Musik Tradisional: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Ragam Jenis Alat Musiknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musik tradisional adalah salah satu jenis musik yang berkembang di masyarakat. Umumnya, jenis musik ini mewakili karakteristik dan ciri khas masing-masing daerah.
Musik tradisional juga merupakan bagian dari kebudayaan suatu daerah. Biasanya alat musik tradisional digunakan pada festival atau upacara adat.
Untuk memahami jenis musik tradisional lebih dalam, simak penjelasan mengenai musik tradisional di bawah ini.
Pengertian Musik Tradisional
Dikutip dari buku Self-Therapy: Melalui Melodi Dan Musik Berbahasa Asing yang ditulis oleh Aulia Khoirunnisa, musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun dipertahankan bahkan hingga ribuan tahun lamanya.
Musik tradisional tak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk pengobatan dan menjadi sarana penyampaian pesan atau komunikasi.
Eksistensi ataupun keberadaan dari musik tradisional sangat dipengaruhi oleh dukungan masyarakat dalam membudayakannya agar tetap lestari.
Ciri-Ciri Musik Tradisional
Musik tradisional memiliki sejumlah karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan jenis musik tradisional dengan jenis musik lainnya. Dikutip dari buku Modul Seni Budaya Musik Kelas X yang disusun oleh Naning Widayati, M.Pd, berikut ciri-ciri musik tradisional:
Memiliki bentuk struktur musik dan alat musik yang sederhana.
Ide musik tidak ditulis menggunakan partitur, tetapi dipelajari secara lisan.
Diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi
Lirik lagunya menggunakan bahasa daerah setempat musik.
Jenis-Jenis Alat Musik Tradisional
Setiap daerah memiliki alat musik khasnya masing-masing. Alat musik tersebut biasanya dikelompokkan berdasarkan jenisnya.
Berdasarkan sumber bunyinya alat musik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Idiophone
Idiophone adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bagian dari alat musik itu sendiri. Contoh dari alat musik idiophone adalah kolintang, alat musik yang berasal dari Minahasa.
Kolintang adalah alat musik yang berasal dari kayu yang berupa pilah-pilahan. Sumber bunyi kolintang berasal dari bilahan kayu yang dipukul tersebut.
2. Membranophone
Alat musik membranophone adalah alat musik yang berbahan kulit hewan atau bahan imitasi kulit lainnya. Bahan kulit tersebut merupakan bagian yang mengeluarkan bunyi jika dimainkan.
Contoh alat musik membranophone adalah alat musik tifa yang berasal dari Papua, yang mana bagian membran kulitnya dapat menghasilkan bunyi jika dipukul menggunakan telapak tangan.
3. Chordophone
Chordophone merupakan jenis alat musik yang bunyinya yang berasal dari getaran dawai, senar, atau kawat halus ketika dipetik. Contoh alat musik chordophone adalah sampe.
Sampe merupakan alat musik yang berasal dari Kalimantan Timur yang jumlah dawainya sebanyak 3-4 tali yang berasal dari serat pohon enau. Alat musik ini akan berbunyi jika dipetik.
4. Aerophone
Jenis alat musik tradisional selanjutnya adalah aerophone. Aerophone adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal hembusan udara pada rongga.
Contoh alat musik aerophone adalah triton yang berasal dari Papua. Alat musik ini adalah alat musik yang terbuat dari cangkang kerang yang sudah dilubangi.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu musik tradisional idiophone?

Apa itu musik tradisional idiophone?
Idiophone adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bagian dari alat musik itu sendiri.
Apa itu kolintang?

Apa itu kolintang?
Kolintang adalah alat musik yang berasal dari kayu yang berupa pilah-pilahan. Sumber bunyi kolintang berasal dari bilahan kayu yang dipukul tersebut.
Apa itu musik tradisional membranophone?

Apa itu musik tradisional membranophone?
Alat musik membranophone adalah alat musik yang berbahan kulit hewan atau bahan imitasi kulit lainnya.
