Konten dari Pengguna

Mengenal Ciri-Ciri Puisi dan Jenis-jenisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buku kumpulan puisi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buku kumpulan puisi. Foto: Pixabay

Salah satu jenis karya sastra adalah puisi. Puisi merupakan karya sastra yang dapat menjadi tempat curahan perasaan, ide, dan gagasan seorang pengarang atau penulisnya.

Pengungkapan bahasa dalam puisi sering menggunakan makna-makna simbolis, sehingga tidak jarang terjadi penafsiran makna yang berbeda-beda dalam memaknai puisi.

Puisi dapat mengekspresikan emosi, suasana hati, kekaguman, keresahan, kegelisahan, dan suasana hati lainnya. Melalui puisi, seseorang akan lebih sadar untuk mengamati, mengagumi, atau memikirkan keadaan lingkungan sekitarnya.

Mengutip buku Fresh Update Mega Bank Soal Bahasa Indonesia oleh Tim Guru Eduka (2015: 84), beberapa manfaat dari puisi adalah sebagai berikut.

  • Menggugah perasaan lebih dalam

  • Membangkitkan imajinasi seseorang

  • Mendorong orang lebih mampu berpikir dan menggerakkan pikiran

  • Menimbulkan kesenangan dan hiburan

Agar lebih memahaminya, berikut ciri-ciri puisi beserta jenis-jenisnya yang dirangkum dalam berbagai sumber.

Ilustrasi menulis puisi di secarik kertas. Foto: Pixabay

Ciri-Ciri Puisi

Keindahan bahasa dan kejelasan maksud sebuah puisi bukan karena susunannya yang berjejer ke bawah, melainkan kata-kata dalam puisi itu benar-benar merupakan kata-kata pilihan yang penuh makna.

Merangkum Kompeten Berbahasa Indonesia untuk Kelas VIII karagan Asep Ganda Sadikin dkk (2012: 195), dirumuskan ciri-ciri puisi di antaranya, yaitu:

  • Dalam puisi terdapat pemadatan segala unsur kekuatan bahasa.

  • Dalam penyusunannya, unsur-unsur bahasa itu dirapikan, diperbagus, dan diatur sebaik-baiknya dengan memperhatikan irama dan bunyi.

  • Bahasa yang dipergunakan bersifat konotatif atau bermakna ganda.

  • Puisi dibentuk oleh struktur fisik (tipografi, diksi, majas, rima, dan irama) serta struktur batin (tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana puisi).

Setelah memahami ciri-ciri puisi secara umum, ada pun jenis-jenis puisi yang juga memiliki ciri-ciri khusus. Berikut uraian lengkapnya yang dikutip berdasarkan buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 karya Heriyanto, S.Pd (2021: 128).

Puisi Lama

Ciri-ciri puisi lama, yaitu:

  • Dipengaruhi unsur tradisi atau adat istiadat;

  • Bentuk statis;

  • Terikat peraturan dan tata penulisan;

  • Kebanyakan pengarangnya tidak diketahui (anonim).

Contoh puisi lama adalah pantun, karmina, syair, gurindam, dan talibun.

Ilustrasi membaca puisi dan memahami makna-maknanya. Foto: Pixabay

Puisi Baru

Ciri-ciri puisi baru yaitu:

  • Berbentuk simetris dan rapi;

  • Persajakan akhirnya teratur;

  • Pola yang dominan adalah pola sajak pantun dan syair;

  • Hampir semua merupakan puisi empat seuntai;

  • Setiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis);

  • Setiap gatra terdiri atas 2 kata, atau 4-5 suku kata.

Contoh puisi baru yaitu balada, himne, ode, epigram, romansa, satire dan elegi.

Puisi Modern

Ciri-ciri puisi modern:

  • Puisi modern adalah puisi bebas;

  • Puisi tidak lagi terikat oleh aturan-aturan seperti pada puisi lama dan puisi baru.

Puisi Kontemporer

Ciri-ciri puisi kontemporer, yaitu:

  • Puisi selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman;

  • Kurang memperhatikan gaya puisi yang santun dan terkesan bebas;

  • Kata-kata, bentuk, dan bunyinya sedikit menyimpang dengan kata-kata indah.

Terdapat tiga jenis puisi kontemporer, yaitu puisi mantra, puisi mbeling, dan puisi konkret. Beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam pembuatan puisi kontemporer, yaitu:

  • Unsur bunyi, memperhatikan pemberian rima dan repitisi;

  • Unsur tipografi, penulisan bait dan cara penulisan huruf yang sesuai dan memiliki makna;

  • Enjambemen, pemotongan frasa yang diletakan di akhir dan potongan lainnya diletakkan di awal;

  • Parodi dan unsur kelakar pada puisi mbeling.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa saja manfaat puisi?

chevron-down

Menggugah perasaan lebih dalam, membangkitkan imajinasi seseorang, mendorong orang lebih mampu berpikir dan menggerakkan pikiran, dan menimbulkan kesenangan dan hiburan.

Apa saja contoh puisi lama?

chevron-down

Contoh puisi lama adalah pantun, karmina, syair, gurindam, dan talibun.

Apa unsur yang harus diperhatikan dalam pembuatan puisi kontemporer?

chevron-down

Unsur bunyi, unsur tipografi, enjambemen, dan unsur kelakar.