Mengenal Benda-benda Kecil di Tata Surya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tata surya adalah suatu sistem yang terdiri dari matahari sebagai pusat. Kemudian benda-benda kecil di tata surya bergerak mengelilingi matahari dan membentuk suatu keteraturan.
Benda kecil tata surya (small solar system body) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut benda-benda dalam tata surya yang bukan planet.
Daftar Benda-benda Kecil di Tata Surya
Berikut daftar benda-benda kecil di tata surya dikutip dari Modul Pembelajaran SMP Terbuka IPA kelas VII terbitan Direktorat SMP (2020) serta situs NASA.
1. Asteroid
Asteroid terbentuk dari objek yang tersisa dari pembentukan tata surya. Ketika gas dan debu bergabung dengan matahari, maka beberapa material akan bergabung dan menjadi batuan terestrial dan menjadi planet gas yang turut mengelilingi matahari.
Debu yang lebih kecil lagi dan tidak mampu menjadi planet akan menjadi asteroid. Asteroid ini bisa berasal dari Sabuk Asteroid maupun Sabuk Kuiper.
Adapun Sabuk Asteroid dan Sabuk Kuiper berasal puing-puing yang merupakan sisa material yang tidak terbentuk jadi planet, pada pembentukan Tata Surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.
Saat ini, jumlah asteroid yang ada di tata surya adalah 1,308,871. Kebanyakan asteroid ditemukan di antara Mars dan Jupiter, bergerak mengorbit matahari.
Kisaran ukuran asteroid yang terbesar adalah berdiameter kurang lebih 329 mil (530 kilometer). Sementara ukuran asteroid terkecil memiliki lebar kurang dari 33 kaki (10 meter).
Total massa gabungan semua asteroid masih lebih kecil dari massa Bulan di Bumi.
Baca Juga: Mengenal Persephone yang Merupakan Sabuk Asteroid
2. Meteoroid
Terkadang saat asteroid mengorbit matahari, mereka bisa saja saling bertabrakan satu sama lain dan mengakibatkan beberapa bagiannya pecah.
Pecahan tersebutlah yang kita kenal dengan meteoroid. Sementara istilah meteor merujuk pada peristiwa meteoroid yang terpengaruh gravitasi bumi kemudian memasuki atmosfer bumi.
Meteor sering juga disebut sebagai bintang jatuh. Adapun sisa meteoroid yang sampai ke bumi disebut meteorit.
Para ilmuwan memperkirakan sekitar 48,5 ton (44 ton atau 44.000 kilogram) material meteorit jatuh ke bumi setiap hari. Terkadang jumlahnya meningkat drastis sehingga disebut hujan meteor.
3. Komet
Komet berasal dari bahasa Yunani yang berarti rambut. Istilah lain dari komet adalah "bintang berekor".
Komet merupakan anggota sistem tata surya yang mempunyai lintasan sangat lonjong. Komet tersusun atas senyawa-senyawa amonia, metana, air dan silikat yang biasanya dikenal sebagai es volatil.
Bagian komet terdiri dari kepala yang merupakan bagian padat. Sementara ekor komet adalah gas yang selalu menjauhi matahari dan berubah-ubah ukurannya.
Saat sebuah komet memasuki tata surya bagian dalam, dekatnya jarak dari matahari menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi, sehingga menghasilkan ekor gas dan debu panjang. Fenomena ini biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang.
Kemungkinan ada miliaran komet yang mengorbit matahari di Sabuk Kuiper, di Awan Oort, bahkan lebih jauh lagi. Jumlah komet yang diketahui saat ini lebih dari 3.800.
Baca Juga: Ini Komet Terbesar yang Pernah Diamati, Panjangnya Setara Bandung-Jakarta
4. Awan Oort
Awan Oort diyakini merupakan cangkang bola raksasa yang mengelilingi seluruh tata surya. Nama Awan Oort diambil dari nama Jan Oort, seorang astronom Belanda yang meramalkan keberadaan Awan Oort pada tahun 1950-an.
Awan Oort berada pada jarak yang sangat jauh dari matahari. Hal ini membuat pengaruh gaya gravitasi matahari pada objek di Awan Oort menjadi lemah.
Pada kondisi ini, pengaruh dari bintang lain yang melintas maupun gangguan lainnya akan dengan mudah mengubah orbit komet-komet pada Awan Oort.
Akibatnya, jika ada gangguan, obyek yang ada di awan oort akan terganggu dan masuk ke bagian dalam tata surya. Kita akan melihatnya sebagai komet.
Berikut beberapa fakta mengenai awan oort yang perlu diketahui.
Awan Oort adalah lapisan benda es berbentuk bola yang mengelilingi matahari kita, sebuah bintang, dan kemungkinan menempati ruang angkasa pada jarak antara 2.000 dan 100.000 unit astronomi (AU) dari matahari.
Komet berperiode panjang (yang memerlukan waktu lebih dari 200 tahun untuk mengorbit matahari) mungkin berasal dari Awan Oort, yang terkadang digambarkan sebagai “reservoir komet”.
Awan Oort diprediksi memiliki mungkin berisi lebih dari satu triliun objek es.
Beberapa molekul yang ditemukan pada komet terbentuk sebelum matahari lahir. Molekul tersebut tidak dapat bertahan hidup pada suhu dan tekanan yang ditemukan di atau sekitar bumi.
Mengutip situs NASA, belum ada misi yang dikirim untuk menjelajahi Awan Oort, tetapi lima pesawat ruang angkasa pada akhirnya akan sampai di sana. Mereka adalah Voyager 1 dan 2, New Horizons, serta Pioneer 10 dan 11.
Namun, Awan Oort sangat jauh sehingga sumber tenaga untuk kelima pesawat ruang angkasa tersebut akan mati berabad-abad sebelum mereka mencapai tepi dalam Awan Oort.
5. Sabuk Kuiper
Sabuk Kuiper adalah wilayah benda es berbentuk donat yang membentang jauh melampaui orbit Neptunus. Sabuk Kuiper adalah rumah bagi Pluto dan Arrokoth.
Mungkin ada jutaan wilayah es lainnya di Sabuk Kuiper yang tersisa dari pembentukan tata surya kita. Para ilmuwan menyebut wilayah es tersebut sebagai objek Sabuk Kuiper (KBO), atau objek trans-Neptunus (TNO).
Sabuk Kuiper dibentuk oleh sebuah planet raksasa, meskipun bentuknya lebih berupa piringan tebal dibandingkan sabuk tipis.
Awan Oort dan Sabuk Kuiper sama-sama dianggap sebagai sumber komet. Namun, Sabuk Kuiper benar-benar merupakan perbatasan antariksa, sebuah tempat yang masih akan terus dieksplorasi.
(DEL)
