Mengenal Tabayyun dalam Islam sebagai Langkah Tepat Ketika Mendengar Isu Negatif

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika mendengar berita atau isu negatif maka langkah yang tepat adalah tabayyun. Pasalnya, selain kepada Allah dan diri sendiri, Islam juga mengajarkan untuk berbaik sangka kepada orang lain.
Sebelumnya, pahami terlebih dahulu konsep berbaik sangka kepada orang lain dalam Islam. Tindakan berbaik sangka (husnudzan) kepada sesama manusia tergolong sikap yang terpuji.
Sikap ini akan membuat seseorang selalu berpikiran positif kepada orang lain, sehingga tidak akan memandangnya dengan prasangka buruk ataupun negatif. Adanya kecurigaan juga akan hilang dengan sendirinya, yang membuat hidup berjalan lebih indah dan damai.
Namun, dalam praktiknya, manusia yang memiliki sifat berbeda-beda mudah saja berburuk sangka. Jika sudah terjadi, yang ada hanyalah perpecahan dan konflik. Banyak pertikaian dan kerusuhan terjadi karena sikap berburuk sangka ini.
Oleh sebab itu, sebagai umat Islam yang taat harus mampu meminimalisasi adanya isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Jika mendengar berita atau isu negatif, maka langkah yang tepat adalah mengklarifikasi atau dalam Islam dikenal dengan istilah tabayyun.
Tabayyun dalam Islam
Dalam bahasa Arab, tabayyun adalah mencari kejelasan hingga terang dan benar. Sementara itu, secara istilah pengertian tabayyun adalah menyeleksi informasi atau berita dengan melakukan check dan recheck, memverifikasi, dan mencari kebenaran dari informasi tersebut.
QS. Al-Hujurat ayat 6 berpesan: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa suatu berita, maka bersungguh-sungguhlah mencari kejelasan agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan yang menyebabkan kamu atas perbuatan kamu menjadi orang-orang yang menyesal."
Sikap tabayyun perlu ditanamkan dalam diri sendiri. Ketika menerima berita, hendaknya seorang Muslim mencari kebenarannya terlebih dahulu.
Sebelum membagikannya, pastikan informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai informasi yang disampaikan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.
Tabayyun adalah termasuk akhlak mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan antar umat manusia.
Cara Bertabayyun dalam Islam
Untuk membiasakan ber-tabayyun, seorang Muslim harus melakukan kegiatan riset informasi. Islam sendiri telah mengenal berbagai jenis riset yang didasarkan pada pendapat ilmuwan seperti Al-Farabi, Al-Khawarizmi, Ibnu khaldun, dan Imam Ghazali.
Mengutip dari jurnal milik Brian Rafsan yang berjudul Sikap Tabayyun dalam Alquran menurut Mufassir dan Kontekstualisasinya Pada Problematika Pemberitaan Media Sosial (2018), jenis riset dibedakan menjadi lima, yaitu sebagai berikut:
Riset bayani, yaitu penelitian untuk mengenal gejala dan proses alam beserta makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Contohnya, yaitu penelitian tentang warna hewan, tingkah laku hewan, dan pola perkembang biakan hewan.
Riset istiqra'i, yaitu penelitian untuk mencari informasi kebudayaan dan kehidupan sosial manusia. Kini, riset istiqra’i banyak digunakan dalam cabang ilmu sosial.
Riset jadali, yaitu riset untuk mencari kebenaran yang didasarkan pada pola berpikir rasional (rasionale exercise). Jenis riset ini digunakan dalam beberapa cabang ilmu seperti ilmu mantiq dan filsafat.
Riset burhani, yaitu riset yang berfokus pada kegiatan eksperimen atau percobaan ilmiah, seperti temuan obat dan teknologi.
Riset irfani, yaitu riset yang mempelajari aspek ajaran Islam. Jenis riset ini banyak digunakan dalam cabang ilmu tasawuf.
(VIO)
