Mengenal Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Keselamatan kerja di laboratorium perlu diperhatikan untuk menghindarkan dari bahaya dan kecelakaan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, laboratorium adalah tempat tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan.
Laboratorium berisi alat-alat serta bahan berbahaya yang digunakan saat praktikum. Pada setiap laboratorium, ada peraturan dan beberapa simbol penting terkait bahan-bahan di dalamnya yang perlu diperhatikan praktikan.
Adapun prosedur keselamatan kerja di laboratorium akan dibahas lebih lanjut di artikel ini. Simak selengkapnya di bawah ini.
Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium
Dijelaskan dalam buku Modul Pembelajaran SMA Kimia Kelas X terbitan Kemdikbud, keselamatan kerja di laboratorium adalah usaha pencegahan agar aktivitas di laboratorium terhindar dari kecelakaan.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, perlu diperhatikan beberapa peraturan yang ada di dalam laboratorium. Setiap laboratorium memiliki aturan yang berbeda-beda, tergantung aktivitas yang dilakukan di dalamnya dan bahan-bahan berbahaya yang sering digunakan.
Seperti pada sebuah laboratorium kimia yang memiliki sederet peraturan berikut ini:
Menggunakan laboratorium dengan standar yang sesuai dan lengkap, seperti memiliki fasilitas lemari asam, penyemprot mata dan tubuh saat terkena bahan kimia, dan lainnya.
Praktikan harus berhati-hati dengan bahan yang bersifat asam dan basa kuat, tak boleh menambahkan air ke asam atau basa pekat, tetapi boleh menambahkan asam atau basa ke air.
Mengerjakan segala sesuatu yang berkaitan dengan bahan gas berbahaya di lemari asam dengan sarung tangan pelindung.
Bahan kimia yang sudah diambil tak boleh dikembalikan ke dalam botol penyimpanan.
Limbah laboratorium harus ditangani dengan benar.
Apabila bahan kimia beracun atau uap memenuhi ruangan, laboratorium perlu dievakuasi.
Zat kimia yang tertuang di praktikum perlu dinetralkan terlebih dahulu.
Beberapa pelarut bisa membentuk peroksida yang eksplosif secara spontan saat disimpan, misalnya eter dan hidrokarbon.
Selama kerja di laboratorium, kenakan baju laboratorium lengan panjang dan harus dikancingkan untuk melindungi diri dan mencegah kontaminasi pada baju yang digunakan sehari-hari.
Berhati-hati dengan asam kuat, reagen korosif, dan reagen mudah terbakar.
Kenakan kacamata pengaman.
Ketika membaca tinggi larutan pada buret atau gelas ukur, posisi mata harus sejajar dengan permukaan cairan.
Dilarang membaui zat kimia secara langsung dengan hidung, tetapi dengan mengibaskan gas menggunakan tangan hingga baunya tercium.
Dilarang makan dan minum di dalam laboratorium.
Dilarang menggunakan bahan kimia yang tak jelas labelnya.
Baca Juga: 157 Nama-Nama Bunga dalam Bahasa Latin dan Indonesia
Simbol-simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium
Pada beberapa laboratorium, salah satunya laboratorium Kimia, terdapat bahan-bahan berbahaya yang dipakai untuk melakukan percobaan. Bahan-bahan tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda, ada yang mudah terbakar, korosif dan lainnya.
Pada wadah bahan-bahan kimia, praktikan akan menjumpai beberapa simbol yang menunjukkan sifat dari bahan tersebut. Agar dapat bekerja dengan baik dan aman, praktikan mengetahui maksud dari simbol-simbol sehingga keselamatan kerja di laboratorium terlaksana.
Masih dirangkum dari buku Modul Pembelajaran SMA Kimia Kelas X terbitan Kemdikbud, berikut ini beberapa simbol keselamatan kerja di laboratorium dan artinya:
1. Mudah Meledak
Bahan dengan simbol mudah meledak dapat meledak apabila dipicu suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang udara yang bergerak cepat, sehingga berisiko meledak.
Beberapa bahan yang mudah meledak, antara lain aseton, dietil eter, etanol, dan lainnya.
2. Sangat Mudah Terbakar
Simbol sangat mudah terbakar umumnya dijumpai pada bahan-bahan dengan titik nyala sangat rendah, di bawah 0 derajat Celcius, dan titik didih yang rendah pula, di bawah 35 derajat Celcius.
Kemudian, bahan sangat mudah terbakar umumnya berupa gas dengan udara yang bisa membentuk campuran bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal. Misalnya dietil eter dan propane.
3. Mudah Terbakar
Bahan kimia dengan titik nyala rendah umumnya bersifat mudah terbakar dengan api bunsen. Misalnya minyak terpentin, dietil eter, karbon disulfide, dan asetilena.
4. Beracun
Bahan-bahan kimia beracun ditandai dengan simbol berlogo tengkorak. Bahan-bahan tersebut mampu menyebabkan kerusakan kesehatan akun dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah apabila masuk ke tubuh melalui mulut, inhalasi, atau kontak dengan kulit.
Beberapa bahan-bahan beracun yang bisa dijumpai di laboratorium, yaitu metanol, benzena, karbon tetraklorida, hidrogen sulfida, dan benzena.
5. Korosif
Bahan yang mudah korosif dapat merusak jaringan hidup. Bahan-bahan ini bisa merusak kesehatan dan kulit hewan uji, sifatnya diprediksi karena karakteristik kimia dari bahan tersebut, misalnya karena pH terlalu asam atau basa. Misalnya, asam HCL, H2SO4, dan NaOH lebih dari 2 persen.
6. Berbahaya untuk Lingkungan
Bahan dengan formulasi dengan notasi berbahaya untuk lingkungan bisa menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam waktu tertentu pada lingkungan, termasuk air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisme. Bahan-bahan ini bisa menyebabkan gangguan ekologi.
Contoh bahan yang memiliki sifat tersebut, antara lain tributil timah klorida, tetraklorometan, dan petroleum hidrokarbon.
Fungsi Jas Laboratorium untuk Keselamatan Kerja di Laboratorium
Salah satu prosedur keselamatan kerja di laboratorium yang dijabarkan di atas adalah harus menggunakan jas laboratorium. Jas laboratorium atau yang disebut dengan APD memiliki fungsi yang sama pentingnya dengan sepatu safety, masker, sarung tangan, kacamata safety, dan helm.
Jas laboratorium ada dua jenis, yaitu sekali pakai dan berkali-kali pakai. Jas laboratorium sekali pakai umumnya digunakan di laboratorium biologi. Sementara itu, untuk jas laboratorium berkali-kali pakai, umumnya digunakan di laboratorium kimia.
Standar jas laboratorium berbeda-beda tergantung dengan bahan dan bidang laboratorium itu sendiri.
Adapun fungsi jas laboratorium akan dijabarkan di bawah ini yang disadur dari buku 100% Super Lengkap Gudang Soal Biologi-Kimia SMP Kelas VII, VIII Dan IX tulisan Maria Elizabeth E.K., S.Si.
1. Melindungi Praktikan dari Cairan dan Bahan Kimia Berbahaya
Fungsi pertama adalah untuk melindungi tubuh praktikan dari paparan cairan dan bahan kimia berbahaya agar tak terkena langsung di kulit. Bahan kimia yang dapat membahayakan kulit, yaitu HNO3 pekat, H2SO4 pekat, fenol, eter, dan etanol.
Ketika kulit terkena bahan kimia berbahaya, risikonya bisa mendapatkan luka bakar, iritasi, dan lainnya. Beberapa bahan kimia berbahaya bahkan bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan penyakit berbahaya.
2. Melindungi Praktikan dari Pecahan Alat yang Terbuat dari Kaca
Beberapa alat laboratorium terbuat dari kaca yang mudah pecah. Fungsi jas laboratorium selanjutnya adalah untuk melindungi diri ketika terjadi kecelakaan kerja, seperti memecahkan alat yang terbuat dari kaca.
3. Agar Pakaian Tetap Bersih
Saat melakukan praktikum di dalam laboratorium, tak jarang bahan-bahan mengenai baju, terutama di laboratorium yang menggunakan bahan-bahan cair. Dengan menggunakan jas laboratorium lengan panjang dan dikancingkan, baju yang dikenakan praktikan akan tetap bersih.
4. Profesionalisme Praktikan
Fungsi yang terakhir dari jas laboratorium adalah sebagai bentuk profesionalisme praktikan. Beberapa laboratorium tak mengizinkan praktikan untuk masuk ke dalamnya tanpa jas laboratorium.
Alat Pelindung Diri di Laboratorium
Berdasarkan buku Pengantar Kimia oleh Damin Sumardjo, mengingat peranan laboratorium yang dari waktu ke waktu mengalami peningkatan, prosedur keselamatan kerja terus dikembangkan, termasuk alat-alat pelindung diri yang semakin lengkap.
Selain jas laboratorium, ada beberapa alat pelindung diri lainnya yang perlu digunakan untuk keselamatan kerja di laboratorium. Berikut daftar alat pelindung diri di laboratorium:
1. Jas Laboratorium
Jas laboratorium, seperti yang sudah dijelaskan di atas, berfungsi untuk melindungi praktikan dari kecelakaan kerja dan bahan-bahan berbahaya di laboratorium.
2. Masker Gas
Masker gas terbuat dari bahan tertentu, digunakan agar praktikan tak menghirup gas kimia berbahaya, seperti asam sulfat, asam klorida, dan asam sulfida.
3. Kacamata
Kacamata berfungsi untuk melindungi mata agar tak terkena percikan zat kimia berbahaya.
4. Sepatu
Sepatu berguna agar kaki praktikan tak terkena cairan kimia yang tak sengaja tumpah.
5. Pelindung Wajah
Kemudian, ada pelindung wajah yang dipakai untuk melindungi muka dari percikan material panas.
6. Pelindung Telinga
Pelindung telinga digunakan untuk melindungi dari suara bising saat melakukan percobaan, misalnya dari alat pencuci gelas, penghalus sampel, dan lainnya.
7. Kaos Tangan
Terakhir, kaos tangan berfungsi untuk melindungi tangan praktikan dari cairan kimia berbahaya sangat mengambil, mengaduk, dan linnya.
(NSF)
