Memahami Penyebab Erosi Tanah dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
7 Desember 2021 19:42
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memahami Penyebab Erosi Tanah dan Dampaknya terhadap Kehidupan (16094)
zoom-in-whitePerbesar
Erosi tanah adalah fenomena alam yang dapat menyebabkan terjadinya peurunan produktivitas tanah. Foto: Pixabay.com
ADVERTISEMENT
Apa penyebab dan dampak dari peristiwa erosi tanah? Temukan jawabannya dalam penjelasan mengenai penyebab erosi tanah dan dampaknya terhadap kehidupan di bawah ini.
ADVERTISEMENT
Erosi merupakan peristiwa terjadinya pengikisan pada permukaan bumi, khususnya tanah akibat faktor-faktor pengangkut, seperti air, angin, gelombang, atau arus.
Untuk memahami lebih banyak mengenai erosi, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian dan Bentuk Erosi

Menurut Drs. Kustopo, M.Pd dalam bukunya yang berjudul Geografi Paket C Tingkatan V Modul Tema 4, erosi adalah proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari satu tempat ke tempat lain oleh suatu tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi.
Fenomena erosi bisa dilihat pada pelebaran sungai akibat tanah di pinggiran sungai terkikis oleh aliran air yang ada di sungai. Erosi tidak hanya terjadi akibat air, tetapi beberapa komponen lingkungan lainnya.
Berdasarkan faktor penyebab terjadinya erosi, erosi terdiri dari beberapa bentuk, yaitu:
ADVERTISEMENT
  • Ablasi adalah bentuk erosi yang diakibatkan oleh air yang mengalir.
  • Abrasi adalah jenis erosi yang diakibatkan oleh gelombang air laut.
  • Eksarasi adalah jenis erosi yang disebabkan oleh hasil pengerjaan es.
  • Deflasi adalah jenis erosi yang disebabkan oleh tenaga angin.

Penyebab Terjadinya Erosi

Menurut Djati Mardiatno dan ‎Muh. Aris Marfai dalam bukunya yang berjudul Analisis Bencana untuk Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, keempat komponen tersebut merupakan penyebab terjadinya erosi. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen:
Memahami Penyebab Erosi Tanah dan Dampaknya terhadap Kehidupan (16095)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu jenis erosi adalah abrasi, erosi yang disebabkan oleh gelombang laut. Foto: Pixabay.com
  1. Air merupakan faktor penyebab terjadinya pengikisan pada tanah. Semakin tinggi laju aliran air, semakin besar pula erosi yang terjadi.
  2. Gelombang air laut adalah penyebab terjadinya erosi pada daerah pantai (abrasi). Tinggi rendahnya abrasi dipengaruhi oleh besar kecilnya kekuatan gelombang air laut.
  3. Es atau salju merupakan salah satu penyebab terjadinya erosi. Turunnya salju pada lereng atau perbukitan dan mengangkut material yang dilalui, salah satunya tanah.
  4. Angin merupakan tenaga yang dapat mengakibatkan terbawanya partikel-partikel tanah sehingga secara perlahan, debu dan tanah mengalami pengikisan.
ADVERTISEMENT

Dampak Erosi bagi Kehidupan

Memahami Penyebab Erosi Tanah dan Dampaknya terhadap Kehidupan (16096)
zoom-in-whitePerbesar
Dampak erosi tanah bagi kehidupan adalah menurunnya kualitas dari tanah. Foto: Pixabay.com
Sebagai sebuah peristiwa alam, erosi tentunya memberikan sejumlah dampak bagi kehidupan, baik kehidupan manusia maupun kehidupan makhluk lainnya.
Secara umum, erosi memberikan dampak besar terhadap kualitas tanah. Namun, ada beberapa dampak lainnya yang diakibatkan oleh erosi, yaitu:
  • Penurunan produktivitas tanah.
  • Tanah kehilangan unsur hara yang diperlukan tanaman.
  • Kualitas tanaman menurun.
  • Laju infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air berkurang.
  • Struktur tanah menjadi rusak.
  • Lebih banyak tenaga diperlukan untuk mengolah tanah.
  • Erosi gully dan tebing (longsor) menyebabkan lahan terbagi-bagi dan mengurangi luas lahan yang dapat ditanami.
  • Pendapatan petani terancam berkurang akibat turunnya kualitas tanah.
(SAI)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020