Mengenal Trinil, Situs Purbakala Temuan Eugene Dubois

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trinil adalah salah satu situs purbakala di Indonesia. Trinil terletak di desa pinggiran Bengawan Solo, akan tetapi secara administrasi masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Situs ini pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois, pelopor penelitian paleontologi di Indonesia. Eugene Dubois adalah seorang dokter tentara Belanda yang menaruh minat terhadap sejarah evolusi umat manusia.
Eugene Dubois mengadakan penggalian (ekskavasi) fosil Pithecanthropus pertama di Trinil tahun 1891. Penggalian tanah yang ia lakukan, telah membawa penemuan sisa-sisa manusia purba yang sangat berharga bagi dunia pengetahuan.
Apa saja penemuan yang dihasilkan oleh Eugene Dubois di situs purbakala Trinil? Selengkapnya ada di bawah ini.
Penemuan Eugene Dubois di Trinil
Dirangkum dalam buku Sejarah Itu Asyik: Buku Pendamping Sejarah Indonesia karangan Ahmad Muhlu Junaidi (2019: 29), penggalian Dubois dilakukan pada endapan alluvial Bengawan Solo.
Endapan alluvial adalah tanah liat bertekstur halus dan dapat menampung air hujan yang tergenang. Dari lapisan tersebut, ditemukan atap tengkorak manusia purba jenis Pithecanthropus erectus dan beberapa buah tulang paha yang menunjukkan pemiliknya telah berjalan tegak.
Ciri-ciri Pithecanthropus yang ditemukan di situs Trinil, Jawa Tengah, yaitu:
Tengkoraknya sangat pendek, tetapi memanjang ke belakang.
Volume otaknya sekitar 900 cc (di antara otak kera 600 cc dan otak manusia modern 1200-1400 cc).
Tulang kening menonjol.
Di bagian belakang mata terdapat penyempitan yang sangat jelas (tanda otak belum berkembang).
Bagian belakang kepala terlihat bentuk yang meruncing (diduga manusia Pithecanthropus berjenis kelamin perempuan).
Berdasarkan kaburnya sambungan perekatan antartulang kepala, ditafsirkan manusia purba jenis ini telah mencapai usia dewasa.
Situs Trinil merupakan situs tertua di Indonesia. Peninggalan purbakala telah lebih dahulu ditemukan di daerah Trinil, jauh sebelum Von Koenigswald menemukannya di daerah Sangiran pada tahun 1934.
Mengenal Museum Trinil
Kini, Trinil menjadi sebuah museum yang menjadi sarana pendidikan, penelitian, sekaligus sekadar datang untuk berwisata. Berbagai koleksi kehidupan zaman Pleistosen tengah, sekitar satu juta tahun silam, dapat ditemukan di Museum Trinil.
Tak perlu heran bila mengunjungi museum yang terletak Pedukuhan Pilang, Desa Kawu Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur itu, kerap dikunjungi para peneliti dan akademisi yang ingin mempelajari kehidupan purba.
Museum Trinil dikelola pemerintah daerah, Departemen Pendidikan Nasional, dan Dinas Suaka Peninggalan Purbakala Trowulan.
Koleksi museumnya sendiri terdiri dari berbagai macam fosil dari kehidupan di masa lampau, di antaranya manusia purba Pithecanthropus erectus, gajah, kerbau, badak, kerang, dan tumbuhan yang berasal dari situs purbakala Trinil.
Adapun fasilitas yang tersedia di dalam Museum Trinil, yaitu:
Museum dan pendopo peristirahatan
Tempat cinderamata (souvenir)
Diorama fosil purbakala lengkap dengan identitas dan dekskripsinya
Mushola dan arena bermain anak
Bumi perkemahan
Toilet dan kamar mandi
(VIO)
