Mengenal Apa Itu Magang, Tujuan, dan Manfaatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu magang? Secara sederhana, magang adalah bagian dari pelatihan kerja yang biasanya diperuntukkan untuk mahasiswa tingkat akhir atau siswa SMK kelas 3.
Pada beberapa kampus dan institusi pendidikan lainnya, magang dijadikan sebagai salah satu syarat utama untuk menyelesaikan proses pendidikannya.
Meski demikian, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa memang ada beberapa mahasiswa yang mengikuti magang sekadar untuk menambah ilmu, uang jajan, pengalaman, dan lainnya.
Ingin tahu lebih lengkap apa yang dimaksud dengan magang dan apa saja tips untuk bisa mengambil program tersebut? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Pengertian Magang
Magang adalah salah satu bentuk pembelajaran di tempat kerja yang memberi kesempatan kepada seorang pegawai untuk mengembangkan kompetensi dalam kurun waktu tertentu.
Nantinya, peserta magang akan didampingi oleh seseorang yang memang mahir pada pekerjaan tersebut. Dengan begitu, peserta magang bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang baru tentang pekerjaan yang dijalaninya.
Sementara itu, menurut Peraturan Menteri, magang diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.
Dasar hukum yang mengatur tentang magang adalah Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 21 – 30 di UU. Selain itu, magang juga diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 22/Men/IX/2009 yang juga membahas pemagangan ini secara spesifik di dalam negeri.
Adapun perjanjian magang yang ditetapkan dalam Pasal 22 Undang-Undang-Undang Ketenagakerjaan, ialah:
Pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian pemagangan antara peserta dengan pengusaha yang dibuat secara tertulis.
Perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-kurangnya memuat hak dan kewajiban peserta dan pengusaha serta jangka waktu pemagangan.
Pemagangan yang diselenggarakan tidak melalui perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dianggap tidak sah dan status peserta berubah menjadi pekerja/buruh perusahaan yang bersangkutan.
Tujuan dan Manfaat Magang
Ada banyak tujuan dan manfaat yang bisa didapatkan dari program magang ini. Namun secara umum, tujuan magang adalah sebagai ajang untuk mempersiapkan para pelajar atau mahasiswa untuk masuk ke dalam dunia kerja.
Dengan begitu, hal ini bisa dimanfaatkan oleh para peserta magang sebagai tempat untuk mencari ilmu atau pengalaman di bidang yang dikuasainya.
Lebih lengkap, berikut beberapa tujuan dan manfaat yang didapatkan menurut buku Belajar Sambil Bekerja dan Bekerja Sambil Belajar karangan Muhammad Firdaus, di antaranya:
Tujuan Magang
Mengembangkan pengetahuan eksplisit peserta magang mengenai teori prinsip yang mendasari suatu tugas atau pekerjaan.
Mengembangkan pengetahuan tacit peserta magang, termasuk sikap dan perilaku kerja yang sesuai dengan tugas jabatan yang diemban di masa yang akan datang.
Mengembangkan keterampilan kerja peserta magang mengenai tugas jabatan diembannya atau akan diemban di masa yang akan datang.
Mensosialisasikan peserta magang pada kompleksitas suatu pekerjaan dan lingkungan di mana pekerjaan itu berlangsung.
Manfaat Magang
Memberikan kesempatan kepada peserta magang untuk belajar dalam kondisi yang autentik, sehingga tidak terbentur pada masalah training transfer (kesulitan mengimplementasikan hasil pembelajaran pada pekerjaan) yang umum terjadi pada pelatihan klasikal.
Memberi kesempatan kepada peserta magang untuk menginternalisasi budaya kerja yang berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan suatu tugas jabatan.
Peserta magang juga dapat mengembangkan pengetahuan tacit yang sangat menentukan profesionalitas seseorang dalam melaksanakan suatu tugas.
Pegawai yang ditugaskan magang dapat mengembangkan kompetensinya dan pada saat yang sama tetap memperoleh hak akan gaji dan tunjangan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berbicara tentang hak dan gaji yang didapatkan oleh peserta magang, berikut adalah peraturan menteri yang mengatur hak dan kewajiban peserta magang yang terdapat dalam pasal 12 dan 13 Undang-Undang Ketenagakerjaan, yakni:
Memperoleh fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja selama mengikuti pemagangan.
Memperoleh uang saku, yang meliputi biaya transportasi, uang makan, dan insentif peserta pemagangan.
Memperoleh perlindungan dalam bentuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Memperoleh sertifikat.
Tips Sukses Magang
Mendapatkan kesempatan magang termasuk hal yang harus dijalani dengan semaksimal mungkin. Dengan begitu, tujuan dari magang yang disebutkan di atas bisa dirasakan oleh para pesertanya itu sendiri.
Untuk bisa memaksimalkan kesempatan magang yang dijalani, peserta perlu mengetahui beberapa tips sukses magang berikut ini seperti yang dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada dan sumber-sumber lainnya.
1. Buat inovasi dan kreasi
Menyadur buku Let's Change karangan Rhenald Khasali, ketika bekerja, seseorang harus bisa membuat sesuatu yang kreatif sekaligus inovatif. Begitu juga ketika magang.
Kreativitas peserta magang bisa menjadi nilai tambah di mata atasan, sehingga bisa meningkatkan kesempatan untuk mengembangkan kariernya di perusahaan tersebut. Sederhananya, bisa jadi perusahaan menambahkan masa magang yang sebetulnya sudah berakhir, karena inovasi yang diberikan.
2. Proaktif
Tips sukses magang yang selanjutnya adalah aktif meminta agenda pekerjaan pada supervisor, sehingga jangan menunggu perintah. Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan buat laporannya.
Lalu, mintalah untuk masukan tentang pekerjaan sebagai bahan evaluasi kerja. Dengan begitu, peserta magang bisa menunjukkan keetosannya ketika bekerja.
3. Jalin koneksi dengan rekan kerja
Menjalin koneksi dengan rekan kerja bisa membuat peserta magang untuk membangun karier yang lebih baik. Contohnya ketika peserta magang selesai menyelesaikan periode magangnya, ia masih bisa berkomunikasi dengan rekan kerja untuk sekadar bertukar kabar, berbicara tentang pekerjaan, dan lain sebagainya.
Tidak jarang, loh, para pekerja mendapatkan pekerjaan dari sesama rekan kerja di tempat magang yang sebelumnya.
4. Jangan fokus pada uang
Bagi peserta magang yang diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ini oleh kampus atau universitas, ada baiknya agar tidak fokus pada uang saku yang didapatkan. Pasalnya, tujuan utama dari magang ialah mendapatkan ilmu dan pengalaman.
Lebih lanjut, biasanya pihak perusahaan memang akan memberikan uang saku, tetapi dengan nominal yang tidak begitu besar. Maka itu, apabila peserta magang mengharapkan uang saku, ia akan kecewa dan menjalani magang tersebut dengan berat hati.
5. Belajar untuk tetap disiplin
Kedisiplinan merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh semua orang, supaya tidak merugikan lingkungan yang ada di sekitar. Bagi peserta magang, supaya mendapatkan kesan yang baik, pastikan untuk selalu bersikap disiplin dan menjaga etika selama bekerja di suatu perusahaan.
Sikap-sikap disiplin yang dapat diterapkan ialah mengumpulkan pekerjaan tepat waktu, tidak terlambat ketika menghadiri rapat, teliti dalam mengerjakan pekerjaan yang diberikan, dan lain sebagainya.
6. Cepat beradaptasi dengan lingkungan baru
Tips lain yang bisa dilakukan agar sukses magang ialah cepat untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Pasalnya, magang hanya dilakukan sampai beberapa periode saja. Maka itu, penting untuk bisa menyesuaikan diri dengan cepat.
Baca Juga: 2 Contoh Biodata Diri Mahasiswa untuk Keperluan Magang
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa dasar hukum yang mengatur tentang magang?

Apa dasar hukum yang mengatur tentang magang?
Dasar hukum yang mengatur tentang magang adalah Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 21 – 30 di UU. Selain itu, magang juga diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 22/Men/IX/2009 yang juga membahas pemagangan ini secara spesifik di dalam negeri.
Apa itu magang menurut Peraturan Menteri?

Apa itu magang menurut Peraturan Menteri?
Menurut Peraturan Menteri, magang diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.
Apa salah satu manfaat magang?

Apa salah satu manfaat magang?
Memberi kesempatan kepada peserta magang untuk menginternalisasi budaya kerja yang berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan suatu tugas jabatan.
