Membuat Proposal Usaha Makanan, Ketahui Rinciannya sebagai Berikut!

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proposal usaha makanan merupakan bentuk perencanaan usaha yang berisi keseluruhan proses. Umumnya, mencakup hal-hal yang akan dikerjakan pada masa mendatang dan tujuan yang akan dicapai.
Mengutip dari jurnal Business Plan Cake Pelangi Dadar Gulung, peluang bisnis pada sektor makanan sangat terbuka lebar. Sebab, semua manusia pasti membutuhkan makanan dalam kehidupannya.
Proposal Usaha Makanan
Proposal usaha makanan memuat ide kreatif tentang bisnis pangan yang dibuat oleh suatu pemilik usaha. Oleh sebab itu, pengusaha harus pandai dan kreatif dalam menciptakan suatu usaha khususnya di bidang makanan.
Pada era sekarang, semakin kreatif seseorang membuat suatu usaha, upaya itu akan menarik perhatian konsumen untuk mencoba. Dengan adanya proposal, pengajuan suatu ide usaha lebih terstruktur.
Cara Membuat Proposal Usaha Makanan
Mengutip dari jurnal Business Plan Sebagai Langkah Awal Memulai Usaha oleh Supriyanto, berikut komponen utama yang dianjurkan dalam membuat proposal usaha makanan:
1. Ringkasan
Ringkasan memuat gambaran singkat sekitar 1 sampai 2 halaman. Isinya mencakup latar belakang usaha makanan, penggagas usaha, pasar yang menjadi sasaran, pengelolaan makanan, hingga kelayakan usaha secara finansial dan umum.
2. Deskripsi Perusahaan
Deskripsi perusahaan berisi gambaran singkat mengenai profil perusahaan yang akan menjalankan bisnis. Misalnya, perusahaan bisnis makanan.
Pada bagian ini sejarah pembentukan perusahaan, visi dan misi, produk makanan, dan kepemilikan perusahaan dicantumkan.
3. Produk Makanan yang akan dipasarkan
Bagian ini berisi penggambaran produk makanan apa saja yang akan diproduksi dan dipasarkan. Kemudian, terdapat penjelasan kelebihan dari produk yang akan dijual dan perbedaannya dengan makanan lain.
Selain itu, jelaskan juga manfaat makanan untuk tubuh manusia dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengelola makanan.
4. Analisis Aspek Pasar
Pada bagian ini berisi gambaran tentang peluang bisnis dan prospeknya. Rincian yang perlu dijabarkan adalah apa yang akan dibuat? Apa yang dibutuhkan pasar? Apa yang dibutuhkan konsumen? Apakah ada peluang?
Pembuat proposal juga perlu menjelaskan kondisi persaingan yang ada di pasar, jenis pasar, konsumen, produk yang akan dijual, dan memetakan kompetitor di bisnis yang sama.
Selain itu, menjelaskan target pasar dan target penjualan pasar. Untuk mencapai target tersebut perlu didukung oleh usaha pemasarannya. Jabarkan pula teknik-teknik pemasaran yang akan dilakukan. Salah satu bentuk pemasaran yang bisa digunakan ialah bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi.
5. Analisis Aspek Produksi
Analisis aspek produksi memuat tentang lokasi, peralatan yang digunakan, skala produksi yang mencakup keuntungan, dan pemilihan teknologi dalam produksi.
6. Analisis Aspek Manajemen
Bagian ini berisi gambaran tentang waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan makanan dari bahan baku menjadi makanan siap jual. Selanjutnya, mengenai jumlah karyawan yang dibutuhkan dan bentuk kemasan makanan yang siap dijual.
7. Analisis Aspek Keuangan
Dalam bagian ini djelaskan kebutuhan dana yang telah dihitung secara menyeluruh. Kemudian, jabarkan juga sumber dana dan cara menghitung aliran kas perusahaan.
Selain itu, menilai kelayakan usaha dari sisi keuangan yang akan menjabarkan mengenai biaya produksi, keuntungan yang didapat, dan nilai kekayaan bersih perusahaan.
(FNS)
