatis dan fauna Australis. Regionnya terdiri dari Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku.
Jenis-jenis fauna Kepulauan Wallacea, antara lain sebagai berikut.
Mamalia, misalnya anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsisus, kuda, sapi, dan banteng.
Reptil, misalnya biawak, kura-kura, buaya, ular, dan komodo.
Amfibi, misalnya katak pohon, katak terbang, dan katak air.
Berbagai macam jenis burung, misalnya burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan angsa.
3. Fauna Indonesia bagian Timur
Wilayah fauna Indonesia bagian timur atau wilayah fauna Tanah Sahul yang meliputi wilayah Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Fauna di wilayah ini disebut juga sebagai fauna yang bertipe Australis.
Garis Weber bukan merupakan pembatas bagian barat dari penyebaran hewan bercorak Australis. Namun, garis batas paling barat hewan bercorak Australia dikenal dengan nama garis Lydekker.
Jenis-jenis fauna Indonesia bagian timur, antara lain sebagai berikut:
Mamalia, misalnya kanguru, wallabi, nokdiak (landak Papua), opossum layang (pemanjang berkantung), kuskus, dan kangguru pohon.
Reptil, misalnya buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.
Amfibi, antara lain katak pohon, katak air, dan katak terbang.
Burung, misalnya nuri, cendrawasih, kasuari, dan kakaktua.
Berbagai jenis ikan.
Berbagai macam serangga.
(VIO)
