Konten dari Pengguna

Mengetahui Arah Pergerakan Kurva Penawaran Jika Harga Turun

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kurva penawaran. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kurva penawaran. Foto: Unsplash.com

Dalam studi ekonomi, baik kurva penawaran maupun kurva permintaan dapat menggambarkan perilaku penjual dan pembeli. Keduanya juga berkaitan dengan harga dan barang di pasar.

Lantas, bagaimana cara mengetahui arah pergerakan kurva penawaran? Simak uraiannya berikut ini!

Hukum Penawaran

Mengutip dari buku Ekonomi Manajerial yang disusun oleh Dahliah, hukum penawaran merupakan sebuah pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Pada dasarnya, hukum penawaran menyatakan bahwa makin tinggi harga sebuah barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan dan sebaliknya.

Menurut Sukwaiaty, dkk., dalam buku Ekonomi 1: SMA Kelas X, penyebab hal tersebut karena produsen ingin memaksimalkan keuntungan. Ketika harga barang naik sementara faktor lain tetap, maka produsen akan memperoleh keuntungan lebih besar dan menawarkan barang dalam kuantitas lebih.

Kondisi tersebut juga berlaku saat harga menurun. Produsen akan menawarkan barang lebih sedikit untuk menghindari kerugian.

Secara umum, terdapat dua jenis penawaran, di antaranya:

  1. Penawaran individu, yakni sejumlah barang yang ditawarkan oleh seorang produsen.

  2. Penawaran pasar, yakni hasil jumlah gabungan secara horizontal barang yang ditawarkan oleh penjual individu yang ada di pasar.

Kurva Penawaran

Menurut Ahmad Syafii, dkk., dalam buku Ekonomi Mikro, kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan berbagai jumlah barang yang ditawarkan di berbagai tingkatan harga.

Selain itu, kurva penawaran juga dapat diartikan sebagai kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Perlu diketahui bahwa kurva penawaran memiliki sifat berbanding terbalik dengan kurva prermintaan. Kurva penawaran memiliki lereng positif. Artinya, hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus. Kemiringan pada kurva penawaran berjalan naik dari pojok kiri bawah ke pojok kanan atas.

Sesuai dengan hukum penawaran, apabila harga barang meningkat, jumlah barang yang ditawarkan turut meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan titik pada kurva penawaran bergerak ke arah kanan.

Kurva penawaran. Sumber: Buku Ekonomi Mikro yang disusun oleh Ahmad Syafii, dkk.

Berdasarkan grafik di atas, harga pada kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Adapun arah kurva penawaran jika harga turun adalah dari kanan atas ke kiri bawah.

Pergerakan kurva penawaran akan terjadi akibat perubahan produk yang ditawarkan oleh penjual. Hal tersebut sebagai akibat dari pengaruh beberapa faktor, kecuali faktor harga barang yang ditawarkan.

Sifat dari produksi juga berkaitan dengan hukum penawaran. Makin banyak barang produksi yang dihasilkan, makin banyak pula faktor produksi yang digunakan. Oleh karena itu, produsen akan meminta harga satuan lebih tinggi dari yang dihasilkan.

Selain itu, faktor produksi seperti kerja, modal, dan manajemen akan memengaruhi barang yang dihasilkan produsen. Apabila terjadi kenaikan biaya bahan mentah, hal itu akan mengurangi pasokan barang, sehingga menyebabkan kurva penawaran naik.

(ANM)