Konten dari Pengguna

Mengenal Pengamalan Sila Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Garuda Pancasila sebagai lambang negara. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Garuda Pancasila sebagai lambang negara. Foto: Pixabay

Pancasila merupakan ideologi bagi negara Indonesia. Dalam hal ini, Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara agar terwujudnya cita-cita negara yang aman, adil, dan sejahtera.

Keberadaan Pancasila sangat menentukan gerak dan dinamika berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, Pancasila harus senantiasa dipahami dan dilaksanakan dalam setiap tatanan atau aspek penggerak negara.

Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai-nilai yang dapat dihidupi oleh masyarakat Indonesia. Dari kelima sila yang terdapat di Pancasila, masing-masing memiliki makna sendiri dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ulasan berikut akan membahas mengenai makna dan pengamalan sila kedua Pancasila yang dirangkum berdasarkan beberapa sumber. Simak berikut ulasan lengkapnya.

Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia. Foto: Pixabay

Sila Kedua Pancasila

“Kemanusiaan yang adil dan beradab” merupakan bunyi sila kedua Pancasila. Sila ini berhubungan dengan perilaku manusia yang hidup di dunia pada hakikatnya semua sama.

Dirangkum dalam buku Paradigma Baru Pendidikan Pancasila karya Winarno (2016: 35), nilai kemanusiaan yang terkandung di dalam sila tersebut berhasil dirumuskan menjadi 10 butir-butir pengamalan Pancasila sila kedua di antaranya, yaitu:

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

  • Berani membela kebenaran dan keadilan.

  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Wilayah negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Foto: Pixabay

Contoh Pengamalan Sila Kedua Pancasila

Mengutip dalam situs resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sila kedua Pancasila merupakan perwujudan nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya, bermoral, dan beragama.

Pengamalan sila kedua Pancasila dapat dilakukan di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Di lingkungan sekolah, pengamalan sila kedua dapat diperlihatkan melalui sikap saling menghormati guru dan teman, juga saling tolong menolong jika orang lain mengalami kesulitan.

Di rumah dan lingkungan masyarakat, pengamalan Pancasila sila kedua juga harus diterapkan dalam bentuk sikap menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan berbuat baik kepada tetangga tanpa pandang bulu.

Contoh pengamalan sila kedua Pancasila juga dapat tercermin melalui perilaku kehidupan sehari-hari lainnya, di antaranya meliputi:

  • Tidak melakukan tindakan diskriminatif.

  • Membela kebenaran dan menjunjung tinggi keadilan.

  • Menyadari bahwa setiap manusia berasal dari ciptaan Tuhan.

  • Tidak membedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan.

  • Menyadari bahwa setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama.

  • Sesama manusia dilarang saling melecehkan.

  • Memberikan empati atau rasa kasih sayang, juga pertolongan kepada orang yang sedang menderita.

(VIO)