Konten dari Pengguna

Mengenal Pendekatan Dialogis dalam Analisis Geografi Sosial

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kajian geografi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kajian geografi. Foto: Pixabay

Geografi merupakan salah satu ilmu dengan kajian yang kompleks. Salah satu studinya berkaitan dengan aspek sosial dan biasa disebut dengan geografi sosial.

Dalam buku Geografi Sosial yang ditulis oleh Yunan Heri, geografi sosial secara spesifik memiliki objek kajian tentang tindakan manusia dan segenap kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan. Kajian utama ini memuat segala aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Lantas apa saja ruang lingkup dalam kajian geografi sosial? Apa yang dimaksud pendekatan dialogis dalam analisis geografi sosial dan cara kerjanya? Berikut uraian selengkapnya.

Ruang Lingkup Geografi Sosial

Mengutip sumber yang sama di atas, ruang lingkup geografi sosial dalam studi geografi nonfisik disebut dengan antropogeografi. Studi tersebut berfokus pada cara manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan dengan manusia lainnya.

Unsur dalam geografi sosial meliputi manusia, lingkungan alam, relasi, interelasi, dan interaksi manusia dengan lingkungan hidup. Berbagai unsur tersebut akan memunculkan keragaman konteks keruangan dalam geografi.

Aktivitas Manusia dalam Ruang

Aktivitas manusia dalam ruang merupakan respons dari hasil adaptasi pada ruang atau produk. Di samping itu, kegiatan tersebut dapat pula membuktikan kemampuan adaptif terhadap setiap perubahan kondisi lingkungan. Begitu pula dengan peradaban manusia yang ditandai oleh tingkat kebudayaan sebagai refleksi akal budi dari inti budayanya (cultural core).

Dalam buku Geografi Sosial oleh Yunan Heri, aspek budaya dilihat sebagai sarana adaptasi manusia terhadap lingkungan hidupnya. Selain itu, budaya juga mencerminkan tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan peralatan maupun teknologi.

Salah satu pola kebudayaan yang paling mudah terlihat, yakni kegiatan ekonomi. Hal ini karena kegiatan ekonomi berhubungan dengan kondisi alam, misalnya, mata pencaharian.

Kita bisa membedakan struktur mata pencaharian masyarakat berdasarkan wilayah dan kondisi geografisnya. Kondisi tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa mata pencaharian merupakan salah satu hasil adaptasi manusia terhadap lingkungannya.

Ilustrasi Pendekatan dalam Analisis Geografi Sosial. Foto: Pixabay

Pendekatan dalam Analisis Geografi Sosial

Mengutip laman geografi.org, secara umum, pendekatan dalam analisis geografi terdiri dari tiga jenis. Di antaranya, pendekatan keruangan (spasial), pendekatan ekologi (lingkungan), dan pendekatan regional (kompleks wilayah).

Ketiga pendekatan tersebut saling terintegrasi dalam mengungkap gejala geografis di suatu wilayah. Namun pada konteks tertentu, terdapat pendekatan lain yang umum digunakan, yakni pendekatan dialogis.

Dalam ilmu sosial, pendekatan dialogis kerap digunakan untuk mempertajam pemahaman terhadap sebuah fenomena. Menurut Iwan Gatot Sulistyanto dalam buku Geografi 1, pendekatan dialogis merupakan perumusan masalah sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Pendekatan ini dilakukan melalui jalur dialog dan mengundang para pakar atau tokoh masyarakat yang memiliki relasi dengan aspek yang akan dianalisis.

Itulah penjelasan tentang analisis geografi sosial dan pendekatan dialogisnya. Semoga bermanfaat!

(ANM)