Mengenal Tata Nama Senyawa Terner

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senyawa terner adalah senyawa yang terdiri dari tiga unsur, yaitu unsur asam, basa, dan garam. Sementara, tata nama senyawa terner merupakan aturan penamaan senyawa kimia yang meliputi ketiga unsur tersebut.
Untuk memahami lebih jelas mengenai aturan penamaan senyawa terner, simak uraian lengkapnya berikut ini.
Tata Nama Senyawa Terner
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, unsur-unsur yang membentuk senyawa terner terdiri dari asam, basa, dan garam. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Tata Nama Senyawa Asam
Dikutip dari Buku Ajar Kimia Dasar I oleh Sulastri dan Ratu Fazlia Inda Rahmadani, asam merupakan senyawa yang terdiri dari unsur hidrogen, oksigen, dan non-logam. Unsur non-logam dapat berupa unsur yang memiliki satu bilangan oksidasi atau lebih.
Senyawa asam dibedakan menjadi dua, yaitu asam biner dan asam poliatomik atau asam oksi. Asam biner adalah asam yang terdiri dari dua jenis atom, sedangkan asam oksi adalah asam yang mengandung oksigen dan umumnya memiliki anion poliatomik sehingga disebut juga asam poliatomik.
Aturan penamaan untuk senyawa asam hanya berbeda pada akhirannya. Asam dengan unsur logam yang memiliki bilangan oksidasi lebih tinggi diberi akhiran –at, sedangkan yang bilangan oksidasinya lebih rendah diberi akhiran –it.
Rumus asam terdiri atas atom H (diletakkan di bagian depan) dan suatu anion yang disebut sisa asam (diletakkan di bagian belakang). Agar lebih mudah diingat, perhatikan rumus tata nama senyawa asam berikut.
Nama Senyawa Asam = Asam + Nama Anion
Contoh:
H3PO4 = 3H+ (ion asam) + PO43- (anion sisa asam/fosfat)
Berikut tata nama beberapa senyawa asam.
HNO2 = asam nitrit
H3PO3 = asam fosfit
H3PO4 = asam fosfat
H2SO3 = asam sulfit
H2SO4 = asam sulfat
HNO3 = asam nitrat
H2C2O4 = asam oksalat
H2CO3 = asam karbonat
HBrO2 = asam bromit
HBrO3 = asam bromat
2. Tata Nama Senyawa Basa
Basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation dan anion. Kation dari basa berupa logam dan anion berupa ion hidroksida.
Aturan penamaan nama dari senyawa basa sebenarnya sama dengan nama kationnya yang kemudian diberi tambahan nama hidroksida. Supaya lebih mudah dipahami, perhatikan rumus tata nama senyawa basa berikut.
Nama Senyawa Basa = Nama Kation + Hidroksida
Contoh:
NaOH = Na+ (natrium) + OH- (hidroksida)
Berikut tata nama beberapa senyawa basa.
NaOH = natrium hidroksida
Mg(OH)2 = magnesium hidroksida
Al(OH)3 = aluminium hidroksida
Cu(OH)2 = tembaga (II) hidroksida
Ca(OH)2 = kalsium hidroksida
3. Tata Nama Senyawa Garam
Garam adalah senyawa ion yang terdiri atas kation basa dan anion sisa dari asam. Untuk aturan pemberian nama atau rumus dari senyawa garam adalah sama dengan ionnya.
Berikut tata nama beberapa senyawa garam.
CaCl2 = kalsium klorida
Mg(NO3)2 = magnesium nitrat
NH4Cl = amonium klorida
K2SO4 = kalium sulfat
CaCO3 = kalsium karbonat
AlPO4 = aluminium posfat
NaNO3 = natrium nitrat
(NH4)2SO4 = amonium sulfat
LiClO4 = litium perklorat
FePO4 = besi (II) fosfat
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis asam?

Apa saja jenis asam?
Senyawa asam dibedakan menjadi dua, yaitu asam biner dan asam poliatomik atau asam oksi.
Apa perbedaan asam biner dengan asam oksi?

Apa perbedaan asam biner dengan asam oksi?
Asam biner adalah asam yang terdiri dari dua jenis atom, sedangkan asam oksi adalah asam yang mengandung oksigen dan umumnya memiliki anion poliatomik.
Apa yang dimaksud dengan asam?

Apa yang dimaksud dengan asam?
Asam merupakan senyawa yang terdiri dari unsur hidrogen, oksigen, dan non-logam.
