Mengenal Tangga Nada Diatonis Mayor dan Minor dalam Musik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika bermusik, tangga nada diatonis berperan penting supaya musik yang diciptakan dapat terdengar indah dan harmonis. Jika kamu suka bermain piano, nada-nada dalam piano dan organ juga termasuk dalam sistem diatonis.
Mengutip buku Seni Budaya yang ditulis oleh Sem Cornelyoes, tangga nada berarti susunan nada yang berjenjang dan berasal dari nada-nada pokok sebuah sistem nada. Secara singkat tangga nada diartikan sebagai susunan dari sebuah nada secara berjenjang.
Tangga nada dimulai dari nada dasar sampai dengan nada oktaf, yakni do, re, mi, fa, so, la, si do. Penyusunan nada dalam tangga nada didasarkan pada jarak nada tertentu. Misalnya, terdapat yang berjarak satu nada dan ada pula yang berjarak setengah nada.
Jarak yang dikenal sebagai internal tersebut, menentukan kemungkinan variasi nada dan jenis tangga nada. Tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada pentatonis dan tangga nada diatonis.
Adapun tangga nada diatonis merupakan salah satu jenis tangga nada dalam dunia musik. Jenis ini memiliki ciri khas tersendiri di antara tangga nada pentatonis dan kromatis.
Istilah diatonis berasal dari kata "dia" yang berarti dua dan "tonis" yang berarti hal yang berhubungan dengan nada. Hal itu karena dalam tangga nada diatonis terdapat tujuh nada. Bila dirinci terdapat lima nada berjarak sama dan dua nada berjarak setengahnya.
Dengan demikian, tiap nada utuh dalam tangga nada diatonis dapat dibagi lagi menjadi dua seminada atau setengah nada. Tangga nada diatonis terdiri atas tujuh nada yang berinterval satu dan setengah nada. Musik modern dan Eropa umumnya menggunakan tangga nada diatonis ini.
Berikut ini adalah pembagian tangga nada diatonis yang perlu kamu ketahui:
Tangga Nada Diatonis Mayor
Jika diperhatikan, tangga nada diatonis mayor dan minor tidak jauh berbeda. Hanya awal dan akhir nada pada susunan tangga nada itu yang tak serupa.
Jarak antara nada atau not pada diatonis mayor adalah 1-1-½-1-1-1-½. Tangga nada diatonis mayor diawali dengan nada c atau do.
Susunan tangga nada mayor biasanya akan menimbulkan kesan riang, bahagia, dan bersemangat. Berikut adalah contoh lagu daerah yang menggunakan diatonis mayor:
Berkibarlah Benderaku
Bintang Kecil
Bangun Pemudi Pemuda
Gebyar Gebyar
Balonku
Tangga Nada Diatonis Minor
Sementara itu, tangga nada diatonis minor akan diawali dan diakhiri dengan a atau la. Susunan tangga nada diatonis minor ini akan menimbulkan kesan sedih, suasana sendu, dan haru.
Tangga nada diatonis minor juga memiliki dua variasi, yakni tangga nada minor melodis dan tangga nada minor harmonis.
Susunan tangga nada minor melodis adalah sebagai berikut:
Nada ketujuh, yaitu 5 (sol), dinaikkan ½ nada menjadi /5 (sil).
Sedangkan susunan tangga nada minor harmonis adalah sebagai berikut:
Berikut ini adalah beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada diatonis minor:
Syukur
Bagimu Negeri
Indonesia Pusaka
Ambilkan Bulan
Bintang Kejora
(FNS)
