Konten dari Pengguna

Mengetahui Manfaat Penemuan Lampu Lalu Lintas

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lampu lalu lintas mempunyai peran penting dalam pergerakan lalu lintas. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Lampu lalu lintas mempunyai peran penting dalam pergerakan lalu lintas. Foto: Unsplash

Lampu lalu lintas adalah tanda yang biasa dijadikan patokan bagi seluruh pengguna jalan. Sebagaimana yang disebutkan dalam UU No. 22 tahun 2009, lampu lalu lintas adalah lampu yang mampu mengendalikan arus lalu lintas.

Lampu lalu lintas terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini hampir ada di seluruh daerah agar dapat menjaga keteraturan lalu lintas di jalanan.

Penemu lampu lalu lintas adalah Lester Farnsworth Wire. Pada awalnya, lampu lalu lintas tidak memiliki interval waktu yang jelas, sehingga masih rawan terjadi kecelakaan akibat lampu lalu lintas.

Namun saat ini, lampu lalu lintas telah mengalami banyak perubahan, dengan bentuk yang menyerupai huruf T, serta terdiri dari tiga lampu dengan sinyal yang berbeda-beda, yaitu:

  • Lampu dengan sinyal stop ditandai dengan lampu berwarna merah

  • Lampu dengan sinyal go memiliki warna lampu hijau

  • Lampu dengan posisi stop berwarna kuning, yang memberikan interval waktu untuk mulai berjalan atau mulai berhenti. Selain itu sinyal dapat diartikan juga sebagai kesempatan untuk berhenti atau berjalan secara perlahan.

Manfaat penemuan lampu lalu lintas salah satunya adalah untuk mengatur ketertiban lalu lintas. Foto: Unsplash

Manfaat Penemuan Lampu Lalu Lintas

Penemuan lampu lalu lintas sangat berperan penting bagi pengguna jalan. Lampu lalu lintas yang teratur dengan sinyal yang dapat mengatur waktu jalannya kendaraan untuk melaju, berhenti, dan hati-hati berguna agar tidak terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Manfaat penemuan lampu lalu lintas pada awalnya hanya diperuntukkan untuk mengatur ketertiban jalan. Kemudian berkembang dan memiliki tujuan serta manfaat lain dalam pemasangannya di jalan.

Dirangkum dalam skripsi karya Eric Goldman yang berjudul Analisis Pengaturan Lampu Lalu Lintas dengan Metoda Mkji (Studi Kasus Simpang Bbersinyal UIN Kalijaga Yogyakarta), berikut adalah manfaat atau fungsi lampu lalu lintas.

  • Mengatur gerakan lalu lintas.

  • Meningkatkan kapasitas lalu lintas pada perempatan jalan.

  • Mengurangi frekuensi kecelakaan yang disebabkan oleh lampu lalu lintas.

  • Mengkoordinasikan lalu lintas di bawah kondisi jarak sinyal yang cukup baik, sehingga aliran lalu lintas tetap berjalan menerus pada kecepatan tertentu.

  • Memutuskan arus lalu lintas tinggi agar memungkinkan adanya penyeberangan kendaraan lain atau pejalan kaki.

  • Mengatur penggunaan jalur lalu lintas di jalan.

  • Sebagai pengendali pertemuan jalan pada jalan masuk menuju jalan bebas hambatan.

  • Memutuskan arus lalu lintas bagi lewatnya kendaraan darurat (Ambulance) atau pada jembatan gerak.

Ciri-ciri lampu lalu lintas. Foto: Unsplash

Ciri-Ciri Lampu Lalu Lintas

Oglesby dan Hicks (1982) dalam bukunya yang berjudul Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kapasitas dan Tingkat Pelayanan pada Persimpangan menyatakan bahwa lampu lalu lintas mempunyai ciri-ciri fisik.

Disebutkan ciri-ciri fisik lampu lalu lintas yang dapat membedakan dengan lampu lainnya di jalanan, adalah sebagai berikut.

  • Mempunyai sinyal modern yang dikendalikan oleh listrik.

  • Setiap unit terdiri dari lampu merah, kuning dan hijau yang terpisah dengan diameter 8-12 inch (20,4-30,4 cm).

  • Pemasangan lampu lalu lintas di luar batas jalan atau digantung di atas persimpangan jalan.

  • Tinggi tiang lampu lalu lintas adalah 2,4-4,6 cm di atas trotoar atau di atas permukaan yang keras bila tidak ada trotoar.

  • Sinyal yang digantung harus diberi kebebasan vertikal 4,6-5,8 cm.

  • Sinyal modern dilengkapi dengan sinyal pengatur untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan.

(HDP)

Frequently Asked Question Section

Apa itu lampu lalu lintas menurut UU No. 22 tahun 2009?

chevron-down

Sebagaimana yang disebutkan dalam UU No. 22 tahun 2009, lampu lalu lintas adalah lampu yang mampu mengendalikan arus lalu lintas.

Siapa penemu lampu lalu lintas?

chevron-down

Lester Farnsworth Wire.

Apa tiga ciri-ciri fisik lampu lalu lintas?

chevron-down

Mempunyai sinyal modern yang dikendalikan oleh listrik, setiap unit terdiri dari lampu merah, kuning dan hijau yang terpisah dengan diameter 8-12 inch (20,4-30,4 cm), dan pemasangan lampu lalu lintas di luar batas jalan atau digantung di atas persimpangan jalan.