Memahami Sejarah dan Konsep Hukum Perbandingan Volume

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum perbandingan volume adalah salah satu hukum dasar kimia, selain hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan berganda, dan lain sebagainya.
Hukum perbandingan volume dikenal dengan sebutan lain, yaitu hukum Gay Lussac. Hukum ini menjelaskan tentang reaksi gas dengan volume konstan akan berbanding lurus dengan nilai suhunya.
Dalam ilmu kimia, hukum Gay Lussac memiliki kemiripan dengan hukum Charles. Untuk memahami hukum Gay Lussac atau hukum perbandingan volume, simak penjelasan di bawah ini.
Sejarah Hukum Perbandingan Volume
Sebelum mengetahui apa yang dimaksud dengan hukum perbandingan volume, pahami terlebih dahulu sejarah munculnya hukum perbandingan volume.
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, hukum perbandingan volume seringkali disebut sebagai hukum Gay Lussac. Disebut sebagai hukum Gay Lussac karena hukum ini dikemukakan oleh Joseph Louis Gay Lussac.
Pada tahun 1980, Joseph Louis Gay Lussac melakukan percobaan terhadap berbagai reaksi gas. Dikutip dari Tata Nama Senyawa dan Perhitungan Kimia karya Profilia Putri, S.Si, M.Pd, dkk, berikut hasil percobaan Gay Lussac:
2 volume gas hidrogen + 1 volume gas oksigen → 2 volume uap air
1 volume gas nitrogen + 3 volume gas hidrogen → 2 volume gas amonia
1 volume gas hidrogen + 1 volume gas klorin → 2 volume gas hidrogen klorida
Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, hukum Gay Lussac memiliki kemiripan dengan hukum Charles. Pada buku Gay Lussac, ia mengutip karya Jacques Charles dari sekitar tahun 1787 yang tidak dipublikasikan.
Perbedaan dari keduanya adalah pada proses percobaannya. Dalam eksperimennya, Gay Lussac menggunakan wadah yang bersifat kaku dan keras, sedangkan Charles menggunakan wadah yang fleksibel.
Hukum Perbandingan Volume
Dikutip dari Top One Bedah Kisi-kisi Terlengkap yang disusun oleh Tim Guru Indonesia, hukum perbandingan volume adalah hukum yang menyatakan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi volume gas-gas hasil reaksi merupakan perbandingan bulat dan sederhana.
Hukum perbandingan volume berbunyi sebagai berikut:
Pada suhu dan tekanan yang sama volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.
Bunyi hukum tersebut dikemukakan oleh Gay Lussac berdasarkan temuannya, yakni:
Pembentukan uap air, 2 bagian volume gas hidrogen akan bereaksi dengan 1 bagian volume gas oksigen menghasilkan 2 bagian volume uap air. Dengan demikian perbandingan volume gas hidrogen, oksigen dan uap air adalah 2:1:2.
Pembentukan gas amonia, 1 bagian volume gas nitrogen bereaksi dengan 3 bagian volume gas hidrogen menghasilkan 2 bagian volume gas amonia. Dengan perbandingan volume gas-gas adalah 1: 3: 2.
Pembentukan uap hidrogen klorida, 1 bagian volume gas hidrogen akan bereaksi dengan 1 bagian volume gas klor, menghasilkan 2 bagian volume gas hidrogen klorida. Dengan demikian perbandingan volume gas-gas yang beraksi adalah 1:1:2.
(SAI)
