Mengenal Pola Persebaran Fauna di Indonesia dan Jenis-jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pola persebaran fauna di Indonesia tidak jauh berbeda dengan pola persebaran flora, yaitu terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu bagian barat, tengah, dan timur. Lantas, seperti apa pembagian wilayahnya? Apa saja jenis-jenis hewan yang tumbuh di daerah tersebut? Berikut ulasannya.
Menurut buku Be Smart IPS Kelas VIII karya Mila Saraswati dkk (2008: 07), pola persebaran fauna di Indonesia sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yakni:
Persebaran tumbuhan;
Kondisi geografis Indonesia yang berada di antara Benua Asia dan Australia;
Kondisi geologis Indonesia yang berada pada dua landas kontinen, yaitu landas kontinen Asia di bagian barat dan landas kontinen Australia di Indonesia bagian timur.
Pola persebaran fauna di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga kelompok wilayah, yaitu wilayah fauna Indonesia tipe Asiatis, tipe Peralihan (Asia-Australis), serta tipe Australis.
Lebih jelasnya, simak pembahasan yang dikutip dari buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas XI tulisan Hartono (2013: 18) berikut ini.
1. Fauna Indonesia Tipe Asiatis
Wilayah fauna tipe Asiatis sering disebut wilayah fauna Indonesia barat atau wilayah fauna Tanah Sunda. Wilayah fauna Indonesia yang bercorak Asiatis, terletak di Indonesia bagian barat yang meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Wilayah fauna Indonesia bagian barat (tipe Asiatis) dengan wilayah fauna Indonesia bagian tengah (tipe Asia-Australis) dibatasi oleh garis Wallace. Adapun jenis-jenis fauna yang termasuk ke dalam tipe ini, yaitu:
Mamalia, terdiri atas gajah, badak bercula satu, rusa, tapir, banteng, kerbau, monyet, orang-utan, harimau, macan tutul, macan kumbang, tikus, bajing, kijang, anjing hutan, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.
Reptilia, terdiri atas biawak, buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, bunglon, dan trenggiling.
Burung, terdiri atas elang bondol, jalak, merak, ayam hutan, burung hantu, kutilang, dan berbagai jenis unggas lainnya.
Ikan, terdiri atas mujair, arwana, dan pesut (mamalia air tawar).
Serangga, terdiri atas berbagai jenis kumbang dan kupu-kupu, serta berbagai jenis serangga yang bersifat endemik.
2. Fauna Indonesia Tipe Asia-Australis
Wilayah fauna tipe Asia-Australis sering pula disebut wilayah fauna Indonesia tengah atau wilayah fauna kepualuan Wallacea. Wilayah ini meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku.
Jenis-jenis fauna Indonesia tipe Asia Australis antara lain sebagai berikut:
Mamalia, terdiri atas anoa, babi rusa, ikan duyung, tapir, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet seba, kuda, sapi, dan banteng.
Amphibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
Reptilia, terdiri atas ular, buaya, biawak, dan komodo
Berbagai macam burung, antara lain burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, merpati, dan angsa.
3. Wilayah Fauna Indonesia Tipe Australis
Wilayah fauna tipe Australis disebut juga wilayah fauna Indonesia timur atau wilayah fauna Tanah Sahul. Kawasannya meliputi Pulau Irian Jaya (Papua), Kepulauan Aru, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Wilayah fauna Indonesia timur (tipe Australis) dengan wilayah fauna Indonesia tengah (tipe Asia-Australis) dibatasi oleh garis Weber. Adapun jenis-jenis fauna yang termasuk ke dalam tipe Australis, yaitu:
Mamalia, terdiri atas kanguru, walabi, beruang, koala, kodiak (landak Irian), opossum layang (pemanjat berkantung), kuskus, biawak, kanguru pohon, dan kelelawar.
Reptilia, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.
Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
Burung, terdiri atas kakatua, beo, nuri, cendrawasih, dan kasuari.
Ikan, terdiri atas arwana dan berbagai jenis ikan air tawar lainnya yang jumlah spesiesnya relatif lebih sedikit, jika dibandingkan dengan wilayah fauna Indonesia barat maupun tengah.
(VIO)
