Mengenal Pendekatan Kurva Indiferen dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendekatan kurva indiferen (indifference curve) adalah cara menilai perilaku konsumen dalam suatu bisnis dengan menggunakan kurva. Grafik atau garis lengkung tersebut menghubungkan titik-titik kombinasi dari beberapa jumlah barang tertentu yang dikonsumsi, sehingga memberikan tingkat kepuasan yang sama.
Secara sederhana, kurva indiferen memperlihatkan bagaimana perilaku konsumen terhadap dua buah produk yang memberikan tingkat kepuasan yang sama. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai pendekatan kurva indiferen. Agar kamu lebih memahaminya, simak tulisan berikut!
Pendekatan Kurva Indiferen
Berdasarkan laman ut.ac.id, begini penjelasan mengenai pendekatan kurva indiferen.
Gambar di atas menunjukkan (a) kurva indiferen konsumen dalam mengonsumsi barang X dan Y, dan (b) sekumpulan kurva indiferen atau sering dinamakan peta indiferen (indifference map).
Sumbu vertikal menunjukkan jumlah barang Y, sumbu horizontal menunjukkan jumlah barang X, sedangkan I1, I2 dan I3 menunjukkan kurva indiferen kesatu, kedua, dan ketiga.
Penggunaan diagram dua dimensi ini berguna untuk memudahkan analisis, sedangkan untuk lebih dari dua jenis barang dapat digunakan metode lain, seperti metode matematis atau ekonometrika.
Dengan pendekatan kurva indiferen, konsumen ingin memperoleh kepuasan maksimum, yaitu mencapai kurva indiferen tertinggi dengan kendala pendapatan yang tersedia. Jadi, dalam satu kurva indiferen, tingkat kepuasan yang diperoleh adalah sama.
Perhatikan gambar (a), konsumsi dititik A, B, C dan D adalah terletak pada kurva indiferen yang sama, berarti kepuasan yang diperoleh juga sama. Pergerakan dari titik A ke titik B, dari titik B ke titik C, dari titik A ke titik C dan sebagainya, memiliki arti bahwa konsumen ingin mendapatkan lebih banyak barang X untuk mendapatkan barang Y, dengan tingkat kepuasan konsumen tetap sama.
Pun begitu sebaliknya, perpindahan dari titik D ke titik C, pergeseran dari C ke titik B, berarti harus ada barang X yang dikorbankan untuk mendapatkan tambahan barang Y.
Tingkat penggantian barang Y dengan barang X atau sebaliknya dinamakan dengan tingkat penggantian subsitusi marginal (marginal rate of subsitustion), yaitu berapa suatu barang yang dikorbankan untuk mendapatkan tambahan barang lain.
Gambar (b) merupakan sekumpulan kurva indiferen. Semakin jauh dari titik origin, semakin tinggi tingkat kepuasan yang diterima oleh konsumen. Kurva indiferen I3 > I2 > I1, artinya, kepuasan pada kurva I3 lebih besar dari I2 dan I1. Kepuasan yang diterima konsumen di I2 pun lebih besar dari kepuasan yang diterima konsumen pada kurva indiferen I1.
Ciri-ciri Kurva Indiferen
Menyadur dari Modul Ekonomi Mikro Teori Perilaku Konsumen dengan Pendekatan Ordinal oleh Posma Sariguna Johnson Kennedy, kurva indiferen memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Mempunyai kemiringan yang negatif. Bila konsumsi suatu jenis barang ditambah, konsumsi barang lain harus dikurangi.
Cembung ke arah titik origin. Hal ini menunjukkan perbedaan proporsi jumlah yang harus dikorbankan konsumen untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution)
Tidak saling berpotongan. Ciri kurva indiferen tidak mungkin memiliki kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferen yang berbeda. Apabila saling berpotongan, akan tidak sejalan dengan definisi yang telah dijelaskan di atas.
(ZHR)
