Mengenal Struktur dan Fungsi Tumbuhan: Akar, Batang, dan Daun

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumbuhan umumnya terdiri dari batang, akar, dan daun. Batang, akar, dan daun adalah organ pokok dalam tumbuhan. Setiap struktur tumbuhan tersebut memiliki fungsinya masing-masing, yang akan dijelaskan pada artikel ini tentang struktur dan fungsi tumbuhan.
Tak hanya memiliki struktur dan fungsi masing-masing, setiap organ tumbuhan juga akan saling berhubungan dan mendukung satu sama lain. Untuk lebih jelasnya, simak uraian di bawah ini.
Merangkum dari Pengayaan Materi IPA SD Struktur Fungsi dan Metabolisme Tubuh Tumbuhan terbitan SEAMEO QITEP in Science pada 2020, berikut ini penjelasan struktur dan fungsi tumbuhan secara lengkap, mulai dari akar, batang, hingga daun.
Struktur dan Fungsi Tumbuhan Bagian Akar
Akar adalah organ tumbuhan yang berada di bagian paling bawah, umumnya di bawah tanah, tetapi beberapa nampak di permukaan tanah, tergantung, dan terendam air. Pada akar terdapat rambut-rambut atau bulu akar, tudung akar, dan ujung akar.
Rambut akar berfungsi sebagai tempat masuknya air dan zat hara, tudung akar untuk melindungi akar, dan ujung akar untuk menembus tanah.
Apabila dibelah, akar akan tampak seperti gambar di bawah ini. Dari luar ke dalam, bagian-bagian akar yaitu epidermis, korteks, endodermis, stele, xilem, dan floem.
Berikut ini uraian lengkapnya tentang bagian-bagian akar:
1. Epidermis
Epidermis terdiri dari satu lapisan sel yang tersusun rapat dan dinding sel tipis, sehingga mudah ditembus air.
2. Korteks
Korteks terdiri dari berbagai macam sel yang membentuk beberapa lapisan sel berdinding tipis, memiliki banyak ruang antar sel untuk pertukaran gas.
3. Endodermis
Endodermis terdiri dari satu barisan sel, berlokasi di dalam korteks dan tersusun secara rapat tanpa adanya ruang antar sel. Dinding selnya mengalami penebalan bergabus agar tak bisa ditembus air.
4. Stele
Stele atau silinder pusat tersusun dari berbagai macam jaringan yang berada di sebelah endodermis.
5. Perisikel
Perisikel terdiri dari barisan sel padat, terdapat di lapisan terluar dari stele. Bagian akar ini berfungsi untuk membawa nutrisi dan air melalui akar dan mengembangkan akar sekunder, termasuk cabang akar untuk memperluas sistem angkut akar pada sebuah tumbuhan.
6. Xilem dan Floem
Xilem dan floem berada di dalam perisikel, adalah berkas pengangkut yang membawa hasil fotosintesis ke semua bagian tumbuhan. Sementara itu, berikut ini beberapa fungsi akar pada tumbuhan:
Menyerap garam, air, dan mineral melalui bulu-bulu akar agar masuk ke dalam tubuh tumbuhan.
Memperkuat berdirinya tumbuhan.
Alat perkembangbiakan vegetatif.
Melekatkan tumbuhan pada media (tanah) dan menunjang tumbuhan agar berdiri.
Pada beberapa tumbuhan, akar berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya kentang, wortel, ubi, dan lainnya.
Akar pada beberapa tanaman berfungsi untuk bernafas, misalnya bakau.
Baca Juga: Mengenal Bagian-Bagian Tumbuhan dan Masing-Masing Fungsinya
Struktur dan Fungsi Batang
Batang adalah bagian pokok tumbuhan yang terbentuk dari beberapa titik tumbuh batang yang terletak di jaringan embrional. Sebelum mengalami penebalan sekunder, struktur batang sama dengan akar, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Berikut uraiannya:
1. Epidermis
Epidermis adalah lapisan batang yang tersusun dari selapis sel, rapat tanpa ruang antarsel, dan berkutikula. Sel-sel penyusun epidermis selalu aktif membelah seiring pertumbuhan tanaman.
Fungsi utama epidermis adalah sebagai lapisan pelindung dan kekeringan. Batang tumbuhan dikotil memiliki lapisan epidermis berupa kulit kayu yang terbentuk dari jaringan gabus.
Jaringan gabus tak bisa ditembus air dan gas, sehingga pada bagian tersebut terdapat celah-celah berupa lentisel sebagai tempat memelihara perubahan gas.
2. Korteks
Korteks adalah lapisan batang yang tersusun dari jaringan parenkim yang berkloroplas. Sel-sel pada korteks berdinding tipis dan tersusun tak beraturan dengan ruang antarsel cukup besar.
Beberapa jenis rumput-rumputan memiliki jaringan sklerenkim sebagai jaringan penguat pada korteks batang, sedangkan tumbuhan jenis pinus tak memiliki jaringan penguat.
3. Endodermis
Endodermis adalah lapisan yang paling dalam dan berbatasan dengan silinder pusat. Lapisan ini memiliki sel dengan bentuk dan susunan yang khas.
Endodermis adalah lapisan yang menjadi batas antara korteks dan silinder pusat. Pada lapisan ini, selnya banyak mengandung butir-butir zat tepung.
4. Silinder Pusat atau Stele
Stele atau silinder pusat adalah lapisan yang berada di bagian batang dan tersusun atas beberapa jaringan, seperti empulur, berkas pengangkut, dan perikambium. Ini penjelasan masing-masing bagian silinder pusat:
Perikambium atau perisikel adalah lapisan sel yang paling tepi dari silinder pusat.
Pada bagian dalam terdapat jaringan parenkim dengan berkas-berkas pembuluh pengangkut, terdiri dari xilem dan floem, lanjutan dari xilem dan floem akar.
Empulur berlokasi di bagian tengah atau inti batang dan tersusun dari jaringan parenkim. Pada beberapa tumbuhan, empulur mengalami kerusakaan masa saat pertumbuhan.
Sementara itu, fungsi batang adalah sebagai berikut:
Penopang atau penyokong tumbuhan agar berdiri tegak.
Tempat menyimpan cadangan makanan.
Tempat melekatnya bagian tumbuhan lainnya, seperti akar, daun, bunga, dan buah.
Alat transportasi air dan zat hasil fotosintesis.
Alat perkembangbiakan vegetatif, yaitu dengan mencangkok.
Tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya tebu.
Tempat untuk membantu proses pernapasan melalui lentisel.
Struktur dan Fungsi Daun
Daun adalah bagian organ tumbuhan yang berperan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan tanaman.
Daun yang berwarna hijau mengandung zat hijau atau klorofil, yaitu molekul pada daun yang berfungsi menyerap cahaya matahari untuk mengubah H2O (air) dan CO2 (gas karbon dioksida), menjadi O2 (oksigen) dan gula. Proses ini disebut dengan fotosintesis.
Daun juga memiliki strukturnya sendiri, berikut penjelasan lengkapnya:
1. Epidermis Daun
Epidermis daun adalah lapisan terluar dari daun yang dibagi menjadi epidermis atas dan bawah. Fungsi epidermis daun adalah melindungi jaringan yang ada di dalam struktur daun.
Di lapisan epidermis daun terdapat stomata, tepatnya di antara dua sel penutup. Stomata adalah pori-pori kecil tumbuhan, umumnya berada di lapisan daun atas atau bawah.
2. Mesofil Daun (Jaringan Dasar)
Jaringan mesofil daun berada di bawah lapisan epidermis. Jaringan ini dibagi menjadi dua, yaitu jaringan palisade atau jaringan tiang dan jaringan bunga karang dan jaringan spons. Kedua jaringan tersebut memiliki banyak kloroplas dan menjadi tempat terjadinya fotosintesis.
Ciri jaringan palisade sebagai berikut:
Berbentuk silinder yang tersusun rapat.
Mengandung kloroplas.
Sementara, ciri jaringan bunga karang sebagai berikut:
Sel-selnya tersusun tak rapat sehingga banyak ruangan antarsel.
Berlokasi di bagian bawah jaringan palisade dan di atas epidermis bawah.
Kloroplasnya tak banyak dibandingkan dengan kloroplas di jaringan palisade.
Berikut ini beberapa fungsi daun pada tumbuhan:
Tempat terjadinya fotosintesis dan penyimpanan sementara hasil fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, fotosintesis berlangsung di jaringan palisade, sementara untuk tumbuhan monokotil berlangsung di jaringan spons.
Sebagai alat reproduksi vegetatif untuk memperbanyak tanaman, misalnya tanaman cocor bebek yang daunnya berbentuk tunas.
Mengatur proses transpirasi, mulai dari proses penguapan air, penguapan pada mulut daun atau stomata dan kutikula.
Sebagai alat respirasi, tepatnya fungsi dari stomata pada daun.
Sebagai berlangsungnya proses gutasi, yaitu tempat keluarnya cairan atau air yang berupa tetes-tetesan.
Sebagai tempat keluar masuknya gas karbon dioksida dan oksigen.
Selain tiga bagian tumbuhan di atas, beberapa tumbuhan dilengkapi dengan bunga dan buah. Bunga berfungsi sebagai alat perkembangan generatif. Kemudian, buah berfungsi sebagai tempat menyimpannya cadangan makanan dan melindungi biji untuk perkembang biakan tanaman.
(NSF)
