Konten dari Pengguna

Mengenal Agama Resmi yang Diakui di Indonesia, Apa Saja Ya?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keragaman agama yang ada di Indonesia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keragaman agama yang ada di Indonesia. Foto: Pixabay

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling majemuk di dunia. Keragaman masyarakat baik suku, ras, budaya, hingga agama menjadi kelebihan sekaligus kekurangan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Kelebihan keberagaman masyarakat di Indonesia adalah ketika keragaman dapat dikelola dengan baik dan menjadi alat pemersatu bangsa. Akan tetapi, jika tidak dapat dikemas dengan baik, itu akan menimbulkan adu domba yang berujung pada perpecahan.

Merekam jejak ke masa lalu, sejarah berdirinya Indonesia tidak lepas dari kehadiran negara penjajah. Era kolonialisme yang masuk ke Indonesia sebenarnya bukan hanya bertujuan untuk kepentingan ekonomi semata, melainkan juga tentang pendidikan hingga ajaran agama.

Sebelum kedatangan agama-agama yang dibawa oleh negara-negara kolonial, masyarakat Indonesia telah memiliki sistem kepercayaan berupa animisme dan dinamisme, yaitu kepercayaan pada roh maupun benda-benda tertentu.

Namun, seiring berjalannya waktu, masuk agama Hindu yang merupakan agama tertua di Indonesia. Menariknya, agama Hindu tetap menyerap tradisi-tradisi yang berkembang pada kepercayaan-kepercayaan masyarakat setempat.

Berdasarkan buku Agama dan Perdamaian karangan Prof.Dr. H. M Ridwan Lubis, agama memiliki fungsi eksistensi di tengah masyarakat, di antaranya meliputi:

  • Agama mendasarkan perhatiannya pada sesuatu yang berada di luar jangkauan manusia, yaitu melibatkan takdir.

  • Agama menawarkan suatu hubungan transendental berupa pemujaan dan upacara ibadat.

  • Agama mendukung keluhuran nilai dan norma yang telah terbentuk dan menjadi kaidah masyarakat dalam berperilaku sehari-hari.

  • Agama juga mampu memberikan standar nilai, ketika nilai dan norma lama harus dikaji kembali. Sebab, ada beberapa hal yang mungkin bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Lewat kehadiran agama, agama bertujuan untuk meneguhkan nilai humanis itu kembali.

Agama Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia. Foto: Pixabay

Agama Resmi di Indonesia

Mengutip dalam situs resmi Republik Indonesia indonesia.go.id dalam Portal Informasi Indonesia, berikut enam agama resmi yang diakui di Indonesia.

1. Islam

Tempat ibadah: Masjid

Kitab suci: Alquran

Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Saat ini ada lebih dari 207 juta umat Muslim di Indonesia, jika ditulis dalam bentuk persentase, presentasenya mencapai 87, 2%.

2. Protestan

Tempat ibadah: Gereja

Kitab suci: Al Kitab

Agama Kristen Protestan adalah sebuah denominasi dalam agama Kristen yang muncul setelah bentuk protes Marthin Luther pada tahun 1517. Di Indonesia populasinya sebanyak 6,9%.

3. Katolik

Tempat ibadah: Gereja

Kitab suci: Al Kitab

Agama Kristen Katolik di Indonesia berawal dari kedatangan bangsa Portugis ke Kepulauan Maluku. Orang-orang Maluku adalah orang yang pertama menjadi Katolik di Indonesia. Jumlah penganut agama Katolik di Indonesia berkisar 2,9%.

Ilustrasi beribadah sesuai ajaran agama, Foto: Pixabay

4. Hindu

Tempat ibadah: Pura

Kitab suci: Weda

Hindu memiliki sejarah yang paling panjang dibandingkan dengan agama resmi lain di Tanah Air. Provinsi Bali memiliki penganut agama Hindu terbesar di Indonesia. Penduduk Indonesia yang memeluk agama Hindu kira-kira jumlahnya sebanyak 1,7% dari seluruh warga Indonesia.

5. Buddha

Tempat ibadah: Vihara

Kitab suci: Tripitaka

Agama Buddha merupakan agama tertua di dunia dan juga di Indonesia yang berasal dari India. Buddha berkembang cukup baik di daerah Asia. Di Indonesia, populasi masyarakat yang memeluk agama Buddha diperkirakan jumlahnya sebesar 1,7% dari jumlah keseluruhan warga Indonesia.

6. Khonghucu

Tempat ibadah: Klenteng/Litang

Kitab suci: Shishu Wujing

Penyebaran agama Khonghucu di Indonesia dilakukan oleh orang-orang Tionghoa yang merantau ke Indonesia. Populasi pemeluk agama Khonghucu hanya mencapai 0,05%.

(VIO)