Mengapa Es Teh Disebut sebagai Zat Campuran?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teh merupakan minuman yang dulunya dikonsumsi secara khusus sebagai pengobatan herbal atau tradisional karena memiliki sejumlah manfaat yang baik bagi tubuh manusia.
Namun, seiring berkembangnya zaman, masyarakat Indonesia mengkonsumsi minuman teh sebagai pendamping ketika makan. Minuman teh yang biasanya dikonsumsi orang Indonesia dalam es teh.
Es teh adalah minuman yang berbahan dasar teh yang dicampur dengan air putih dan es batu serta gula jika ingin menambahkan pemanis.
Melansir dari Buku Tema 9 kelas 5 SD dan MI yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, es teh disebut sebagai zat campuran. Mengapa demikian? Simak penjelasan berikut ini.
Pengertian dan Jenis-Jenis Zat Campuran
Sebelum menjawab pertanyaan mengapa es teh bisa disebut sebagai zat campuran, sekiranya perlu untuk memahami apa yang dimaksud dengan zat campuran tersebut.
Zat atau materi pada umumnya diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok berdasarkan jenisnya, yaitu unsur, senyawa dan campuran.
Menurut Dr. Ramlawati, M.Si, dkk dalam Zat dan Karakteristiknya menyebutkan bahwa campuran adalah materi yang tersusun oleh dua macam zat atau lebih yang tidak terikat secara kimia dan dapat dipisahkan kembali dengan cara fisika.
Zat campuran biasanya terbagi menjadi dua macam, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.
1. Campuran Homogen
Campuran homogen merupakan jenis zat campuran yang setiap bagian dari zat-zat tercampur secara merata, baik dari warna, rasa, serta perbandingan zat-zat tercampur
Selain itu, campuran homogen juga dapat diartikan sebagai komponen penyusunnya tercampur secara merata sehingga setiap bagiannya mempunyai sifat yang sama.
Zat-zat campuran homogen biasanya juga disebut sebagai zat terlarut dan pelarut, yang mengalami proses kelarutan akibat beberapa faktor, yaitu:
Suhu, makin tinggi suhu makin besar kelarutannya.
Luas permukaan, makin besar luas permukaan, zat makin mudah larut.
Pengadukan, mempercepat kelarutan zat.
Sifat dari sebuah zat berdasarkan kelarutannya.
Contoh dari zat campuran homogen adalah gula yang larut dalam air.
2. Campuran Heterogen
Selain zat campuran homogen, terdapat pula zat campuran heterogen. Zat campuran ini adalah campuran yang setiap bagian-bagiannya tidak sama, baik warna, rasa serta perbandingan zat-zat tercampurnya tidak sama.
Zat campuran heterogen juga membuat satu komponen dengan komponen lainnya terdapat bidang batas, sehingga kita dapat membedakan satu dengan yang lainnya.
Contoh dari zat campuran hetergon ialah campuran kopi dan air atau campuran minyak dan air.
Mengapa Es Teh Disebut sebagai Zat Campuran?
Setelah memahami penjelasan mengenai zat campuran di atas, akan terasa mudah untuk menjawab pertanyaan mengapa es teh disebut sebagai zat campuran.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, es teh merupakan minuman yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu teh, air putih, es batu, dan gula. Dengan demikian, es teh memiliki 4 zat yang tercampur di dalamnya.
Tak hanya itu, es teh juga biasanya dicampur dengan beberapa zat lainnya, seperti melati, susu, lemon, buah ceri, dan sebagainya untuk menambahkan rasa lain.
Oleh sebab itu, es teh disebut sebagai zat campuran karena memiliki beberapa zat yang berbeda dan menyatu di dalamnya.
(SAI)
