Mengenal Khalifah Harun Ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
17 Januari 2022 18:08
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Khalifah Harun Ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah (82258)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Khalifah Harun Ar-Rasyid yang digambarkan oleh Kahlil Gibran (abad ke-20). Foto: Wikipedia
ADVERTISEMENT
Siapakah Khalifah Harun Ar Rasyid? Harun Ar-Rasyid adalah khalifah kelima dari masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah dan memerintah dari tahun 786 hingga 803.
ADVERTISEMENT
Harun Ar-Rasyid memiliki nama lengkap Harun Abu Ja’far bin Al-Mahdi Muhammad bin Al-Manshur Abdillah bin Muhammad bin ‘Ali bin Abdillah bin Abbas. Beliau menjadi khalifah dengan penunjukan dari ayahnya sepeninggal saudaranya Musa Al-Hadi pada tahun 786.
Untuk mengenal lebih jelas sosok Khalifah Harun Ar-Rasyid, simak uraian lengkapnya berikut ini.

Siapakah Khalifah Harun Ar-Rasyid?

Mengenal Khalifah Harun Ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah (82259)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Khalifah Ar-Rasyid. Foto: Hidayatullah.com
Dikutip dari Sejarah Peradaban Islam Arab hingga Nusantara oleh Yudi Irfan Daniel dan Shabri Shaleh Anwar, Harun Ar-Rasyid dilahirkan pada tahun 766 di Raiyi. Ibundanya bernama Al-Khizran, seorang Ummu Walad, sedangkan ayahnya merupakan khalifah ketiga Dinasti Abbasiyah, bernama Muhammad Al-Mahdi.
Menjelang dewasa, sang ayah mempersiapkan Ar-Rasyid sebagai seorang khalifah. Oleh karena itu, Al-Mahdi melimpahkan tugas dan tanggung jawab besar kepadanya.
ADVERTISEMENT
Al-Mahdi pernah dua kali mengangkat Ar-Rasyid sebagai komandan militer di Ash-Sha’ifah, dan mengangkatnya sebagai walikota wilayah Barat secara keseluruhan mulai dari wilayah Anbar hingga seluruh perbatasan Afrika.
Ar-Rasyid terkenal sebagai seorang pemimpin yang peduli, menjaga, dan melestarikan syariat atau hukum-hukum Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Adapun mengenai salatnya, salat sunnah seratus rakaat biasa ia kerjakan setiap harinya hingga wafat, kecuali jika sedang menderita sakit.
Ar-Rasyid wafat ketika sedang memimpin pasukannya menuju Thus, Khurasan. Saat mencapai Thus pada bulan Shafar, di sanalah penyakitnya kambuh hingga mengantarkannya pada Rabb-nya pada tanggal 24 Maret tahun 809.

Pembangunan pada Masa Kekhalifahan Harun Ar-Rasyid

Mengenal Khalifah Harun Ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah (82260)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota Baghdad masa Dinasti Abbasiyah. Foto: iStock
Khalifah Harun Ar-Rasyid adalah seorang pemimpin yang terkenal mencintai para ulama. Ia mengagungkan dan memuliakan agama serta membenci omong kosong dan debat.
ADVERTISEMENT
Selama masa pemerintahannya, Khalifah Ar-Rasyid memerintahkan untuk membangun perpustakaan-perpustakaan agar minat baca rakyatnya dapat difasilitasi di seluruh wilayah Abbasiyah.
Dari berbagai perpustakaan itu, yang amat terkenal adalah Baitul Hikmah. Baitul Hikmah atau Rumah Kebijaksanaan adalah perpustakaan sekaligus lembaga pendidikan Islam pertama yang Ar-Rasyid bangun di ibu kota negara, Baghdad.
Fungsi Baitul Hikmah tidak hanya sebagai sebuah perpustakaan ataupun gudang buku, tapi juga memiliki biro penerjemahan serta tempat berkumpulnya para intelektual dan cendekiawan dari berbagai penjuru kerajaan berkumpul.
Baitul Hikmah merupakan simbol dari kehidupan manusia yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi. Ini karena penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dapat merasuki sendi-sendi kehidupan manusia yang paling dalam, yaitu ruang akal dan pemikiran, dan memberikan efek yang lebih besar dari sekadar penguasaan jasmani belaka.
ADVERTISEMENT
Ar-Rasyid juga menerjemahkan buku-buku pengetahuan ke dalam bahasa Arab. Gerakan penerjemahan merupakan bentuk dari asimilasi yang terjadi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lainnya yang telah terlebih dahulu mengalami.
Selain itu, pada masa pemerintahannya, Ar-Rasyid telah melakukan banyak pembangunan untuk kesejahteraan rakyat dan memajukan peradaban Islam, antara lain:
  • Membangun Kota Baghdad yang terletak di antara Sungai Eufrat dan Tigris dengan bangunan-bangunan megah.
  • Membangun tempat-tempat ibadah.
  • Membangun sarana pendidikan, kesenian, kesehatan, dan perdagangan.
  • Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, masjid-masjid, dan istana.
(SFR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020