Konten dari Pengguna

Mengenal Biologi sebagai Proses Evolusi dan Prinsipnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses evolusi yang dialami makhluk hidup. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses evolusi yang dialami makhluk hidup. Foto: Pixabay

Biologi sebagai bagian dari Sains memiliki persoalan yang harus dikaji. Persoalan ini dibagi menjadi sembilan tema dasar, salah satunya Biologi sebagai proses evolusi. Lantas, apa maksudnya? Selengkapnya ada di pembahasan berikut ini.

Merujuk pada buku Biologi Edisi Kelima Jilid 2 karya Campbell (2014: 47), Biologi sebagai proses evolusi adalah perubahan-perubahan pada sifat yang terwariskan, baik secara morfologis maupun fisiologis dalam suatu populasi, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena adanya kombinasi tiga proses utama, yaitu variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat terwariskan yang menjadi dasar terjadinya evolusi ini, dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup, yang kemudian akan bervariasi dalam suatu populasi.

Ilustrasi proses evolusi yang mengakibatkan perubahan secara morfologis maupun fisiologis. Foto: Pixabay

Biologi sebagai proses evolusi berkembang menjadi sebuah teori yang dinamis. Artinya, selain penting dalam ilmu Biologi, perkembangannya juga menyesuaikan dengan kemajuan zaman.

Adapun ide-ide dasar yang mendasari terciptanya teori evolusi dalam Biologi, yaitu:

  • Makhluk hidup yang memiliki sifat bervariasi dapat diturunkan ke generasi selanjutnya.

  • Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk berkembang biak.

  • Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan secara terus-menerus.

  • Individu-individu berkompetisi dalam memperoleh sumber daya, agar dapat bertahan hidup.

  • Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu memungkinkan mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi dalam keadaan lingkungan tertentu.

  • Akibat dari seleksi alam tersebut, hanya individu yang adaptif terhadap lingkungan akan dapat bertahan hidup, dan menurunkan sifat adaptif tersebut melalui reproduksi.

Agar lebih memahaminya, simak faktor-faktor yang memengaruhi proses evolusi dalam biologi sekaligus prinsip-prinsipnya. Pembahasan ini mengutip dalam buku Mega Bank Soal Biologi & Kimia SMA Kls 1,2,3 terbitan Tim Eduka (2014: 03).

Faktor yang Memengaruhi Evolusi

Dalam hukum Hardy-Weinberg dinyatakan bahwa, gen dalam sebuah populasi dapat tetap stabil dari satu generasi ke generasi selanjutnya, karena dipengaruhi oleh:

  • Jumlah populasi tersebut memang besar

  • Terjadinya perkawinan secara acak

  • Tidak terjadi mutasi maju maupun balik

  • Tidak ada seleksi

  • Tidak ada migrasi

Ilustrasi proses evolusi yang memuat prinsip adanya kemunculan spesies baru. Foto: Pixabay

Prinsip Biologi sebagai Proses Evolusi

Dalam Biologi, terjadinya sebuah evolusi menganut beberapa prinsip, di antaranya, yaitu:

  • Pada suatu waktu, evolusi dapat terjadi lebih cepat dari evolusi lainnya. Oleh sebab itu, bentuk-bentuk baru akan segera muncul, untuk menggantikan bentuk-bentuk lama yang akan punah.

  • Laju kecepatan evolusi tidak berlangsung sama pada setiap organisme. Umumnya, evolusi pada tahap kemunculan spesies baru, akan berlangsung secara cepat. Kemudian, lambat laun semakin melambat, ketika satu persatu kelompok mulai terbentuk.

  • Spesies baru bukanlah bentuk dari yang paling sempurna dan bisa langsung bertahan hidup, melainkan berasal dari bentuk sederhana yang belum terspesialisasi.

  • Evolusi tidak selalu dimulai dari bentuk yang paling sederhana menuju lebih kompleks, karena ternyata banyak ditemukan evolusi regresif (evolusi dari bentuk kompleks menuju bentuk sederhana). Sebagai contoh evolusi ini adalah burung kasuari. Burung kasuari diturunkan dari burung bersayap yang bisa terbang. Namun, setelah berkembang, burung kasuari menjadi tidak bersayap dan tidak bisa terbang.

  • Evolusi terjadi dalam populasi, bukan dalam individu. Evolusi ini terjadi karena proses mutasi, reproduksi diferensial, dan seleksi alam.

(VIO)