Konten dari Pengguna

Musik Nusantara Lahir dari Budaya Apa?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi musik Nusantara. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi musik Nusantara. Foto: Unsplash

Musik Nusantara adalah kumpulan dari berbagai jenis musik daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan masing-masing musik daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Selain sebagai identitas masing-masing daerah, musik Nusantara juga menjadi identitas bangsa. Oleh sebab itu, sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia, musik Nusantara harus terus dijaga, dipelihara, dan dikembangkan.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai musik Nusantara, simak berikut penjelasan berikut.

Musik Nusantara Lahir dari Budaya Masyarakat

Indonesia adalah negeri yang kaya akan seni dan budaya, salah satunya seni musik. Setiap daerah memiliki seni musik khas tersendiri.

Seluruh musik yang berkembang menunjukkan atau menonjolkan ciri khas bangsa Indonesia, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara lahir dari budaya masyarakat.

Dalam perkembangannya, musik tumbuh besar sejalan dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Biasanya, musik dijadikan sebagai alat komunikasi penyampaian aspirasi yang tidak bisa disampaikan dalam bahasa tulis maupun tutur.

Pada awalnya, musik lebih banyak ditujukan untuk pengiring kegiatan-kegiatan keagamaan, meningkatkan semangat, menyemarakkan upacara, dan mengiringi gerak tari atau bahkan sekadar alat penghibur untuk diri sendiri.

Seiring berkembangnya zaman, musik Nusantara tidak lepas dari keterkaitan alat-alat musik tradisional. Alat-alat musik tradisional merupakan sejumlah alat yang digunakan untuk menciptakan musik sesuai dengan tujuan yang diinginkan, misalnya:

  • Sarana keagamaan

  • Upacara adat

  • Sarana hiburan

  • Ekspresi diri

  • Komunikasi

  • Pengiring tarian

  • Sarana ekonomi

Keberadaan alat musik inilah yang dari waktu ke waktu akhirnya menjadi identitas dari masyarakat daerah tersebut.

Sebagai contoh, alat musik gamelan sangat berkaitan erat dengan masyarakat Jawa. Meskipun di beberapa daerah lainnya ada alat musik ini, gamelan di Jawa memiliki kelengkapan dan ciri khasnya sendiri.

Jenis dan Ciri-Ciri Musik Nusantara

Bermain musik dengan gamelan sebagai salah satu bagian dari musik Nusantara. Foto: Unsplash

Dikutip dari Alat Musik Tradisional Nusantara oleh Akhmalul Khuluq, berdasarkan sifat dan keberadaannya, musik Nusantara atau disebut juga musik tradisional dibedakan menjadi dua, yaitu lagu rakyat dan lagu klasik.

1. Lagu Rakyat

Lagu rakyat berkembang sebagai tradisi terpisah dari musik formal walaupun mempunyai hubungan dengannya. Lagu rakyat diwariskan dari generasi ke generasi dan dari masa ke masa secara lisan.

Akhirnya, lagu rakyat menjadi milik bersama keseluruhan masyarakat. Oleh sebab itu, sebagian besar karya lagu rakyat tidak diketahui nama penciptanya.

Karena lahir, hidup, dan berkembang di tengah rakyat pedesaan, lagu rakyat memiliki ciri antara lain:

  • Sederhana, yakni pendek, tidak terlalu banyak memiliki variasi nada dan melodi, serta menggunakan instrumen sederhana.

  • Bertema tentang kehidupan dan kegiatan rakyat, seperti pertanian, perburuan, adat-istiadat, dan kepercayaan.

  • Meriah, yakni berirama riang, menghibur, bahkan ada yang penuh canda.

  • Bebas, yakni tidak terlalu mengikuti aturan-aturan dan dipopulerkan secara lisan.

2. Lagu Klasik

Lagu klasik bersumber pada musik nusantara. Hanya saja, berbeda dengan lagu rakyat, lagu klasik lebih berkembang di pusat-pusat pemerintahan.

Pada zaman dahulu, pusat pemerintahan adalah istana, kerjaan, atau kadipatan yang sekarang disebut ibukota provinsi dan ibukota kabupaten.

Lagu klasik di Indonesia paling terkenal adalah lagu-lagu yang diiringi gamelan Jawa, gamelan Sunda, dan gamelan Bali.

Karena hidup, tumbuh, dan berkembang di lingkungan istana, lagu klasik umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Agung, yakni biasanya untuk mengiringi upacara-upacara kebesaran keraton, upacara keagamaan, dan upacara adat.

  • Diciptakan komponis (pujangga istana).

  • Berpola baku, yakni mengikuti aturan notasi, syair, irama, dan tempo.

  • Dikembangkan secara tertulis.

  • Bertema tentang sejarah kebesaran kerajaan, kepahlawanan para satria, ajaran hidup, dan sejenisnya.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Sebutkan tiga ciri-ciri lagu rakyat!

chevron-down

Sederhana, bertema kehidupan dan kegiatan rakyat, dan meriah.

Sebutkan tiga ciri-ciri lagu klasik!

chevron-down

Agung, diciptakan komponis, dan berpola baku.

Apa tujuan diciptakannya musik di masa lalu?

chevron-down

Pada awalnya, musik lebih banyak ditujukan untuk pengiring kegiatan-kegiatan keagamaan, meningkatkan semangat, menyemarakkan upacara, dan mengiringi gerak tari atau bahkan sekadar alat penghibur untuk diri sendiri.