Konten dari Pengguna

Mengenal Faktor Konsumsi Intern dalam Kegiatan Ekonomi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Faktor Konsumsi Intern dalam Kegiatan Ekonomi. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal Faktor Konsumsi Intern dalam Kegiatan Ekonomi. Foto: iStock

Dalam ilmu ekonomi, konsumsi adalah menggunakan atau memanfaakan barang yang dihasilkan oleh produsen. Untuk melakukan kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor konsumsi intern dan faktor konsumsi ekstern.

Secara luas, pengertian konsumsi adalah kegiatan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa, baik secara sekaligus maupun secara berangsur-angsur untuk memenuhi kebutuhan.

Orang yang menghabiskan barang atau jasa disebut konsumen, sedangkan barang atau jasa yang dikonsumsi konsumen merupakan hasil produksi dari produsen.

Konsumsi memiliki tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup serta mencapai kepuasan yang maksimal agar tercapai kemakmuran.

Pada umumnya, kegiatan konsumsi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mempertahankan hidup, dan memperoleh kesenangan.

Lalu, apa saja faktor yang memengaruhi konsumsi? Simak penjelasannya berikut ini.

Faktor Konsumsi Intern dan Faktor Konsumsi Ekstern

Dikutip dari New Edition Pocket Book IPS dan PKN SMP Kelas VII, VIII dan IX oleh Shiva Devy, ada dua faktor yang memengaruhi kegiatan konsumsi, yaitu:

1. Faktor Konsumsi Intern

Salah satu faktor konsumsi intern adalah sikap hidup. Foto: iStock

Faktor konsumsi intern adalah faktor yang datang dari dalam lingkungan pribadi seseorang. Faktor intern meliputi:

  1. Motivasi, yakni dorongan untuk mengatur atau mengelola pembelanjaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Motivasi bersifat alamiah, dan kegiatannya bisa berdasarkan perencanaan atau tanpa rencana.

  2. Sikap Hidup, yakni kebiasaan atau perilaku yang berkembang di lingkungan keluarga yang merupakan hasil didikan sejak dini, seperti kebiasaan memasak atau membeli makanan siap saji.

  3. Kepribadian, yakni sifat dasar manusia yang secara langsung atau tidak langsung ikut bertanggung jawab atas pola konsumsi masyarakat, seperti sikap hemat atau boros.

2. Faktor Konsumsi Ekstern

Salah satu faktor konsumsi ekstern adalah keluarga. Foto: iStock

Faktor konsumsi ekstern adalah faktor yang datang dari luar lingkungan pribadi seseorang, meliputi:

  1. Pendapatan, besarnya pendapatan berpengaruh terhadap besarnya nilai konsumsi. Umumnya, semakin tinggi pendapatan, semakin banyak pula barang dan jasa yang dapat dikonsumsi. Sebaliknya, jika pendapatan rendah, maka tidak banyak melakukan kegiatan konsumsi.

  2. Tingkat Harga, apabila harga barang dan jasa kebutuhan hidup meningkat, maka konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak. Dengan kata lain, kenaikan harga barang menurunkan tingkat konsumsi. Sebaliknya, apabila harga barang menurun, maka tingkat konsumsi akan naik.

  3. Kebudayaan, yakni adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku atau dianut oleh lingkungan masyarakat tertentu, seperti upacara adat, pernikahan, perayaan, dan sebagainya.

  4. Kondisi Sosial Masyarakat, yakni perilaku konsumsi masyarakat yang berada di sekitar lingkungan rumah tangga.

  5. Keluarga, yakni sikap dan perilaku konsumsi, baik secara individu maupun kelompok, yang tinggal bersama keluarga. Misalnya, kegiatan konsumsi satu keluarga yang hanya terdiri dari pasangan suami istri saja, tentunya berbeda dengan satu keluarga lain yang terdiri pasangan suami istri dan tiga orang anak.

  6. Perkiraan Harga, perkiraan harga di masa mendatang akan memengaruhi keputusan untuk pengeluaran konsumsi saat ini. Jika konsumen memperkirakan harga barang akan naik di masa mendatang, maka konsumen akan cenderung membeli barang saat ini. Begitu pula sebaliknya.

(SFR)