Konten dari Pengguna

Mengenal Jenis Vegetasi Hutan Pegunungan Tinggi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hutan pegunungan tinggi adalah jenis hutan yang terletak di suatu pegunungan dengan ketinggian mulai dari 1000 mdpl. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Hutan pegunungan tinggi adalah jenis hutan yang terletak di suatu pegunungan dengan ketinggian mulai dari 1000 mdpl. Foto: Pexels.com

Jenis vegetasi pegunungan tinggi adalah jenis vegetasi tumbuhan yang banyak terdapat di hutan yang terletak di pegunungan tinggi, seperti Pegunungan Jaya Wijaya di Papua.

Hutan di pegunungan biasanya disebut sebagai hutan motana. Hutan pegunungan tinggi sendiri cenderung tidak memiliki keanekaragaman flora atau tumbuh-tumbuhan karena kondisi fisik dan lingkungannya.

Untuk mengetahui jenis vegetasi tumbuhan yang ada di hutan pegunungan tinggi, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Hutan Pegunungan Tinggi

Dikutip dari buku Kembangkan Kecakapan Sosialmu yang ditulis oleh Nana Supriatna, hutan pegunungan tinggi adalah hutan yang memiliki pepohonan berbatang tinggi dan berdaun jarum , seperti pinus dan cemara.

Salah satu ciri dari hutan jenis ini adalah hutan pegunungan tinggi kerap kali diselimuti awan terutama pada daerah dengan ketinggian yang memiliki atap tajuk (kanopi)nya.

Jenis hutan ini sering kali disebut sebagai hutan awan atau cloud forest dan hutan kabut akibat sering tertutupi awan. Selain itu, hutan ini disebut sebagai hutan lumut karena banyak lumut yang menutupi hutan ini.

Salah satu faktor penting yang membentuk hutan ini adalah suhu yang rendah dan terbentuknya awan atau kabut yang kerap menyelimuti atap tajuk.

Kabut ini tentunya berdampak pada tingkat kelembaban udara, serta menghalangi cahaya matahari. Oleh karena itu, laju evapotranspirasi di hutan ini cenderung rendah.

Dengan meningkatnya elevasi, pohon-pohon cenderung memendek dan banyak bercabang serta banyak ditumbuhi lumut.

Salah satu karakteristik utang pegunungan tinggi adalah ditutupi oleh awan. Foto: Pexels.com

Hutan pegunungan biasanya dibagi ke dalam beberapa kelompok. Pengelompokan tersebut didasari oleh ketinggian dan beberapa faktor lainnya.

Liga Mawarni, dkk dalam Ekologi Tumbuhan Ekosistem Hutan Pegunungan Tinggi Marapi Sumatra Barat membagi tipe hutan pegunungan berdasarkan ketinggian menjadi empat tipe, yaitu:

  • Hutan dataran rendah pada ketinggian 0-1.200 m dpl

  • Hutan pegunungan bawah pada ketinggian 1.200 1.800 m dpl

  • Hutan pegunungan atas pada ketinggian 1.800-3.000 m dpl

  • Hutan sub-alpin pada ketinggian di atas 3.000 m dpl

Jenis Vegetasi Hutan Pegunungan Tinggi

Contoh jenis vegetasi pegunungan tinggi adalah tumbuhan konifer. Foto: Pexels.com

Menurut Hartono dalam bukunya yang berjudul Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas XI, jenis vegetasi hutan pegunungan tinggi banyak ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang berdaun jarum atau tumbuhan konifer.

Contoh tumbuhan konifer adalah spruce, birch, alder, juniper, pinus dan cemara. Tumbuhan ini biasanya ditemui di wilayah hutan yang agak rendah.

Berbeda dengan di wilayah yang lebih tinggi, jenis vegetasi di hutan ini berupa pohon-pohon pendek bercabang yang diselingi semak belukar. Hal ini diakibatkan adanya peningkatan elevasi di wilayah ini.

Pada pegunungan yang sangat tinggi dengan kondisi suhu sangat rendah dan berkabut, jenis vegetasi yang dapat tumbuh hanyalah lumut.

Daerah penyebaran hutan pegunungan tinggi antara lain di Pegunungan Tinggi Jaya Wijaya di Papua, Pegunungan Tinggi Bukit Barisan di Sumatera, serta beberapa pegunungan tinggi di Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

(SAI)