Konten dari Pengguna

Mengenal Hukum Oktaf Newlands dalam Pengelompokan Unsur Kimia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi unsur kimis yang dapat dikelompokkan menggunakan hukum Oktaf Newlands. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unsur kimis yang dapat dikelompokkan menggunakan hukum Oktaf Newlands. Foto: Unsplash

Dalam materi fisika dan kimia, pengelompokkan unsur-unsur kimia dapat menggunakan hukum Oktaf Newlands. Pengelompokan ini dicetuskan oleh J.A.K Newlands pada tahun 1864.

Menurut Newlands, jika letak unsur diurutkan sesuai dengan kenaikan massa atom relatif, sifat unsur akan terulang pada tiap unsur kedelapan, sehingga pengelompokan yang dilakukan Newlands dikenal dengan hukum Oktaf.

Cara membaca unsur-unsur kimia berdasarkan hukum Oktaf Newlands diurutkan dari kiri ke kanan. Lebih jelasnya, perhatikan unsur-unsur kimia yang dikelompokkan oleh Newlands berikut ini. Tabel ini dikutip dari buku Kimia untuk SMA/MA Kelas X karya Suyatno (2009: 43).

Tabel periodik unsur menurut hukum Oktaf Newlands. Foto: buku Kimia SMA milik Suyatno

Untuk membaca tabel periodik unsur tersebut, simak caranya berikut ini.

Cara Membaca Tabel Periodik Hukum Oktaf Newlands

Hukum Oktaf Newlands mengemukakan pembagian tabel periodik unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan keterkaitannya dengan sifat unsur. Unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya.

Oktaf Newlands menyusun sistem periodik berdasarkan massa atom relatif (Ar) dan ternyata unsur-unsur yang berselisih 1 oktaf (misalnya H dengan unsur kedelapan yaitu unsur F), terdapat kemiripan sifat dan keteraturan perubahan sifat-sifat unsur.

Ternyata, unsur yang berselisih 1 oktaf (unsur ke-1 dan ke-8, unsur ke-2 dan unsur ke-9), menunjukkan kemiripan sifat atau kelompok unsur-unsur yang mirip terulang setiap 8 unsur.

Jika hitungan diawali dari Li, unsur kedelapan adalah unsur Na dan unsur keenambelas adalah K. Unsur Li, Na, dan K memiliki sifat yang mirip. Begitu juga dengan unsur Be, Mg, dan Ca.

Namun, pengelompokan ini dianggap sebagai hal yang konyol dan tak masuk akal oleh banyak orang. Sampai lima tahun kemudian, Dmitri Mendeleev memperkenalkan suatu bentuk tabel periodik berdasarkan massa atom.

Adapun kelebihan dan kekurangan pengelompokan unsur yang menganut hukum Oktaf Newlands.

Ilustrasi tabel periodik unsur yang telah mengalami pembaharuan. Foto: Kumparan

Kelebihan Hukum Oktaf Newlands

  • Menjadi sistem periodik unsur yang pertama kali menunjukkan bahwa unsur-unsur kimia bersifat secara periodik.

  • Menjadi sistem periodik unsur yang pertama kali disusun berdasarkan massa atom relatif.

Kekurangan Hukum Oktaf Newlands

  • Hukum oktaf ini juga mempunyai kelemahan karena hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan, ternyata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Zn mempunyai sifat yang cukup berbeda dengan Be, Mg, dan Ca.

  • Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah.

  • Pada saat daftar Oktaf Newland disusun, unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) belum ditemukan. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894 dan yang pertama ditemukan ialah gas argon.

Jauh sebelum Sistem Periodik Unsur modern ditemukan, banyak ilmuwan yang mencoba menyusun sistem periodik, salah satunya Sistem Periodik Unsur menurut Oktaf Newlands ini. Oleh sebab itu, sistem periodik ini terus mengalami pembaharuan, agar lebih sempurna dan bersifat universal.

(VIO)