Konten dari Pengguna

Mengenal Tahapan Reproduksi Ascomycota dalam Berbagai Cara

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ascomycota yang bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ascomycota yang bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Foto: Pixabay

Ascomycota merupakan filum dari fungi yang memiliki nama lain sac fungi. Disebut dengan sac fungi, karena memproduksi spora dari bagian reproduksi seksual yang bentuknya seperti kantung. Lantas, bagaimana proses reproduksi Ascomycota?

Situs Adelaide Education menyebutkan bahwa tubuh Ascomycota ada yang berupa uniseluler maupun multiseluler. Selain itu, hidup Ascomycota ada yang bersifat saprofit, ada pula yang parasit.

Ascomycota hidup sebagai pengurai bahan organik khususnya dari tumbuhan atau sisa-sisa dari organisme yang ada di dalam tanah maupun laut. Divisi Ascomycota sendiri terdiri atas banyak jamur berwarna-warni yang tumbuh pada makanan, merusak buah, tanaman ladang, dan tumbuhan lain.

Selain itu, beberapa Ascomycota menyekresikan enzim selulase dan protease yang dapat merusak kain katun dan kain wol, terutama di tempat yang hangat dan lembab. Keadaan lingkungan tersebut dapat membuat jamur tumbuh dengan baik.

Meskipun kebanyakan jenis fungi ini bersifat parasit, divisi Ascomycota juga dapat membawa keuntungan bagi tumbuhan melalui hubungan mutualisme dengan akar tanaman. Lebih jelasnya, ketahui cara reproduksi Ascomycota dalam pembahasan berikut ini.

Ilustrasi jamur yang sedang bereproduksi melalui beberapa tahapan. Foto: Pixabay

Cara Reproduksi Ascomycota

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Ascomycota ada yang bersifat uniseluler dan multiseluler, serta berkembangbiak dengan dua cara, yaitu secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif).

Dari sinilah, menyadur dalam buku Praktis Belajar Biologi oleh Fiktor Ferdinand, terdapat empat jenis perkembangbiakan pada Ascomycota, yakni:

1. Reproduksi Aseksual Ascomycota Uniseluler

Untuk Ascomycota tipe sel uniseluler, reproduksi aseksualnya dilakukan dengan pembelahan sel atau pelepasan tunas (budding) dari sel induk. Tunas yang terlepas akan menjadi sebuah sel jamur baru. Namun, jika tidak terlepas, sel tunas akan membentuk rantai pseudohifa (hifa semu).

2. Reproduksi Seksual Ascomycota Uniseluler

Pada Ascomycota uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan konjugasi atau penyatuan dua sel haploid (n) yang berbeda jenis. Dari hasil penyatuan dua sel tersebut akan menghasilkan zigot yang berkromosom diploid (2n).

Zigot tumbuh membesar menjadi askus yang diploid. Inti (nukleus) diploid di dalam askus membelah secara miosis dengan menghasilkan 4 inti yang berkromosom haploid (n).

Di sekitar empat inti tersebut, terbentuk dinding sel dengan 4 askospora di dalam askus berkromosom haploid (n). Jika askus sudah masak, maka askus akan pecah dengan mengeluarkan askospora. Askospora akan tumbuh menjadi sel jamur baru yang haploid (n).

3. Reproduksi Aseksual Ascomycota Multiseluler

Untuk Ascomycota tipe sel multiseluler, reproduksi aseksualnya dilakukan dengan dua cara, yaitu fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual konidiospora.

Hifa dewasa yang terputus akan tumbuh menjadi sebuah hifa jamur baru. Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia).

Konidia memiliki jumlah kromosom yang haploid (n). Konidia pada jamur Ascomycota berwarna-warni, antara lain berwarna oranye, hitam, biru, atau kecokelatan.

Jika kondisi lingkungan menguntungkan, konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid. Hifa akan bercabang-cabang dengan membentuk miselium yang berkromosom haploid (n).

4. Reproduksi Seksual Ascomycota Multiseluler

Adapun cara reproduksi seksual pada Ascomycota multiseluler yang memiliki beberapa tahapan, di antaranya sebagai berikut:

  • Hifa (+) dan hifa (-) yang masing-masing memiliki kromosom haploid yang berdekatan. Hifa (+) membentuk askogonium (alat reproduksi betina), sedangkan hifa (-) membentuk anteridium (alat reproduksi jantan).

  • Askogonium akan membentuk saluran yang menuju anteridium yang disebut dengan trikogen. Melalui trikogen, terjadi proses plasmogami (peleburan sitoplasma). Askogonium akan menerima nukelus yang berkromosom haploid dari anteridium, sehingga askogonium memiliki banyak inti dari keduanya (dikariotik).

  • Askogonium akan tumbuh menjadi sebuah hifa dikariotik yang bercabang-cabang dan tergabung dalam askokarp (tubuh buah).

  • Ujung-ujung hifa pada askokarp akan membentuk askus dikariotik.

  • Di dalam aksus terjadi kariogami (peleburan inti), sehingga terbentuk inti yang berkromosom diploid (2n).

  • Inti diploid yang ada dalam askus akan membelah secara meiosis dengan menghasilkan 4 nukelus yang haploid (n).

  • Masing-masing dari nukleus haploid akan membelah secara mitosis, sehingga di dalam askus terdapat 8 nukleus. Selanjutnya, di sekitar nukleus akan terbentuk dinding sel dan terbentuk askospora yang berkromosom haploid (n).

  • Jika askus telah masak, askospora akan membesar secara serentak. Hal ini terjadi karena jika satu askus pecah, askus lain juga akan pecah.

  • Askospora yang jatuh di tempat yang cocok akan berkecambah menjadi hifa baru yang haploid (n). Hifa haploid akan tumbuh bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid (n).

Baca Juga: Kingdom Protista: Pengertian dan Klasifikasi Kelompoknya

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa spesies Ascomycota?
chevron-down

Ascomycota atau the sac fungi merupakan fungi atau jamur yang bereproduksi seksual dengan cara membuat askospora di dalam askus. Askus adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora.

Bagaimana perkembangbiakan Ascomycota?
chevron-down

Perkembangbiakan Ascomycota ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan konidium, fragmentasi, dan pertunasan. Sementara itu, perkembangbiakan seksualnya dilakukan dengan cara konjugasi dan menghasilkan zigot diploid.

Bagaimana awal reproduksi seksual Ascomycota uniseluler?
chevron-down

Pada Ascomycota uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan konjugasi atau penyatuan dua sel haploid (n) yang berbeda jenis. Dari hasil penyatuan dua sel tersebut akan menghasilkan zigot yang berkromosom diploid (2n).