Konten dari Pengguna

Mengenal Tata Nama Senyawa Ion dan Ketentuan Penulisannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi senyawa kimia yang memerlukan tata nama spesifik. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi senyawa kimia yang memerlukan tata nama spesifik. Foto: Freepik

Setiap senyawa perlu memiliki nama spesifik, termasuk ion. Lantas, seperti apa tata nama senyawa ion? Senyawa kimia tentunya memiliki nama spesifik untuk kemudahan mengenalnya sekaligus membedakan dari senyawa lain.

Aturan tata nama senyawa ditetapkan oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Sistem ini adalah sistem tata nama senyawa kimia resmi yang digunakan oleh para ahli kimia di seluruh dunia.

Dalam sistem penamaan yang digunakan sekarang, nama senyawa didasarkan pada rumus kimianya. Namun, ada pula sistem penamaan yang dinamakan sistem trivial. Sistem penamaan ini hanya berlaku di Indonesia saja.

Setiap negara memiliki sistem penamaan trivial yang berbeda. Contohnya, pada sistem IUPAC senyawa NaCl dinamakan natrium klorida. Namun, sistem trivial menyebutnya garam dapur atau halit.

Aturan IUPAC dalam penamaan senyawa kimia dibedakan untuk senyawa organik dan senyawa anorganik. Tata nama senyawa anorganik sendiri dapat dikelompokkan menjadi senyawa ion, senyawa molekul, dan asam.

Langsung saja, simak pengertian senyawa ion dan tata namanya berikut ini.

Ilustrasi tata nama senyawa kimia, termasuk ion untuk kemudahan mengenalnya. Foto: Freepik

Senyawa Ion dan Tata Namanya

Mengutip buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas X SMA milik Yayan Sunarya dkk (2009: 60), senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik yang terjadi antara dua unsur atau lebih.

Senyawa ion juga merupakan gabungan antara unsur logam dan unsur nonlogam yang memiliki perbedaan keelektronegatifan yang tinggi.

Penulisan Rumus Senyawa Ion

Secara umum, penulisan senyawa ion merupakan rangkaian nama kation (di depan) dan nama anion (di belakang). Namun, perlu diingat bahwa indeks (angka kecil di bawah kanan) tidak perlu disebut.

Dikutip dari buku Kimia untuk SMA Kelas X tulisan Suyatno dkk (2012: 25), berikut ketentuan penulisan senyawa ion biner dan poliatomik.

Senyawa ion dibedakan menjadi dua, yaitu ion biner dan ion poliatomik. Foto: Freepik

1. Penulisan Senyawa Ion Biner

Senyawa biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua atom, yaitu atom logam (kation) berada di depan dan nonlogam (anion) berada di belakang. Penulisan rumus senyawa ion biner dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Kation (ion positif) atau ion logam ditulis terlebih dahulu.

  • Senyawa haruslah netral, sehingga jumlah muatan positif dan muatan negatif sama dengan cara mengatur indeks kation dan anion.

  • Kation dari unsur logam diberi nama sama dengan unsur logam tersebut, sedangkan atom anion ditambah akhiran –ida.

  • Jika unsur logam mempunyai lebih dari satu jenis bilangan oksidasi (pada logam golongan B), maka untuk membedakan senyawa-senyawanya, yaitu dengan cara menuliskan bilangan oksidasinya.

  • Bilangan oksidasi ditulis dengan tanda kurung menggunakan angka romawi di bagian belakang nama unsur logam tersebut.

Contoh:

KCl: Kalium klorida

MgF2: Magnesium fluorida

K2O: Kalium oksida

NaCl: Natrium klorida

Ilustrasi mempelajari senyawa kimia dan tata nama penulisannya. Foto: Freepik

2. Penulisan Senyawa Ion Poliatomik

Dalam bahasa Yunani, awalan poli– berarti “banyak". Ion yang terdiri dari ion atom tunggal disebut monoatom, sedangkan ion yang tersusun dari beberapa unsur disebut ion poliatomik.

Senyawa poliatomik terbentuk dari kation monoatomik dengan anion poliatomik. Rumus penamaan senyawa poliatomik dapat dituliskan sebagai berikut:

  • Pemberian nama senyawa poliatomik diawali dengan menyebutkan nama kation, kemudian nama anionnya.

Contoh:

NaCN : Natrium Sianida

MgCO3 : Magnesium Karbonat

AlPO4 : Aluminium Fosfat

Na2CO3 : Natrium Karbonat

  • Untuk unsur halogen seperti klor (Cl) dapat mengikat oksigen dengan jumlah paling banyak sampai dengan 4 dan paling sedikit 1 atom oksigen. Oleh sebab itu, cara pemberian namanya adalah sebagai berikut:

Untuk ion yang mengikat oksigen paling sedikit, menggunakan awalan hipo dan akhiran-it.

Untuk ion yang mengikat oksigen paling banyak, menggunakan awalan per dan akhiran- at.

Contoh:

NaClO = Natrium hipoklorat

NaClO2 = Natrium klorit

NaClO3 = Natrium klorat

NaClO4 = Natrium perklorat

Demikian ulasan mengenai tata nama senyawa ion, kaidah penulisan, dan contohnya. Semoga bermanfaat.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa itu senyawa ion?

chevron-down

Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik yang terjadi antara dua unsur atau lebih.

Apa pengertian senyawa biner?

chevron-down

Senyawa biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua atom, yaitu atom logam (kation) berada di depan dan nonlogam (anion) berada di belakang.

Bagaimana rumus penamaan senyawa poliatomik?

chevron-down

Pemberian nama senyawa poliatomik diawali dengan menyebutkan nama kation, kemudian nama anionnya.