Konten dari Pengguna

Multiplier: Pengertian, Rumus, Tujuan, dan Bentuk-bentuknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angka pengganda adalah salah satu teknik perhitungan besaran pengaruh suatu variabel terhadap pendapatan nasional. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Angka pengganda adalah salah satu teknik perhitungan besaran pengaruh suatu variabel terhadap pendapatan nasional. Foto: Pexels.com

Multiplier atau angka pengganda adalah suatu perhitungan yang digunakan dalam menganalisis perubahan pendapatan nasional. Secara matematis, multiplier dapat dirumuskan dengan rumus angka pengganda.

Dalam materi pendapatan nasional pada pelajaran ekonomi, perhitungan angka pengganda dapat dilakukan dengan beberapa cara yang digunakan berdasarkan kasus atau permasalahan tertentu.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai angka pengganda dan rumus perhitungannya, simak penjelasan mengenai angka pengganda atau multiplier berikut ini.

Pengertian Angka Pengganda

Dikutip dari buku Matematika Ekonomi yang ditulis oleh Makmur, S.E, M.MA, ‎dan Andi Afrizal, S.E, M.Si, C.A, angka pengganda atau multiplier adalah bilangan yang menjelaskan tambahan pendapatan nasional sebagai akibat adanya perubahan pada variabel-variabel tertentu (investasi, pengeluaran pemerintah) dalam perekonomian.

Seorang ekonom bernama Keynes menyebutkan bahwa angka pengganda atau multiplier digunakan sebagai penggambaran dari penambahan pendapatan nasional sebagai akibat adanya perubahan pada variabel-variabel tertentu.

Angka pengganda juga dapat diartikan sebagai suatu perbandingan jumlah pertambahan atau pengurangan dalam pendapatan nasional dan jumlah pertambahan atau pengurangan agregat yang dapat mengakibatkan adanya perubahan terhadap pendapatan nasional itu sendiri.

Rumus Angka Pengganda

Secara matematis, multiplier dapat dirumuskan dengan rumus angka pengganda. Foto: Pexels.com

Angka pengganda atau multiplier bisa dihitung secara matematis. Menurut Husna Ni’matul Uly dalam Ekonomi Makro Islam, rumus yang digunakan dalam perhitungan multiplier adalah sebagai berikut:

k = 1/1-MPC atau k = 1/MPS

Keterangan:

k: Angka pengganda

MPC: Marginal Propensity to Consume

MPS: Marginal Propensity to Saving

Tujuan Analisis Angka Pengganda

Angka pengganda dilakukan karena beberapa tujuan. Tujuan-tujuan tersebut ialah:

  • Mengidentifikasi besarnya perubahan pendapatan yang disebabkan oleh variabel-variabel pengeluaran (konsumsi dan investasi)

  • Mengetahui apakah terjadi beberapa kesenjangan dalam suatu sistem perekonomian. Kesenjangan tersebut dapat berupa inflasi dan deflasi.

  • Dapat menjadi pedoman atau rujukan dalam pengambilan kebijakan ekonomi suatu negara.

Bentuk-Bentuk Angka Pengganda

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, analisis angka pengganda memiliki beragam bentuk yang dapat digunakan sesuai dengan permasalahannya. Berikut bentuk-bentuk angka pengganda:

Salah satu bentuk angka pengganda adalah income multiplier. Foto: Pexels.com

1. Output Multiplier

Output multiplier adalah teknik analisis untuk mengukur jumlah output pendapatan ekonomi sebagai bagian dari peningkatan pengeluaran.

2. Income Multiplier

Income multiplier adalah teknik perhitungan yang digunakan untuk mengukur tambahan pendapatan (upah dan gaji, sewa, bunga dan keuntungan) dari kegiatan ekonomi.

3. Employment Multiplier

Employment multiplier adalah teknik perhitungan yang dapat digunakan untuk mengukur salah satu dari total jumlah pendapatan pekerjaan pada sektor-sektor tertentu.

4. Government Revenue Multiplier

Government Revenue Multiplier adalah bentuk perhitungan yang digunakan untuk mengukur pengaruh dar pendapatan pemerintah dari berbagai sumber yang dihubungkan dengan peningkatan pengeluaran suatu sektor.

5. Gross Value Added Multiplier

Gross Value Added Multiplier adalah cara perhitungan yang didasari oleh besaran balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi.

(SAI)