Mengenal Ciri-Ciri Tanah di Indonesia Berdasarkan Jenis-jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri tanah di Indonesia dibedakan berdasarkan bahan induk dan proses pembentukannya. Tanah di Indonesia terbentuk melalui proses pelapukan dan pengendapan batuan di bawah iklim tropik basah, sehingga memiliki kedalaman tanah yang begitu tebal.
Menurut buku IPS Geografi Jilid 2 untuk SMP karya Sri Hayati (2007: 09), Kepulauan Indonesia dulunya merupakan wilayah laut dengan endapan sedimen, sekaligus daerah yang kaya dengan keberadaan gunung api.
Dari keterangan di atas, sudah jelas bahwa tanah di Indonesia banyak yang berasal dari batuan sedimen yang mengalami pengangkatan, dan bahan gunung api hasil pergerakan tenaga endogen dan eksogen, seperti tenaga air (aquatic).
Berdasarkan perbedaan bahan induk dan faktor-faktor lingkungan lainnya, maka tanah yang terdapat di Indonesia sangatlah beragam jenisnya. Keragaman tanah tersebut dapat dicirikan dengan sifat fisik, kimia, hingga warnanya.
Lantas, bagaimana ciri-ciri tanah di Indonesia? Agar lebih memahaminya, simak uraian lengkapnya berikut ini.
Ciri-Ciri Tanah Indonesia
Indonesia memiliki banyak jenis tanah. Meskipun demikian, tidak semua jenis tanah tersebut merupakan tanah yang subur. Jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia adalah mulai dari tanah podzolik, tanah vulkanis, tanah humus, dan masih banyak lagi.
Tiap-tiap jenis tanah ini memiliki ciri yang berbeda pula. Seperti apa ciri-cirinya? Berikut rangkumannya yang dikutip dari buku Geografi untuk SMA/MA Kelas X milik Amir Khosim (2008: 81).
1. Tanah Podzolik
Tanah podzolik adalah tanah yang berasal dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa. Persebaran tanah ini terdapat di dataran tinggi (daerah pegunungan atau gunung) di Indonesia atau wilayah yang berbatuan sedimen, seperti di Nusa Tenggara.
Adapun ciri-ciri tanah podzolik, yaitu:
Banyak mengandung humus
Mudah basah jika terkena air
Warnanya kuning atau kuning kelabu
2. Tanah Aluvial
Tanah aluvial atau entisol berasal dari endapan sedimen yang dibawa sungai-sungai. Tanah ini umumnya terdapat di daerah dataran rendah di seluruh wilayah Indonesia, yang dipengaruhi oleh limpasan air sungai dan daerah lereng yang sering mengalami erosi.
Tanah aluvial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Warna agak kelabu
Memiliki kandungan mineral yang tinggi
Teksturnya menyerupai tanah liat
PH tanah rendah
Tanah subur, sehingga baik untuk pertanian
3. Tanah Vulkanis
Tanah vulkanis atau andosol adalah tanah yang berasal dari pelapukan batuan vulkanis, baik dari batu yang telah membeku (lava) maupun dari abu gunung berapi.
Keberadaan tanah ini merata di wilayah Indonesia, sesuai dengan persebaran gunung api, seperti di Jawa (Temanggung, Magelang, Klaten, dan Garut) dan di Sumatera (sekitar Danau Toba dan Deli).
Adapun ciri tanah vulkanis, yaitu:
Warna merah coklat hingga hitam kelam
Kandungan zat hara tinggi
Tanah subur, cocok untuk pertanian
Berbutir halus, tetapu tidak mudah tertiup angin
4. Tanah Mediteran
Tanah ini berasal dari batu kapur, sebagai hasil pelarutan kapur dengan kandungan bahan organik rendah. Contoh daerah yang memiliki tanah kapur adalah daerah hutan jati di Pegunungan Kendeng, sebelah selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan di Nusa Tenggara.
Ciri-ciri tanah mediteran adalah sebagai berikut.
Berbentuk batuan beku berkapur
Tanah betul-betul tidak subur, tetapi masih bisa ditanami pohon jati atau tanaman holtikultura, seperti kedelai dan cabai
Mengandung senyawa karbonat tinggi
Warnanya merah kekuningan hingga abu-abu
5. Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah yang terbentuk dari tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Jenis tanah ini hampir ada di seluruh kawasan hutan di Indonesia. Ciri-ciri tanah humus, yaitu:
Tekstur sangat gembur dan banyak mengandung zat organik
Kaya unsur hara, seperti magnesium, kalsium, dan kalium
Daya serap air tinggi
Tanah berwarna gelap, kehitaman, atau kecokelatan, serta terdapat bitnik-bintik putih
6. Tanah Pasir
Tanah pasir berasal dari batuan pasir yang melapuk. Tanah ini baik untuk ditanami kelapa dan rumput. Tanah pasir banyak terdapat di daerah pantai barat Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi. Adapun ciri-cirinya, yaitu:
Miskin bahan organik serta kadar airnya sedikit sekali
Tekstur kasar
Memiliki struktur butir tunggal
7. Tanah Rawa
Tanah rawa disebut juga sebagai tanah gambut atau tanah organik (histosol), yaitu tanah yang berasal dari tumbuhan dan selalu digenangi air, sehingga terjadi pembusukan tidak sempurna. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah Kalimantan, Sumatera, dan selatan Papua.
Tanah rawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Kandungan unsur hara sedikit
Memiliki kadar keasaman tinggi
Memiliki warna cokelat tua
8. Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah yang mengandung zat besi dan aluminium. Di Indonesia, tanah ini banyak ditemukan di daerah Semarang, Jakarta, Banten, Bogor, Pacitan, dan Kalimantan Barat.
Ciri-ciri tanah laterit, yaitu:
Tanah tidak subur, unsur haranya hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi
Mengandung mineral lempung relatif tinggi
Memiliki kandungan pH yang besar
9. Tanah Mergel
Tanah mergel berasal dari batu mergel atau campuran batu kapur (gamping), pasir, dan tanah liat. Tanah ini banyak ditemukan di daerah lereng pegunungan sampai dataran rendah, seperti Kediri, Madiun, hingga Nusa Tenggara. Adapun ciri-ciri tanah mergel, yaitu:
Tanah kurang subur
Memiliki kandungan air dan mineral yang tinggi
Berwarna putih
(VIO)
