Mitos Lagu Lingsir Wengi yang Dipercaya Sebagian Masyarakat

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu Lingsir Wengi sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Banyak orang yang percaya bahwa lagu ini bisa mendatangkan makhluk halus, khususnya kuntilanak.
Mitos lagu Lingsir Wengi sudah ada sejak zaman dulu hingga sekarang. Ada dua versi lagu yang populer dinyanyikan, yakni ciptaan Sukap Jiman dan Sunan Kalijaga.
Keduanya memiliki lirik lagu yang berbeda. Lagu ciptaan Sukap Jiman berisi syair tentang kerinduan seseorang kepada kekasihnya, sementara lagu ciptaan Sunan Kalijaga dibuat sebagai syair tolak bala.
Alunan musik Lingsir Wengi yang horor, membuat sebagian orang merinding ketika mendengarnya. Apa saja mitos lagu Lingsir Wengi yang dipercaya oleh masyarakat? Simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Mitos Lagu Lingsir Wengi
Lagu Lingsir Wengi dipercaya bisa mendatangkan makhluk halus dari golongan jin dan setan. Lagu ini memiliki nuansa yang sangat mencekam, terlebih jika dinyanyikan dalam alunan musik sinden dengan iringan gendhing Jawa.
Sebenarnya bukan tanpa sebab, lagu ini dianggap horor karena memiliki lirik yang cukup menyeramkan. Lagu asli yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga ini populer di kalangan banyak orang. Berikut lirik lagu dan terjemahannya:
Lingsir wengi sliramu / tumeking sirna
aja tangi nggonmu guling / awas aja ngetara
aku lagi bang winga-winga / jin setan kang tak utusi
dadya sebarang / dwaja lelayu sebi.
Artinya:
Larut malam dirimu /akan mati
takkan bangun (lagi) dari tidurmu / awas jangan menampakkan diri
aku sedang marah besar / jin setan yang aku perintah
jadilah (berubah ujud) apapun / sobeklah seperti kain.
Meski dianggap menyimpan hal mistis, nyatanya lagu Lingsir Wengi tidak menyiratkan sesuatu yang menyeramkan. Mengutip buku Kanjeng Sunan Kalijaga: Jejak-jejak Sang Legenda karya Conie Wisnu, lagu Lingsir Wengi sebenarnya merupakan syair penolak bala yang dapat digunakan untuk meminta perlindungan kepada Tuhan dari hal-hal buruk.
Dalam versi lain, lagu ini juga bisa dijadikan sebagai pelindung dari godaan makhluk halus. Orang zaman dulu menggunakannya sebagai lagu pengantar tidur seperti Nina Bobo.
Berbeda dengan lagu Lingsir Wengi ciptaan Sunan Kalijaga, lagu ciptaan Sukap Jiman justru mengandung makna yang romantis. Lagu tersebut dibuat sebagai ungkapan rindu seseorang kepada kekasihnya. Berikut lirik lagu Lingsir Wengi ciptaan Sukap Jiman yang bisa dinyanyikan:
Lingsir wengi
(Saat menjelang tengah malam)
Sepi durung biso nendro
(Sepi tidak bisa tidur)
Kagodho mring wewayang
(Tergoda bayanganmu)
Kang ngreridhu ati
(Di dalam hatiku)
Kawitane
(Permulaannya)
Mung sembrono njur kulino
(Hanya bercanda kemudian biasa)
Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno
(Tidak mengira akan jadi cinta)
Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi
(Kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku)
Nandang bronto
(Menderita kasmaran/jatuh cinta)
Kadung loro
(Telanjur sakit)
Sambat-sambat sopo
(Aku harus mengeluh pada siapa)
Rino wengi
(Siang dan malam)
Sing tak puji ojo lali
(Yang kupuja jangan lupakan)
Janjine mugo biso tak ugemi
(Janjinya kuharap tak diingkari)
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Siapa yang menciptakan lagu Lingsir Wengi?

Siapa yang menciptakan lagu Lingsir Wengi?
Sukap Jiman dan Sunan Kalijaga.
Apa tujuan Sunan Kalijaga menciptakan lagu Lingsir Wengi?

Apa tujuan Sunan Kalijaga menciptakan lagu Lingsir Wengi?
Sebagai syair tolak bala.
Apa arti lingsir wengi?

Apa arti lingsir wengi?
Larut malam.
