Mengenal Apa Itu Kalimat Majemuk, Jenis, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kalimat majemuk adalah salah satu jenis kalimat yang dipelajari dalam materi Bahasa Indonesia. Jenis kalimat ini dapat ditemukan di berbagai karya tulis maupun karya sastra di media online maupun media cetak. Lalu, apa itu kalimat majemuk?
Mengetahui pengertian kalimat majemuk dapat membantu seseorang untuk menyusun sebuah kalimat dengan baik. Manfaat lainnya, Anda dapat menyampaikan suatu gagasan dengan tertata, baik secara tulisan maupun lisan.
Artikel ini akan mengungkap apa itu kalimat majemuk dan macam-macam kalimat berdasarkan pola kalimat dalam aturan bahasa Indonesia. Simak penjelasan lengkapnya pada ulasan berikut ini.
Apa itu Kalimat Majemuk?
Kalimat adalah bagian terkecil sebuah teks yang menjadi bagian dari sebuah paragraf. Kalimat majemuk adalah salah satu jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa atau kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat.
Mengutip buku dengan judul Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia oleh Tika Hatikah, dkk., kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua klausa atau lebih.
Hubungan antar klausa dalam kalimat majemuk ditandai dengan adanya kata hubung atau konjungsi pada awal salah satu klausa tersebut. Contohnya:
"Ia tidak memiliki gaji terlalu besar, tetapi dapat menghidupi dirinya dan keluarganya".
Contoh kalimat di atas memiliki dua klausa dengan kata konjungsi tetapi. Setiap klausa dari kalimat tersebut dapat berdiri sendiri. Dari contoh kalimat di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat majemuk memiliki ciri-ciri yang membedakan jenis kalimat ini dengan jenis kalimat lainnya.
Kalimat majemuk mengandung penggabungan atau perluasan. Perluasan tersebut membentuk pola kalimat yang baru, terdapat perubahan intonasi dan ada subjek dan predikat lebih dari satu.
Baca Juga: Kalimat Efektif: Pengertian, Ciri, dan Contoh Kalimat dalam Bahasa Indonesia
Macam-Macam Kalimat Majemuk
Setelah mengetahui pengertian dan ciri-cirinya, sekarang Anda juga perlu memahami penulisan pola kalimat majemuk yang benar. Pola kalimat adalah susunan kalimat yang terdiri atas subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.
Namun, pola kalimat ini bukan harga mati saat menulis sebuah kalimat dalam sebuah teks. Artinya, setiap kalimat tak harus berpola subjek, predikat, maupun objek.
Berdasarkan buku berjudul Bahasa Indonesia Materi Kuliah oleh Widjono HS, pola kalimat majemuk terdiri atas kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran. Masing-masing jenis kalimat tersebut mempunyai karakter yang berbeda. Berikut penjelasannya.
1. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat setara bersifat koordinatif dan tidak saling menerangkan. Dalam jenis kalimat ini, setiap klausa memiliki status yang sama dan sederajat.
Lebih lanjut, jenis kalimat majemuk dapat bersifat eksplisit dan dihubungkan dengan kata hubung koordinatif seperti dan, atau, tetapi, lalu dan lain-lain.
Namun, tak jarang hubungan kalimat majemuk setara bersifat implisit, yang artinya setiap klausa dalam kalimat tidak menggunakan kata penghubung.
Setiap kalimat majemuk setara terbagi menjadi empat jenis yakni setara gabungan, setara pilihan, setara urutan, setara perlawananan. Berikut penjelasan dan masing-masing contoh kalimat.
a. Majemuk Setara Gabungan
Kalimat setara gabungan umumnya ditandai dengan konjungsi dan. Contohnya:
Dosen menerangkan kalimat majemuk dan mahasiswa mendengarkannya dengan cermat.
Dosen serta mahasiswa bekerja secara kreatif dan inovatif
b. Majemuk Setara Pilihan
Jenis kalimat ini merupakan kalimat majemuk yang memiliki makna memberi pilihan dan ditandai dengan konjungi atau. Contohnya:
Anda pergi ke kampus atau menghadiri seminar?
Anda harus kuliah dengan nilai yang tinggi atau tidak usah kuliah.
c. Majemuk Setara Urutan
Jenis kalimat ini menjelaskan tentang urutan kejadian, cara, dan sebagainya. Jenis kalimat ini ditandai dengan konjungsi lalu, lantas, dan kemudian. Contohnya:
Ia pulang lalu pergi menjemput anaknya.
Kami menyelesaikan lalu pergi menjemput anaknya.
Kami menyelesaikan kuliah lantas bekerja
Kami bekerja dan menabung kemudian mengawali bisnis ini
d. Majemuk Setara Perlawanan
Kalimat majemuk ini merupakan jenis kalimat dengan dua klausa yang memiliki makna berlawanan. Jenis kalimat ini ditandai dengan konjungsi tetapi, melainkan, dan sedangkan. Contohnya:
Mahasiswa itu mengharapkan nilai ujian yang tinggi, tetapi malas belajar.
Ia bukan pandai, melainkan rajin.
Orang itu giat bekerja, sedangkan adiknya malas.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat subordinatif. Jenis kalimat ini memiliki hubungan antar klausa yang tidak sederajat. Klausa satu merupakan klausa atasan dan klausa lainnya.
Kedua klausa tersebut dihubungkan dengan kata hubung subordinatif seperti ketika, kalau, meskipun, karena dan sebagainya. Berikut jenis-jenis kalimat majemuk bertingkat berdasarkan tujuan jenis anak kalimat yang digunakan.
a. Keterangan Waktu
Jenis kalimat ini ditandai dengan kata hubung ketika, waktu, saat, setelah, dan sebelum. Contohnya:
Mereka segera mencari peluang kerja setelah menyelesaikan studinya.
Waktu diangkat sebagai pejabat, ia belum menunjukkan kewibawaannya.
b. Keterangan Sebab
Jenis kalimat yang ditandai dengan kata sebab, lantaran, dan karena. Contohnya:
Lalu lintas macet karena karyawan di sekitar jalan itu pulang bersamaan.
Orang itu meninggal karena menderita sakit jantung.
c. Keterangan Hasil
Jenis kalimat ini ditandai dengan kata konjungsi hingga, sehingga dan akhirnya. Contoh:
Tsunami itu datang tiba-tiba akibatnya puluhan ribu penduduk tewas.
Pengusa itu bekerja keras sehingga berhasil mendapatkan untung besar.
d. Keterangan Syarat
Jenis kalimat ini ditandai dengan konjungsi jika, apabila, kalau, andaikata. Contoh:
Andaikata engkau memenangkan lomba itu, bagaimana perasaanmu?
Saya akan santuni orang miskin apabila mendapatkan uang sebanyak itu.
e. Keterangan Tujuan
Jenis kalimat ini ditandai dengan konjungsi agar, supaya, demi, untuk, dan guna. Berikut contohnya:
Agar rakyat makmur, kita harus memberikan penyuluhan kerja yang kreatif.
Kita harus bekerja keras demi masa depan yang gemilang.
f. Keterangan Cara
Jenis kalimat ini menggunakan konjungsi dengan dan dalam. Contohnya:
Dosen itu menerangkan masalah tersebut dengan pendekatan ilmiah.
Dalam menghadapi kesulitan tersebut ia menerima dengan kesabaran.
g. Keterangan Posesif
Jenis kalimat ini menggunakan konjungsi meskipun, walaupun, dan biarpun. Contohnya:
Biarpun baru pukul setengah enam, saya sudah berangkat ke kantor.
Saya akan berupaya meningkatkan kualitas kerja meskipun sulit diwujudkan.
h. Keterangan Pengganti nomina
Jenis kalimat ini menggunakan konjungsi bahwa. Contohnya:
Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus menegakkan hukum.
3. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk jenis ini terdiri dari tiga klausa atau lebih. Setiap klausa dapat dihubungkan dengan koordinatif dan subordinatif. Sederhananya, jenis kalimat ini merupakan campuran antara kalimat majemuk setara dan bertingkat. Contohnya:
Ayah menyapu halaman karena pembantu sedang pulang dan tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan.
Ayah mengeluarkan dompetnya, lalu mengambil selembar uang ribuan untuk membayar ongkos becak.
(IPT)
