Mengenal Pemimpin pada Masa Kejayaan Bani Umayyah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa kejayaan Bani Umayyah terwujud ketika dipimpin oleh khalifah ke-6 dari Bani Umayyah, yakni Al-Walid bin ‘Abdul Malik atau al-Walid I.
Bani Umayyah sendiri merupakan dinasti pemerintahan kekhalifahan Islam yang berkuasa pada tahun 661 M hingga 750 M. Dinasti ini dahulunya menguasai daerah Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arab, Irak, dan daerah-daerah sekitarnya.
Walid bin Abdul Malik disebut sebagai khalifah atau pemimpin yang membawa dinasti Bani Umayyah dan Islam ke masa kejayaan dan kemakmuran.
Untuk mengenali Walid bin Abdul Malik lebih jauh, simak penjelasan mengenai khalifah Walid bin Abdul Malik dan kebijakannya saat memimpin di bawah ini.
Biografi Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik
Al-Walid bin ‘Abdul Malik adalah pemimpin ke-6 dari dinasti Bani Umayyah. Beliau lahir pada tahun 674 M dan wafat pada tahun 715 M.
Walid bin Abdul Malik adalah anak dari khalifah Bani Umayyah sebelumnya, yakni Abd Al-Malik bin Marwan bin Al-Hakam dari suku Quraish dan ibunya bernama Walladah binti al-Abbas.
Beliau memiliki 5 orang putra, yakni Abdul Aziz (Gubernur Jund Dimasyq), Yazid III (Khalifah Ummayah), Ibrahim (Khalifah Ummayah), Masrur (Gubernur Irak), dan Al-'Abbas (Panglima Kekhalifaan).
Al-Walid wafat pada tahun 715 M kemudian dikebumikan di pemakaman Bab Ash-Shaghir. Kekhalifaan Bani Umayyah selanjutnya dipimpin oleh adiknya yang bernama Sulaiman bin ‘Abdul Malik.
Gaya Kepemimpinan Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik
Al-Walid bin Abdul Malik dikenal sebagai khalifah yang memiliki sifat kepemimpinan yang baik. Beliau bahkan mampu membawa Bani Umayyah ke masa kejayaan dalam kurun waktu yang singkat.
Menurut Suprastiyono Nugroho dalam Kebijakan dan Perluasan Wilayah Masa Pemerintahan Walid Bin Abdul Malik Pada Dinasti Umayyah, berikut kemampuan kepemimpinan Walid bin Abdul Malik:
Kemampuan memikat hati orang lain.
Mampu menempatkan dirinya di antara anak buah dengan hubungan yang serasi.
Menguasai organisasi dan tujuan dengan baik.
Memiliki teknik-teknik kepemimpinan yang tepat.
Mempunyai kelebihan daya fisik dan mental serta daya pikir yang baik dibandingkan yang lain.
Kebijakan Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik
Walid bin Abdul Malik mulai memimpin Bani Umayyah pada tahun 705 M. Pada saat Daulah Umayyah diperintah oleh Al-Walid bin ‘Abdul Malik, keadaan negara sangat tenteram, makmur, dan tertib.
Mengutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Muhammad Ahsan dan Sumiyati, meskipun beliau hanya memimpin kurang lebih 10 tahun lamanya, Walid bin Abdul Malik banyak melakukan berbagai macam kebijakan
Pada masa pemerintahannya, banyak terjadi perluasan kekuasaan, dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa yang kemudian disusul dengan Spanyol yang menjadi daerah perluasan selanjutnya.
Tak hanya itu, ada beberapa kebijakan Walid bin Abdul Malik. Berikut berbagai kebijakan Walid bin Abdul Malik:
Bidang agama, yaitu menyampaikan tugas syariah dengan menyebarkan nilai-nilai keagamaan serta membangun beberapa masjid di berbagai daerah.
Bidang politik, yaitu melakukan berbagai kerja sama untuk memajukan Bani Umayyah dan memperluas daerah kekuasaan.
Bidang arsitektur, yakni membangun Jami' Al-Aqsha, tempat salat di Masjid Al-Aqsha, memperluas Masjid Nabawi, jalan-jalan dan sumur-sumur di Hijjaz.
Bidang kesehatan, yakni membangun rumah perawatan untuk tunagrahita dan membangun rumah sakit pertama yang menampung masyarakat untuk mendapatkan berbagai macam pelayanan.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa kebijakan Walid bin Abdul Malik di bidang agama?

Apa kebijakan Walid bin Abdul Malik di bidang agama?
Menyampaikan tugas syariah dengan menyebarkan nilai-nilai keagamaan serta membangun beberapa masjid di berbagai daerah.
Apa kebijakan Walid bin Abdul Malik di bidang politik?

Apa kebijakan Walid bin Abdul Malik di bidang politik?
Melakukan berbagai kerja sama untuk memajukan Bani Umayyah dan memperluas daerah kekuasaan.
Apa kebijakan Walid bin Abdul Malik di bidang arsitektur?

Apa kebijakan Walid bin Abdul Malik di bidang arsitektur?
Membangun Jami' Al-Aqsha, tempat salat di Masjid Al-Aqsha, memperluas Masjid Nabawi, jalan-jalan dan sumur-sumur di Hijjaz.
