Mengenal Alat dan Sistem Pernapasan Mamalia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski memiliki cara dan sistem yang berbeda-beda, setiap makhluk hidup melakukan pernapasan agar dapat bertahan hidup. Begitu pula pada hewan mamalia.
Hewan mamalia adalah hewan yang menyusui anaknya. Hewan mamalia ada yang hidup di darat dan di laut. Sapi, kambing, kucing, kera, dan rusa adalah contoh mamalia yang hidup di darat, sedangkan, mamalia air contohnya paus dan lumba-lumba.
Hewan mamalia, yang hidup di darat maupun di air, menggunakan paru-parunya untuk bernapas. Mamalia air mempunyai lubang khusus pengganti hidung yang berfungsi memasukkan dan mengeluarkan udara.
Sistem pernapasan mamalia sendiri tidak jauh berbeda dengan manusia. Nah, untuk mengetahui lebih jauh mengenai alat dan sistem pernapasan mamalia, simak penjelasan lengkapnya berikut.
Alat Pernapasan Mamalia
Mengutip buku IPA Biologi Jilid 2 SMP dan MTs untuk Kelas VIII oleh Saktiyono, alat pernapasan mamalia terdiri dari hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru.
Hidung berfungsi sebagai tempat masuknya udara. Setelah mengalir melalui berbagai ruang di dalam rongga hidung, udara akan diteruskan ke faring, laring, hingga melewati trakea atau batang tenggorokan.
Trakea bercabang menjadi dua bronkus, yang masing-masingnya menuju ke setiap belahan paru-paru. Dalam paru-paru, bronkus bercabang menjadi pipa-pipa yang disebut bronkiolus.
Pada mamalia, paru-paru terletak dalam rongga dada. Paru-paru mamalia memiliki tekstur yang mirip spons dan berbentuk seperti sarang lebah dengan epitelium lembap yang berfungsi sebagai permukaan respirasi.
Sistem Pernapasan Mamalia
Seperti yang telah dijelaskan, sistem pernapasan mamalia pada dasarnya hampir serupa dengan manusia, terutama bagi mamalia darat. Mengutip buku Biologi Edisi Kelima Jilid III oleh Neil A. Campbell (2004), berikut tahapan sistem pernapasan mamalia.
Udara masuk melalui lubang hidung, lalu disaring oleh rambut, dihangatkan, dilembapkan, dan dicek jika ada bebauan. Proses penyaringan udara ini bertujuan mencegah kotoran masuk ke dalam paru-paru.
Seekor mamalia bernapas dengan cara mengubah tekanan udara di dalam paru-parunya relatif terhadap tekanan atmosfer lingkungan luar.
Selama inhalasi atau penghirupan, otot rusuk dan diafragma berkontraksi. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat saat diafragma bergerak turun dan sangkar tulang rusuk membesar.
Tekanan udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir ke dalam paru-paru.
Ekshalasi atau pengembusan napas terjadi saat otot rusuk dan diafragma berelaksasi, yang memulihkan volume rongga dada menjadi kecil seperti semula.
Mamalia yang hidup di air juga bernapas dengan paru-paru, tetapi dilengkapi katup pada hidungnya. Katup itu akan menutup saat menyelam dan terbuka saat muncul di permukaan air.
Mamalia air muncul di permukaan air untuk mengambil oksigen serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air, seperti yang dilakukan paus.
(ADS)
