Konten dari Pengguna

Mengulik Arti Product Lifecycle Management dalam Perkembangan Bisnis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konsumen di pasar swalayan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsumen di pasar swalayan. Foto: Pexels.com

Product lifecycle management adalah proses mengelola siklus hidup produk dari awal, melalui desain dan manufaktur, penjualan, layanan, dan akhirnya selesai atau habis. Sebagai sebuah teknologi, perangkat lunak PLM membantu organisasi untuk mengembangkan produk baru dan membawanya ke pasar.

Siklus hidup produk menjadi konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika persaingan suatu produk.

Mengenal Product Lifecycle Management

Berdasarkan jurnal Formulasi Strategi dari Evaluasi Siklus Hidup Produk, Strategi Kekuatan Kompetisi, dan Anticipating Competitor’s Action Studi Kasus Concenience Store oleh Ratna Suminar, product lifecycle management adalah jangka waktu suatu produk dan jasa berada di pasar.

Siklus hidup produk memiliki standar mulai dari saat diperkenalkan ke pasar sampai dengan produk tersebut hilang dari pasaran. Setiap tahap waktu siklus ini memiliki strategi bersaing yang berbeda.

Siklus hidup produk penting untuk diperhatikan, mengingat bahwa konsumen pasti mempunyai titik jenuh. Faktor tersebut umumnya disebabkan karena pelayanan yang kurang, distribusi yang terlambat, ketidaksesuaian produk dengan ekspektasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jika sudah mencapai titik jenuh, saatnya penjual atau pebisnis untuk melakukan inovasi ulang pada suatu produk. Selain itu, diperlukan juga upaya merancang strategi pemasaran yang baru sesuai dengan perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi masa kini.

Ilustrasi product lifecycle management pada swalayan. Foto: Pexels.com

Tahapan Product Lifecycle Management

Menurut jurnal Konsep Siklus Hidup Produk, Hubungan antara Produk, Perilaku Konsumen dan Persaingan oleh Firman Alamsyah, tahapan product lifecycle management adalah sebagai berikut:

1. Tahap Pengembangan

Tahap pengembangan produk merupakan tahap inkubasi dan pengonsepan suatu produk sebelum dipasarkan. Proses ini merupakan proses penting bagi suatu perusahaan untuk mencapai pertumbuhan penjualan dan memperoleh laba perusahaan.

Tahap pengembangan ini meliputi sejumlah proses, yaitu membuat ide, mendesain konsep, melakukan spesifikasi desain yang sesuai perkembangan zaman, dan melangsungkan percobaan produk.

2. Tahap Perkenalan

Tahap perkenalan ini dimulai pada saat suatu produk mulai tersedia di pasar dan dapat dibeli oleh konsumen. Sebelum ada perkembangan teknologi, proses mengenalkan produk di pasar membutuhkan waktu yang cukup lama.

Hal tersebut karena dibutuhkan waktu untuk konsumen agar tertarik dan membeli suatu produk. Saat ini dengan kemajuan teknologi, perkenalan dapat dibantu dengan iklan melalui media sosial dan situs web.

3. Tahap Pertumbuhan

Ketika suatu produk dapat memuaskan konsumen, hal itu akan memunculkan konsumen lainnya. Pemasaran dapat dilakukan dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing).

Tingkat penjualan pada tahap ini meningkat secara signifikan karena berpotensi memunculkan konsumen baru dan juga pembelian ulang dari konsumen yang lama.

4. Tahap Pendewasaan

Tahap pendewasaan ini dibagi menjadi tiga fase, yaitu pendewasaan pertumbuhan, pendewasaan stabil, dan pendewasaan mengusang. Ciri fase pendewasaan, yakni volume penjualan menurun karena sudah mencapai titik jenuh konsumen.

Kemudian, pendewasaan stabil ditandai dengan volume penjualan yang mulai mendatar karena masih terdapat konsumen yang tertarik membeli.

Terakhir, pendewasaan mengusang yang dicirikan dengan penjualan yang menurun secara keseluruhan dan konsumen beralih ke produk lainnya.

5. Tahap Penurunan

Setiap produk yang dijual pasti akan mengalami tahap penurunan penjualan karena sudah mencapai titik jenuh konsumen. Hal tersebut disebabkan karena perkembangan teknologi dan perubahan selera konsumen.

(FNS)